
Setelah acara akad selesai, mereka memilih pulang ke rumah keluarga Setiawan karena harus bersiap-siap untuk acara resepsi nanti malam
"Kalian ikut kemi ke Rumah, di sana kalian akan bersiap-siap" ucap Hendra, "baik" balas Imron
Sesampainya di rumah para orang tua memilih untuk berbincang-bincang sedangkan Amel, Alya dan Widya mereka semua memilih untuk beristirahat
"Kalian istirahat di kamar tamu, Bi Ira akan mengantar kalian" ucap Hendra, "Iya terima kasih om" balas Amel
"Jangan panggil aku Om lagi, panggil Ayah" ucap Hendra, "eh i.. iya Ayah" ucap Amel terbata-bata, Hendra yang mendengarnya hanya tersenyum lalu pergi bergabung dengan yang lainnya
"Mari non saya antar" ucap Bi Ira dan diikuti oleh mereka bertiga menuju kamar tamu. "Ini kamarnya non, kalau begitu saya permisi dulu" lanjutnya lagi, "Iy Bi, makasih" ucap Amel ramah dan diangguki oleh Bi Ira yang kemudian beranjak dari sana
Mereka kemudian merebahkan tubuhnya di atas ranjang yang empuk itu
"Gila, empuk banget. Kalau aku tidurnya tiap hari dengan springbad begini pasti tidurku nyenyak" ucap Widya
"Lebay lu, kamu kan selalu tidur kayak kebo" timpal Amel dan diikuti dengan Alya yang ketawa.
"Eh Jay ganteng juga yah?" Ucap Widya lagi sambil menghayalkan wajah Jay, Alya yang mendengar itu seketika mimik wajahnya berubah
"Ganteng dari Hongkong, kayaknya kau harus periksa mata Wid" ucap Alya kesal, Widya yang melihat ekspresi Alya jadi bingung
"Kau kenapa Al, kok nggak suka begitu?" Tanya Widya, "Tidak, tapi aku sarankan lebih baik kau tarik ucapanmu itu" ucap Alya yang semakin membuat Widya bingung
"Memang kenapa?, kan memang dia ganteng" ucap Widya, "ya sudah terserah kau saja, aku sudah bilangin juga" ucap Alya
"Jad begini loh Wid, Jay itu musuh bebuyutan Alya" ucap Amel tertawa
__ADS_1
"Musuh bebuyutan?" Tanya Widya kebingunan, "iya, jadi Jay itu sudah menabrak Alya di depan umum yang membuat Alya malu" ucap Amel lagi yang tidak bisa beehenti ketawa
"Ah sudah, ayo kita istirahat tidak penting juga bicarkan dia" ucap Alya kesal , "penting kok, iya kan Wid?" Ucap Amel meminta dukungan Widya
"Iya bukan penting lagi, tapi sangat penting" ucap Widya yang penuh penekenan, "Terserah" ucap Alya
"Sudah...sudah...ayo istirahat" ajak Amel yang kemudian diikuti oleh Alya dan Widya
Jarum jam menunjukkan pukul 16.30, semuanya sudah bersiap-siap. Amel sudah mulai di hiasi, sedangkan Alya dan Widya juga sudah siap-siap.
Dibawah sana semuanya sudah mulai sibuk mempersiapkan yang harus disiapkan. Hari sudah mulai gelap dan tamu undangan sudah mulai datang satu per satu.
Di kamar Indra, dia sudah sangat tampan dengan balutan jas. Dia sudah selesai bersiap-siap
"Perfect" ucap Jay yang ada di sana.
Di kamar tempat Amel bersiap-siap juga semuanya sudah selesai. Amel yang sangat cantik dengan gaun pengantin yang melekat di tubuhnya. Sedangkan Alya dan Widya juga sangat cantik yang senada dengan gaun Amel.
"Kalian sudah siap?" Ucap Fatma yang masuk dari arah pintu, "Iya mah" jawab Amel
"Kamu cantik banget nak" ucap Fatma yang matanya mulai berkaca-kaca, "Mama kenapa sedih?" Tanya Amel yang sudah ikut sedih juga
"Tidak nak, Mama hanya terharu ternyata anak mama sudah besar dan sekarang sudah menjadi istri orang" ucap Irna yang kemudian memeluk Amel, yang kemudian diikuti oleh Alya dan Widya
"Sudah jangan nangis lagi, nanti make up kamu luntur lagi" ucap Fatma, "kalian tunggu di sini dulu, nanti Bibi yang akan panggil kalian turun" ucap Fatma dan diangguki oleh mereka
****
__ADS_1
Tidak lama kemudian, mereka sudah dipanggil untuk turun ke bawah. Mereka turun bersamaan menyusuri tangga yang diikuti oleh Alya, Widya dan Jay di belakangnya.
Semua tamu undangan terpanah melihat kecantikan dan ketampanan Amel dan Indra malam ini, mereka menjadi Ratu dan Raja semalaman.
Semua para tamu undangan secara bergantian naik ke panggung untuk memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai.
Malam makin larut, dan para tamu undangan sudah meninggalkan kediaman keluarga Setiaaan satu per satu.
Setelah tamu undangan sudah pulang, semuanya memilih untuk istirahat.
"Kalian nginap di sini saja malam ini" ucap Irna kepada Alya dan Widya, "Baik Tante" ucap Alya " Kalau begitu kami ke kamar dulu tante" ucal Widya dan diangguki oleh Irna kemudian menuju ke kamar tamu untuk istirahat dan diikuti oleh Alya
"Kalian juga nak istirahat, kalian pasti lelah" ucap Irna, tanpa menunggu lama Indra kemudian menuju ke kamarnya tanpa melihat keberadaan Amel karena dia sudah sangat lelah
"Kamu tidak ikut?" Ucap Irna yang melihat Amel hanya berdiri diam, "eh iya Bun" ucap Amel yang kemudian mengikuti langkah Indra.
Saat sudah berada di dalam kamar, dia kemudian bergegas mengganti pakaian dan membersihkan make up nya saat Indra masuk ke dalam kamar mandi
Dia merasa canggung saat sekamar dengan Indra, untuk membersihkan badan saja dia urungkan niatnya dan memilih langsung tidur. Indra yang melihat Amel hanya tersenyum saat sudah keluar dari kamar mandi dan memilih untuk istirahat di samping Amel.
#jangan lupa like dan komen nya yah
.
.
.
__ADS_1
Terima kasih:)