Jodohku Masa Laluku

Jodohku Masa Laluku
Rencana Ketemu Anggita


__ADS_3

Lepaskan aku! Jangan sentuh aku," hardik bunda saat dipegang oleh salah satu perawat itu. Dan satunya lagi menyuntikkan obat bius kepada Irna. Beberapa detik kemudian Irna sudah terlelap.


"Bagaimana kondisi bunda, Dok?" tanya Indra, "jangan khawatir, semuanya akan baik-baik saja," jawabnya. Mendengar penuturan Dokter, Indra merasa lega.


"Makasih, Dok," ucap Indra dengan menyalami dokter itu, "ini sudah menjadi tugas saya," jawab Dokter dengan tersenyum, kemudian beranjak pergi.


"Yang sabar, Bro," ucap Jay kepada sahabatnya sekaligus atasannya.


"Bro ... Bro ... Bro, kamu harus sopan sama bos," ucap Indra tidak terima, "kan sekarang bukan waktu jam kerja, Bro," ucap Jay yang  mengundang tawa Amel dan Alya.


"Terserah kamu," ucap Indra mengalah. Mereka berempat pun duduk di sofa sambil menunggu bundanya bangun.


"Aku tidak bisa melihat bunda seperti ini," lirih Amel, "kita semua juga sedih melihat bunda, tapi kita harus yakin dan percaya semuanya akan baik-baik saja. Dan jangan lupa juga untuk selalu mendoakan bunda," ucap Alya dan diangguki benar oleh ketiganya.


"Kamu benar, Al," ucap Amel, "kata-kata bijaknya keluar lagi nih," lanjutnya lagi, Alya hanya cengengesan menanggapinya.

__ADS_1


"Ohiya, Mas. Tadi siang Anggita menelphone," ucap Amel, "serius?" tanya Indra, Alya dan Jay serentak.


"Kalian kenapa?" tanya Amel kebingunan, "kamu lebih baik berhati-hati sama dia, jangan percaya begitu saja, kamu masih ingatkan perlakuannya sama kamu?" ucap Alya.


"Dia benar sayang, meskipun aku sudah memaafkannya tapi aku belum percaya sepenuhnya sama dia, alangkah lebih baiknya kamu berhati-hati saja," sambung Indra membenarkan.


"Tapi, apa salahnya dia diberi kesempatan kedua. Siapa tahu dia benar- benar sudah menyadari kesalahannya," ucap Alya.


"Iya tidak apa-apa diberi kesempatan kedua, tapi alangkah lebih baik kalau kamu juga harus berhati-hati,"kata Indra mengingatkan, "iya saya akan berhati-hati."


"Terus, dia bilang apa tadi?" tanya Alya, "dia cuman bilang kalau sekarang dia di Jakarta dan rencananya mau mengajak aku keluar jalan-jalan," ucap Amel.


"Boleh, tapi kamu harus ditemani Jay," ucap Indra, "tidak, aku sama Alya saja yah, Mas," ucap Amel menegoisasi, "kamu mau kan, Al?"


"Aku siap selalu," ujar Alya, "itu sih maunya kamu," balas Amel, "oke, tapi ingat untuk hati-hati," ucap Indra dan diangguki oleh Amel dan Alya.

__ADS_1


****


3 jam kemudian


"Bunda sudah sadar,"ucap Amel senang saat melihat mata bundanya terbuka, "aku kenapa, Nak?" tanya Irna, "Bunda tidak kenapa-kenapa, Bunda hanya kelelahan sedikit," balas Amel.


"Bunda istirahat dulu yah," ucap Indra yang juga ada di sana dan diangguki oleh bundanya.


"Semoga bunda semakin membaik yah, "ucap Alya kepada Jay, "iya semoga," balas Jay lalu melanjutkan aktivitasnya dengan laptop di depannya membuat Alya jengkel.


"Dasar si Es, dibaikin malah cuek," gerutu Alya dalam hatinya.


"Bibir kamu kenapa monyong begitu?" tanya Amel saat mendekat, refleks Alya memegang mulutnya, "tidak apa-apa?" kilah Alya.


"Bagaimana dengan Bunda?" tanyanya lagi mengalihkan pembicaraan, "bunda sudah tidur, biarkan dia istirahat dulu," tutur Amel dan diangguki oleh Alya.

__ADS_1


"Jadi ketemu dengan Anggita?" tanya Alya lagi, "jadi, nanti aku kabari dia lokasinya dimana?" jawab Amel lalu mendekat ke arah suaminya.


"Tidak apa-apa kah, Mas aku tinggal sebentar?" tanya Amel, ia merasa tidak enak pada suaminya, "tidak apa-apa, kan ada Jay temani aku. Yang penting kamu jaga diri baik-baik," ujar Indra, "iya, Mas."


__ADS_2