Jodohku Masa Laluku

Jodohku Masa Laluku
Semuanya Sudah Jelas


__ADS_3

“Drrrttt … drrrttt”


Getaran yang dirasakan Indra dari benda pipih miliknya yang berada di saku celananya, dilihatnya panggilan dari telphone rumah


“Halo, Bi! Kenapa?” tanya Indra


“Nyonya, Tuan … Nyonya …” ucap Bibi dengan terbata-bata, “bicara yang jelas, Bi! bunda kenapa?” tanya Indra yang mulai khawatir setelah mendengar suara Bibinya yang terdengar panik.


“Nyonya pingsan Tuan, sekarang Nyonya sudah dibawa ke rumah sakit” ucap Bibi


“Apa? Kenapa bisa?” tanya Indra cemas. Belum sempat Bibi menjawab, Indra sudah memutuskan panggilannya.


“Kenapa, Mas?” tanya Amel penasaran saat melihat raut wajah suaminya sedikit cemas,”Bunda, Mel … dia dilarikan ke rumah sakit” ucap Indra melemah.


Amel yang mendengarnya juga ikut cemas dan khawatir dengan keadaan mertuanya, “kenapa bisa, Mas?” tanya Amel, “aku juga tidak tahu sayang, lebih baik kita segera ke rumah sakit!” saut Indra dan diangguki oleh Amel.


Mereka segera menuju ke mobil, lalu melajukannya ke rumah sakit dengan kecepatan tinggi. Indra dan Amel sudah sangat cemas dengan keadaan Bundanya.


****

__ADS_1


Sesampainya di rumah sakit, mereka segera masuk dengan tergesa-gesa dan menuju ke arah receptionis untuk menanyakan ruangan Bundanya.


“Siang suster, pasien atas nama Irna Cahyati Setiawan di rawat di mana?” tanya Amel pada suster yang ada di sana, “Ibu Irna dirawat di ruang UGD,” ucap suster itu lalu Indra yang mendengarnya langsung berlari ke arah UGD, karena keluarganya pemilik rumah sakit itu jadi dia sudah hafal tanpa menunggu suster menjelaskan lebih detail. Sedangkan Amel yang melihat suaminya mengikutinya dari belakang.


Sesampainya di depan UGD, Indra mengeraskan rahangnya saat melihat ayahnya dan sopir di sana. Amel yang melihat raut wajah suaminya mencoba untuk menenangkannya.


"Sabar, Mas," ucap Amel yang memegang pundah suaminya. Indra mencoba mengendalikan emosinya lalu berjalan mendekat ke arah ayahnya.


"Lebih baik Anda pulang dari sini sebelum aku berbuat kasar!" ucap Indra dengan suara rendah setelah berada di dekat ayahnya.


"Tapi, Nak ..." belum sampai ia menyelesaikan ucapannya, Indra sudah memotong dengan suara lantang, "pergi sekarang!" bentak Indra dengan suara beratnya.


"Tenang, Mas! kendalikan emosi, Mas" ucap Amel yang memegang pergelangan suaminya untuk menenangkannya. Indra kemudian duduk di kursi tunggu lalu mengusap kasar wajahnya dengan gusar.


"Tunggu!" ucap Indra pada ayahnya, Hendra yang mendengarnya langsung berhenti lalu membalikan badannya ke arah Indra, ia sangat senang karena berharap Indra akan memaafkannya.


"Anda tidak perlu khawatir! Kami tidak akan mengganggu kehidupan Anda dengan keluarga baru Anda, karena kami akan mengangkatkan kaki dari rumah itu segera." ucap Indra penuh penekanan tanpa melihat ke arah ayahnya, "dan kalau terjadi sesuatu dengan bunda, aku tidak akan tinggal diam." Lanjutnya lagi.


Hendra yang mendengarnya kembali kecewa, karena harapannya benar-benar pupus.

__ADS_1


"Kalian tidak boleh pergi dari rumah, dengarkan penjelasan Ayah dulu" ucap Hendra, "tidak ada yang perlu di jelaskan lagi, semuanya sudah jelas. Dan kami akan tetapi keluar dari rumah itu" jelas Indra yang penuh penekanan, "Anda boleh pergi sekarang!" lanjutnya lagi tanpa menoleh ke arah ayahnya.


Hendra pun kembali meninggalkan tempat itu, ia menggerutuki kebodohannya sendiri.


Setelah kepergian ayahnya, Indra kembali mengingat keaadan bundanya. Terlihat dari raut wajahnya sangat khawatir terhadap bundanya karena dokter belum juga datang, "semua ini terjadi gara-gara dia," kata Indra membatin dengan tangan yang sudah dikepalkan.


"Bapak bisa jelaskan kepada kami apa sebenarnya yang terjadi dengan Bunda?" tanya Amel kepada supir yang ada di sana, "Aku juga tidak tahu permasalahannya non, tapi aku dengar dari luar suara Nyonya sedang ribut dengan Tuan, dan tidak lama Tuan keluar memanggil bantuan karena Nyonya sudah pingsan" jelas pak supir panjang lebar, Indra yang mendengarnya terlihat rahangnya sudah mengeras karena emosi.


.


.


.


Hay readers! jangan bosan-bosan yah membaca novelku. Saya akui masih banyak kekurangan dan tidak sesuai dengan inpektasi kalian. Saya minta maaf🙏.


Jangan lupa like, vote and comennya yah. Kalau bisa sarannya juga.


Terima kasih:)

__ADS_1


__ADS_2