
Hubungan mereka sudah banyak yang mengetahuinya. Beberapa diantara mereka yang ikut senang dengan hubungan mereka, namun ada juga yang iri dengan hubungan Indra dan Amel, yah mereka itu adalah orang orang yang menyukai Amel dan yang menyukai Indra.
Selama 2 Tahun mereka menjalin hubungan. Mereka telah melalui suka duka bersama. Yah Amel termasuk wanita yang posesif, dia cemburu jika melihat Indra dengan wanita lain padahal wanita itu yang mendekati Indra.
Banyak masalah yang sudah mereka selesaikan bersama, hubungan mereka memang tidak selalu mulus, banyak konflik di dalamnya dikarenakan banyaknya pengganggu.
Setiap kesalahan yang dilakukan oleh Indra, Amel selalu mudah memaafkannya namun tidak dengan hal yang satu ini. Ada yang mencoba merusak hubungan mereka dengan membuat rencana licik, dia adalah Nadia teman sekelas Indra dan Amel yang sangat terobsesi dengan Indra sehingga dia menjebaknya.
DIKANTIN
"Ting" tanda pesan masuk dari suara hp Indra lalu mengambil dari saku celananya
"Sayang, kita ketemu nanti setelah selesai kuliah di cafe X," isi pesan dari Amel
"Okey," balas Indra singkat
DALAM KELAS
"Cari dong sampai ketemu," ucap Amel kepada Widya dan Alya yang sedang mencari Hp nya.
"Kamu simpan dimana tadi?" tanya Alya
"Aku tadi simpan dibawah laci saat perkuliahan sedang berlangsung" jawab Amel cemas
"Kamu salah ingat kali Mel," ucap Widya
"Tidak, aku ingat sekali tadi aku simpan disini," ucapnya sambil menunjuk meja tempat dia duduk tadi.
"Terus dimana sekarang?" tanya Widya lagi.
"Kalau aku tahu ada dimana aku tidak akan capek capek mencarinya ******,"jawab Amel yang mulai geram.
"Ya sudah, Mel ikhlasin saja, Insya Allah nanti ada gantinya yang lebih bagus dari itu," jelas Alya kepada Amel. Kata-kata bijaknya yang dia keluarkan sudah mampu membuat Amel untuk mencoba mengikhlaskannya meskipun agak berat karena dalam hp itu banyak data penting tugas kuliahnya.
__ADS_1
*****
DI CAFE
Sesampainya di cafe X Indra mencari-cari Amel namun dia tidak menemukannya.
"Indra!" panggil seseorang dari pojok cafe dengan melambaikan tangannya yang tak lain adalah Nadia
"Sini," panggil Nadia. Dengan terpaksa diapun melangkahkan kakinya ke meja Nadia sambil menunggu Amel.
"Ini minum dulu!" kata Nadia sambil memberikan jus kepada Indra,
tanpa menunggu lama akhirnya dia meminumnya karena kebetulan dia juga sangat haus.
Disamping Indra, bibir Nadia sudah senyum lebar karena rencananya akan berhasil yang tidak disadari oleh Indra. Tanpa menunggu waktu yang lama kepala Indra sakit dan penglihatannya mulai buram hingga dia terjatuh.
Nadia kemudian membawa Indra ke apartemennya untuk melanjutkan rencanannya. Dia sudah menyewa photografer untuk memotret dirinya nanti
*****
"Tok... tok... tok"
Amel pun bergegas membuka pintu namun tidak ada orang yang dia lihat. Saat beranjak masuk dia menginjak amplop.
"Ini apa?" ucap Amel penasaran dan membukanya
Saat Amel melihat isi amplop itu, air matanya tiba-tiba jatuh membasahi pipinya. Dia tidak menyangka orang yang paling dia cintai sudah mengkhianatinya dan sedang bersama wanita lain. Yah isi amplop itu adalah foto Nadia dan Indra yang telanjang dada diatas ranjang. Amel sangat kecewa dengan Indra. Sepanjang malam dia menangis karena merasa sudah dikhianati
DI APARTEMEN NADIA
"Aku dimana?" ucapnya saat sudah sadar dari tidurnya dan mencoba bangun dengan kepala yang masih pusing.
Dia sangat terkejut saat melihat ada wanita di sampingnya
__ADS_1
"Brengsekkk. Kau mencoba menjebak ku?" geram Indra dengan amarah. Dia langsung menyeret Nadia dengan kesal.
Dia ingin menghukumnya karena beraninya Nadia menjebaknya. Lalu Indra menelfon asistennya Jay untuk memberikan perhitungan kepada Nadia, dan dia juga memerintahkan anak buahnya untuk membuat orangtua Nadia bangkrut
"Maafkan aku, aku melakukan ini karena aku sayang kamu," ucap Nadia dengan tangisnya,"dan diantara kita tidak terjadi apa-apa, aku hanya mengambil gambar dan mengirimkan ke Amel selebihnya tidak terjadi apapun."
"Maafkan aku, " jelasnya lagi yang semakin menangis dan membuat Indra semakin marah karena dia mencoba merusak hubungannya dengan Amel
"Cih" decih Indra yang keluar dari mulutnya.
"Urus dia!" ucap Indra kepada Jay saat melihatnya telah tiba.
"Baik, Tuan" jawab Jay. Kemudian Indra bergegas pergi dari sana, dia melajukan mobilnya ke kost Amel.
Saat sampai dikost Amel dia berusaha mengetok pintunya namun tida ada suara dari dalam
"Mel kamu dengar aku kan?" teriak Inda dari luar pintu
" Mel buka pintunya. Aku akan menjelaskan semuanya, itu tidak seperti yang kamu pikir," teriaknya lagi dari luar pintu. Karena merasa terganggu dengan suara teriakan, Amel pun keluar berniat untuk mengusirnya
"Pergi!" teriak Amel dengan tangisannya
"Pergi jangan pernah kamu kesini lagi dan jangan pernah ganggu Aku lagi. Kita PUTUS!" ucap Amel yang semakin menangis.
"Tapi Mel dengarkan penjelasanku dulu," mohon Indra.
"Pergi! aku tidak mau mendengar penjelasan apapun lagi dari mulut kamu. Kamu pengecut!" teriak Amel yang semakin emosi lalu menutup pintunya dengan keras.
Dengan terpaksa Indra pun melangkahkan kakinya pergi dari kost Amel.
Dalam kamar kost, Amel masih menangis sejadi-jadinya saat hubungannya dengan Indra harus berakhir. Namun dia yakin dengan keputusannya itu, dan dia akan berusaha bangkit dan meraih impiannya dan impian orang tuanya.
#FLASHBACK OFF
__ADS_1