Jodohku Masa Laluku

Jodohku Masa Laluku
Dinner Keluarga


__ADS_3

Semua yang ada disana kaget saat melihat Jay yang merupakan asisten pribadi Indra menampar balik pipi Ririn


"Jaga sikap kamu?" Kata Jay menegaskan ke Ririn.


"Cepat pergi" kata Jay yang meminta Ririn pergi dari meja Amel


"Ba... baik pak" kata Ririn terbata-bata, lalu dia meninggalkan tempat itu. Namun, dia tidak bisa menerima telah dipermalukan di depan umum seperti tadi


"Tunggu pembalasanku Amel" kata Ririn dalam hatinya dengan geram sambil berjalan


"Semuanya kembali bekerja" tegas Jay lagi kepada para karyawan yang berkumpul disana. Dan semua karyawan pun menurut apa yang dikatakannya. Seperti dengan Indra, Jay juga memiliki sikap yang dingin. Dia memilih untuk pergi dari meja Amel tanpa pamit


*****


"Hallo" kata Hendra dari seberang sana yang sedang menelfon dengan Imron


"Hallo Hen" kata Imron


"Iya Imron ada apa, Bagaimana keadaanmu?" Tanya Hendra


"Alhamdulillah baik" jawab Imron. "Begini Hen aku menelfon mau pastikan kapan kita bisa atur pertemuan untuk Amel dan anak kamu sambil membicarakan rencana kita kedepannya" jelas Imron


"Lebih cepat lebih bagus" jawab Imron


"Kapan kamu bisanya" tanyanya lagi ke Imron


"Kalau Aku selalu siap, kan Aku tidak punya kesibukan lain " jawab Imron. "Seharusnya Aku yang bertanya begitu ke kamu" lanjutnya lagi dengan diikuti tawanya


"Hehehe kamu menyinggung Aku yah" kata Hendra


"Tidak, tapi kalau kamu tersinggung yah Alhamdulillah" kata Imron dengan tawanya dan Hendra ikut tertawa


"Begini saja, bagaimana kalau nanti malam sambil dinner keluarga?" Tanya Hendra


"Baik Aku setuju" kata Imron


"Oke sampai ketemu nanti malam. Nanti Aku kirimkan lokasinya" kata Hendra


"Baik" jawab Imron lalu mengakhiri panggilannya. Setelah itu mereka mengabari anaknya masing-masing untuk pulang dengan cepat karena nanti malam ada acara keluarga.


DI RUMAH KELUARGA SETIAWAN


Hendra dan Irna sudah bersiap-siap dengan semangat, namun tidak dengan Indra, dia terlihat lesu dan kurang semangat karena dia belum bisa menerima perjodohan ini.


"Indra ayo nak cepat?" Teriak Irna dari ruang keluarga kepada Indra yang belum keluar dari kamarnya


"Sebentar lagi Bun" jawab Indra lalu dia keluar dari kamarnya yang kurang semangat


"Muka kamu kenapa ditekuk begitu?" Tanya Irna kepada anaknya

__ADS_1


"Tidak apa-apa Bun" jawab Indra mengelak


"Ayo jangan sampai mereka menunggu kita" kata Hendra


DI KOS AMEL


Imron dan Fatma bersemangat sekali karena ingin bertemu calon besan dan calon mantunya. Dari tadi mereka bolak balik ganti baju sampai akhirnya dia mendapatkan baju yang menurut mereka cocok untuk digunakan.


Sedangkan Amel hanya melihat tingkah orang tuanya itu dengan tatapan yang tidak bisa diartikan. Amel sudah sedari tadi menunggu orangtuanya itu, karena dia sudah selesai siap-siap. Dia tidak butuh banyak waktu untuk berdandan karena memang sebenarnya dia malas dan tidak semangat untuk acara ini.


"Mel ayo" ajak mamanya setelah selesai bersiap-siap


"Iya mah" jawab Amel


Kemudian mereka pun berangkat ke cafe X tempat acara mereka. Setelah sampai di cafe ternyata keluarga Setiawan sudah ada disana menunggu


"Nah itu mereka" kata Hendra saat melihat keluarga Imron sudah datang. Namun Indra tidak memperdulikan, dia masih sibuk dengan ponselnya


Imron dan istrinya lalu berjalan menuju ke meja tempat Hendra, sedangkan Amel tadi minta izin ke toilet sebentar.


"Ayo silahkan duduk" ajak Hendra


"Kenalin ini anak saya" kata Hendra memperkenalkan anaknya


"Halo om tante saya Indra" kata Indra memperkenalkan dirinya sambil menjabat tangan Imron dan Fatma secara bergantian


"Terima kasih" kata Indra lalu duduk kembali di kursinya dan memainkan ponselnya.


"Anak kamu mana" kata Hendra sambil mencari-cari keberadaan anak sahabatnya itu


"Dia tadi minta izin ke toilet sebentar" jawab Imron


"Nah itu dia" kata Fatma sambil melihat ke arah Amel yang sudah berjalan ke arah mereka. Hendra dan Irna melihat ke arah Amel, namun tidak dengan Indra dia masih sibuk dengan ponsel yang ada di tangannya.


"Ini anak saya" kata Imron yang memperkenalkan anaknya


"Wahhh cantiknya" kata Irna


"Halo om tante saya Amelia" kata Amel memperkenalkan dirinya. Saat mendengar nama Amel dan suara orang yang memperkenalkan dirinya tadi, Indra langsung mengangkat kepalanya dan melihat ke arah Amel yang sudah ada berdiri di sampingnya itu.


"Amel?" Kata Indra terkejut yang melihat Amel. Sontak Amel juga ikut terkejut saat melihat ke arah orang yang menyebut namanya itu


"Kamu?" Kata Amel


Melihat tingkah anaknya itu orangtua Amel dan orangtua Indra jadi kebingunan dan senang juga.


"Kalian sudah kenal?" Tanya Hendra


"Iya Om dia bos saya di kantor" jawab Amel

__ADS_1


"Sekaligus mantan Aku" lanjut Indra dengan santainya yang membuat mereka semua terkejut dengan perkataan Indra.


"Apa? Jadi ini Amelia mantan kamu waktu kuliah dulu?" Tanya Irna.


Hendra dan Irna memang tahu Indra pernah dekat dengan perempuan, mereka hanya tahu nama saja dan mereka tidak menyangka ternyata Amel mantan Indra adalah anak dari sahabatnya itu


"Iya bunda" jawab Indra santai


Sedangkan Amel dia hanya terdiam karena dia belum bisa percaya kalau laki-laki yang mau dijodohkan dengannya adalah orang yang pernah menyakitinya


"Baguslah kalau begitu, jadi kita tidak perlu repot-repot lagi memperkenalkan kalian" kata Hendra


"Ayah kenapa tidak bilang kalau aku mau dijodohkan dengannya. Kan kalau aku tahu dari awal tidak akan menolak" kata Indra sambil melihat ke arah Amel dengan semangat


"Mana ayah tahu kalau dia mantan kamu" jawab Hendra. Sedangkan Imron dan Fatma masih terdiam


"Sudah sudah. Ayo kita makan sambil membicarakan rencana kedepannya" kata Hendra dan semuanya pun makan.


"Bagaimana kalau pernikahannya kita percepat?" Kata Hendra


"Uhhuk uhhukk" Amel batuk saat mendengar perkataan Hendra


"Kamu kenapa. Ini minum dulu" kata Indra ke Amel dan memberikan minuman kepadanya dengan sedikit senyuman di bibirnya


"Kamu jangan senang dulu. Aku tidak sudi menikah denganmu" bisik Amel di dekat Indra karena dia memang duduk bersebelahan. Namun Indra hanya tersenyum mendengar perkataan Amel itu sedangkan Amel tidak bisa berbuat apa- apa di depan orang tua mereka ini


"Jadi bagaimna Imron" tanya Hendra lagi


"Iya Aku setuju, kan lebih cepat lebih bagus" jawab Imron sambil tersenyum


"Bagaimana menurut kamu nak" tanya Hendra ke Indra dan Amel


"Aku setuju Yah"jawab Indra


"Tidak" jawab Amel yang membuat orangtuanya terkejut mendengarnya.


"Ehh bukan begitu om. maksud Aku apa ini tidak terlalu terburu-buru" jawab Amel yang berkilah


"Tidak, ini kan lebih cepat lebih baik" kata Indra menggoda Amel yang membuat orang disana ikut tersenyum melihat tingkah Indra. Sedangkan Amel dari tadi kesal dengan Indra dia seperti ingin membunuhnya


"Jadi kapan waktu yang pas untuk menikahkan mereka?" Tanya Imron


"Saya sudah mengambil keputusan. Jadi 2 minggu lagi mereka akan menikah" kata Hendra


"What?" Kata Amel kaget membuat orang yang disana tersenyum melihatnya


"Jadi semuanya sudah fixs kalian akan menikah 2 minggu ke depan" kata Hendra lagi yang diikuti anggukan mereka pertanda setuju kecuali Amel. Dia hanya menunduk memikirkan nasibnya. Karena dia belum bisa menerima perjodohan ini. Dia tidak mau sakit yang kedua kalinya


^_^

__ADS_1


__ADS_2