Jodohku Masa Laluku

Jodohku Masa Laluku
Kembali Hancur


__ADS_3

"Tuh kan, sosinya jadi gosong. Gara-gara kamu sih," ucap Amel sedikit cemberut, "sosis di kulkas sudah habis lagi," lanjutnya lagi yang masih sedih. Bagaimana tidak, nasi goreng dicampur sosis adalah makanan kesukaannya.


"Gemes banget sih istri aku," ucap Indra dengan mencubit manja pipih istrinya, lalu mengambil alih dapur.


"Mau ngapain?" tanya Amel, "ada deh, kamu duduk manis saja dulu," ucap Indra.


Indra pun sudah memulai berkutik dengan pekerjaannya, sedangkan Amel duduk di kursi dengan perhatian tidak pernah lepas dari suaminya.


15 menit kemudian


Masakan Indra sudah siap saji.


"Ini nasi goreng spesial untuk istri tercintaku," ucap Indra, "terima kasih, Mas," ucap Amel. Dia merasa bahagia bercampur haru, karena diperlakukan sangat spesial oleh Indra.


"Sudah ... terima kasihnya nanti saja, sekarang kita makan dulu baru ke rumah sakit jenguk Bunda,"ucap Indra, "iya,Mas."

__ADS_1


****


"Dasar kebo, disuruh jaga Bunda malah asik tidur," umpat Indra saat masuk ke ruangan bundanya, yang ia temukan sepasang insan tengah tidur pulas. Amel terkekeh mendengar ocehan suaminya, "mungkin mereka lelah", ucapnya.


Kejahilan Amel tiba-tiba terlintas di pikirannya, dia mengeluarkan ponsel miliknya untuk mengabadikan moment langkah ini, sedangkan Indra hanya menyaksikan kelakukan istrinya itu.


Mereka benar-benar tertidur pulas, sampai tidak menyadari sudah berapa kali Amel memotret gambar mereka bahkan mereka tidak menyadari posisi tidurnya seperti apa.


"Aku tidak bisa membayangkan bagaimana terkejutnya mereka saat bangun nanti," ucap Amel terkekeh dengan melanjutkan aksinya.


Bagaimana tidak, posisi tidur mereka di kata sosweet, bisa di kata muberang juga. Sosweet bagi pasangan kekasih, akan tetapi muberang bagi orang yang tidak pernah akur seperti Jay dan Indra. Posisi duduk dengan kepala saling miring ke samping seolah menopang satu sama lain. Kakinya yang terjuntai ke lantai saling menyilang. Ah, benar- benar moment langkah.


Dia sungguh tidak percaya, perasaan mereka kembali hancur dan sangat sedih. Mereka melihat bundanya tengah cekikikan melihat aksi Amel memotret Jay dan Alya.


Akan tetapi, bukan itu yang membuat mereka sedih, karena ternyata kondisi bundanya saat ini tidak stabil. Bundanya tengah cekikikan seperti orang tidak waras seperti umumnya.

__ADS_1


"Hi hi hi ayo lagi ... lagi ... foto lagi, cantik" ucapnya di sela-sela ketawanya sambil bertepuk tangan.


"Bunda ...," lirih Amel, ia tidak kuasa melihat kondisi ibu mertuanya seperti ini. Ia pun memeluk suaminya untuk menenangkannya, karena ia tahu saat ini perasaan suaminya sangat hancur.


Tanpa menunggu lama, Indra segera keluar memanggil dokter. Tidak berselang lama, Indra masuk bersama dokter dan dua perawat.


Dokter segera meengambil tindakan, begitu pun halnya dengan perawat tadi, mereka melaksanakan yang diinstruksikan oleh Dokter.


"Lepaskan! Kalian siapa?" teriakan bundanya menggema ke penjuru ruangan itu, sehingga membangunkan dua manusia tadi dari tidur nyenyaknya.


"Ada apa, Mel?" tanya Alya pada sahabatnya setelah beranjak dari posisinya, dan diikuti oleh Jay dengan perasaan kantuk dan penasarannya.


"Bunda, Al ...," lirih Amel. Tanpa melanjutkan perkataan Amel, Alya sudah mengerti apa yang sedang terjadi dengan bunda saat ini, dikarenakan raut wajah Amel yang khawatir ditambah lagi ada dokter di dalam ruangan itu.


"Sabar, Mel. Semuanya akan baik-baik saja," ucap Alya menenangkan sahabatnya itu.

__ADS_1


"Lepaskan aku! Jangan sentuh aku," hardik bunda saat dipegang oleh salah satu perawat itu. Dan satunya lagi menyuntikkan obat bius kepada Irna. Beberapa detik kemudian Irna sudah terlelap.


#Selamat membaca, terima kasih


__ADS_2