
Sesampainya di kos, Amel langsung merebahkan tubuhnya di kasur. Dia belum habis pikir dengan perjodohan ini, dia tidak mau melanjutkan perjodohan ini karena dia takut akan tersakiti kedua kalinya, tapi dia juga tidak bisa mengecewakan kedua orang tuanya.
"Arrrggghhhh" teriak Amel dibawah bantalnya karena pikirannya sekarang benar- benar kacau.
Dia mencoba menelfon Alya
"Tut... tut.... tut"
"Hallo" jawab Alya dari seberang sana
"Hallo Al, kamu sibuk nggak?" tanya Amel
"Tidak, ada apa?" tanya Alya lagi
"Kamu ada di rumah kan?" tanya Amel lagi
"Iya" jawab Alya
"Oke,,, aku ke rumah kamu yah?" ucap Amel
"Iya kesini aja" jawab Alya. Lalu Amel mengakhiri panggilannya yang membuat Alya kebingunan disana.
"Mau kemana nak?" tanya Fatma saat melihat Amel keluar dari kamarnya.
"Aku pamit dulu mah, mau ke rumah Alya" jawab Amel
"Tapi ini kan sudah malam?" kata fatma khawatir
"Mama jangan khawatir, Aku bisa jaga diri kok" kata Amel
"Yasudah kamu hati-hati" kata Fatma
"Iya mah, dah" kata Amel yang salim kepada mamanya lalu beranjak pergi.
"Tok...tok...tok" ketuk Amel setelah sampai di rumah Alya
"Eh non Amel, silahkan masuk" kata bi Ira saat membuka pintu
"Iya bi. Alya nya ada?" jawab Amel
"Non Alya ada di kamarnya" kata bi Ira
"Iya bi, kalau begitu Aku ke kamar Alya dulu" kata Amel pamit lalu beranjak ke kamar Alya
Amel kemudian membuka pintu kamar Alya, tapi dia tidak menemukan keberadaan Alya disana.
"Dooorrrr"
Suara Alya yang mengagetkan Amel dari belakang pintu.
"Sialan lu Al, hampir saja jantungku copot" kata Amel kesal
"Ha... ha... ha... iya sorry sorry" kata Alya sambil ketawa
"Untung Aku tidak meninggal mendadak" kata Amel lagi
"Ha.. ha... ha.." Alya hanya tertawa melihat Amel kesal begitu
"Oh iya, ada apa Mel. Tumben kamu datang ke sini malam-malam" tanya Alya
"Nanti kuceritakan, aku mau tidur dulu" jawab Amel
" Jadi kamu datang ke sini hanya mau numpang tidur?" kata Alya yang kesal melihat Amel karena sudah membuat rasa penasarannya meronta-ronta
__ADS_1
"Mel...." panggil Alya sambil menarik tangan Amel untuk bangun
"Hmmm...." Apa sih Al?" kata Amel mengantuk
"Cepat jelaskan" kata Alya yang sudah tidak sabar mau mendengarnya
"Iya... Iya sabar dulu"
"Jadi, aku dan Indra dijodohkan sama orang tua kami" jelas Amel dengan suara lemasnya
"What.. serius kamu?" tanya Alya meyakinkan
"Hmmm..." jawab Amel
"Ha... ha... ha" suara ketawa Alya pecah karena merasa lucu
"Kenapa ketawa, memangnya ada yang lucu?" tanya Amel kesal melihat Alya ketawa
"Yah lucu lah Mel" kata Alya
"Lucu kepala lu peyong" kata Amel kesal sambil menjitak kepala Alya
"Aduuuhh, sakit tahu" kata Alya sambil mengelus kepalanya
"Biar" ketus Amel
"Hmmm tapi Al..." kata Amel manggantung
"Tapi apa?" tanya Alya penasaran
"sebenarnya Aku tidak bisa menerima perjodohan ini, tapi Aku tidak mau mengecewakan Mama dan Bapak" jelas Amel
"Loh... memangnya kenapa" tanya Alya
"Kenapa apanya?" tanya Amel polos
"Aku belum bisa menerima kembali Indra seperti dulu, setelah yang dia lakukan kepadaku 3 tahun yang lalu. Aku takut sakit lagi yang kedua kalinya" jelas Amel
"Mel... dengarkan Aku. Cobalah buka hati kamu kembali untuk Indra. Kamu jangan melihat kebelakang tapi cobalah melihat ke depan. Dan ingat Mel, jangan pernah kau lupa semua kebaikan Indra kepadamu hanya karena satu kesalahan yang dia perbuat. Coba kamu buka hati untuk Indra, maafkan dia Mel. Asal kamu tahu Mel, semua orang di dunia ini pernah berbuat salah. Ingat, yang berlalu biar kamu jadikan sebagai pembelajaran" jelas Alya panjang kali lebar kepada Amel.
Mendengar penjelasan Alya itu, Amel lalu berpikir panjang dan mencerna semua perkataan Alya
"Ternyata kamu bijak juga" kata Amel sambil ketawa
"Astaga Mel... jadi selama ini kamu kemana saja. Aku kan si ratu bijak, harusnya kamu tahu itu" kata Alya dengan percaya dirinya
"Huuu dasar kamu" kata Amel lalu memeluk tubuh Alya
"Makasih yah Al" kata Amel
"Itu gunanya sahabat" kata Alya sambil tersenyum
"Kok aku tiba-tiba kepikiran Widya yah" kata Amel kepada Alya
"Hmmm iya kemana tuh anak tidak ada kabarnya" kata Alya
"Mungkin dia sibuk dengan bisnisnya di sana atau jangan-jangan dia sudah menikah tidak undang-undang kita?" kata Amel
"Wah parah kalau itu memang benar" kata Alya
"Ya sudah telfon gih" kata Amel dan diangguki oleh Alya
"Tut...tut...tut"
__ADS_1
"Hallo" jawab Widya dari seberang sana
"Hallo Wid..." teriak Amel dan Alya saat melihat wajah Widya yang terpampang di layar Hp
"Jangan teriak-teriak" kata Widya dan mereka hanya tertawa
"Kemana saja kamu selama ini. Apa kamu sudah lupa sama sahabatmu ini?" tanya Amel
"Tidak begitu Mel, Aku benar-benar sibuk" jawab Widya
"Sok sibuk lu Wid" kata Alya
"Jangan-jangan kamu sudah merried yah Wid tidak undang kami?" lanjutnya lagi
"Kamu ngomong apa sih Al, mana mungkin Aku tidak undang kalian kalau mau menikah" jawab Widya
"Yah siapa tahu, kan kamu sudah lupa sama kami" kata Amel yang ada di dekat Alya
"Tidak lah. Mana mungkin aku lupa sama kalian. Kalian kan sahabat terbaik aku" jawab Widya
"Oh iya Wid. Kamu pulang kan kalau Amel menikah nanti?" tanya Alya
"Serius Mel kamu mau menikah?" tanya Widya
"Hmmm" jawab Amel
"Kok kamu tidak semangat jawabnya?" tanya Widya
"Hmm tidak apa-apa" jawab Amel
"Oh iya kamu mau menikah sama siapa" tanya Widya namun dijawab oleh Alya
"Sama mantannya" teriak Alya di layar telfon sambil ketawa
"Indra?" tanya Widya meyakinkan
"Iya lah Wid, siapa lagi?" kata Alya
"Wahhh ini benar- benar kabar gembira" kata Widya
"Jadi bagaimana?" tanya Alya
"Bagaimana apanya?" jawab Widya
"Ternyata kamu dan Amel sama- sama telmi yah" kata Alya kesal
"Jadi bagaimana kamu jadi nggak pulang" tanya Alya
"Tenang, itu bisa diatur" jawab Widya
"Y sudah saya tutup telfonnya dulu yah, lain kali kita bicara lagi, Assalamu'alaikum" kata Widya sambil menutup telfonnya itu
"Wa'alaikumussalam" jawab Amel dan Alya bersamaan.
"Itu anak langsung matikan telfon saja" gerutu Amel
"Mungkin dia banyak kerjaan Mel, ayo kita tidur" kata Alya dan diangguki oleh Amel
Tidak lama kemudian Alya sudah terlelap namun tidak dengan Amel, dia masih memikirkan perkataan Alya tadi.
"Alya benar, tapi bagaimana kalau dia mengulang kesalahannaya itu? kata Amel membatin
"Hufftttt" Amel menghembuskan nafasnya dengan kasar
__ADS_1
#Jangan lupa vote, like, comment and share :)
Terima kasih