
Setelah mendapat perintah dari Indra, Jay segera menuju ke rumah Indra untuk menemui si pengkhianat itu, sepanjang perjalanan dia menggerutu dan mengumpat atas kekesalannya. Sesampainya di halaman rumah Indra, Jay langsung turun dengan tergesa-gesa, satpam yang melihatnya jadi heran dibuatnya.
Jay langsung menuju ke dalam rumah dan teriak-teriak memanggil nama Toni, asisten rumah tangga yang ada di sana menjadi ketakutan, dan semua pekerja di sana berlari menuju ke arah asal suara teriakan itu.
"Dimana Toni? Cepat panggil dia!" titah Jay yang sudah tidak sabar, "dia ada di belakang tuan" ucap salah satu asisten yang ada di sana, ia memberanikan diri untuk bicara.
"Tunggu apa lagi, cepat panggil dia?" ucap Jay pada semua orang yang ada di sana. Salah satu di antara mereka pun bergegas menuju ke kamar Toni untuk memanggilnya, semuanya masih belum mengerti apa yang terjadi, mengapa Jay bisa semarah itu.
Satpam itu mengetuk pintu tetapi tidak ada jawaban dari dalam, ia mencoba membuka pintunya yang ternyata tidak dikunci, "Ton ... eh Toni lu jangan kabur," ucap satpam itu saat masuk dalam kamar, ia melihat Toni buru-buru memasukkan semua pakaiannya ke dalam tas. Ia pun langsung meringkus paksa tangan Toni dan membawanya ke Jay, Toni bersusah payah untuk kabur tapi tidak berhasil karena kekuatannya dikalah kuat oleh satpam itu.
__ADS_1
"Ini bos," ucap satpam itu pada Jay yang masih berusaha menahan Toni, Jay langsung menarik Toni secara paksa dan menyeretnya keluar.
"Kalian berikan dia pelajaran," titah Jay pada satpam-satpam itu, tanpa menunggu lama mereka pun menggebuk Toni hingga ia tersungkur di lantai.
"Kalian dengar! Inilah akibatnya jika kalian mencoba berkhianat pada tuan Indra. Apa kalian mau seperti dia?" tanya Jay pada mereka yang ada di sana, mereka semuanya menggelengkan kepalanya.
"Maaf bos, saya minta maaf," ucap Toni bersimpuh memohon ampun, tapi dihiraukan oleh Jay, hal itu hanya membuat Jay semakin geram dibuatnya, "Sekarang jawab aku, dimana Nadia menyembunyikan non Amel?" tanya Jay geram dengan menarik kerah baju Toni. Semuanya terkejut mendengar ucapan yang barusan keluar dari mulut Jay bahwa majikannya diculik.
Di perjalanan, Jay menelphone Indra dan memberikan kabar kepadanya, "Halo, sekarang Toni sudah ada dengan saya. Kami sekarang menuju ke lokasi penyekapan non Amel, "oke, kirimkan saya lokasinya", "baik", ucap Jay dan memutuskan panggilannya.
__ADS_1
Jam menunjukkan pukul 03.00 dini hari, sedangkan untuk sampai di sana memakan waktu kurang lebih dua jam.
Di tempat Amel disekap, ia sedang berdoa kepada yang maha kuasa, dia berharap ada pertolongan yang datang. Ia tidak bisa tidur lantaran pikiran dan hatinya tidak tenang karena tinggal dua jam lagi waktunya untuk melihat dunia ini.
"Mas kamu dimana? tolong aku," ucap Amel dalam tangisannya. Perih? sakit? Iya tapi semuanya itu ia sudah tidak rasakan lagi, sepertinya tubuhnya sudah kaku dan tidak bisa merasakan apa-apa lagi.
Sedangkan di tempat Nadia, ia sudah tidak sabar lagi menunggu matahari terbit. Ia benar-benar sangat puas melihat wajah kesakitan Amel tadi.
Namun, tiba-tiba ia dikejutkan oleh suara dari luar.
__ADS_1
Dor ... Dor ...