
"Singa Es"
Nama yang tertulis dalam layar hp Amel, siapa lagi kalau bukan Indra. Namun dia tidak menjawab telfonnya, dia malah menriject nya
"Kenapa tidak diangkat?" Tanya Fatma
"Tidak penting Mah"jawabnya
Namun ditempat lain Indra sudah sangat geram dibuatnya karena Amel tidak menjawab telfonnya
"Shitt... malah diriject" gerutu Indra
"Sedang apa dia?"
"Kenapa hari ini belum masuk kerja"?
"Apa dia lupa kalau kalau izinnya hanya sehari?" Gerutu Indra sendiri
Kemudian dia mencoba menelfonnya kembali
"Tut... tut... tut" namun belum ada jawaban.
Dia mencoba lagi dan lagi sambil mondar mandir diruangan kerjanya
"Tut... tut.."
"Hallo" jawab dari seberang sana
"Kenapa baru jawab ahh?"
"Kamu dimana?"
"Kenapa tidak masuk kerja"?
"Apa kamu lupa, izin kamu hanya sehari?" Tanya Indra dengan suara kesalnya. Namun, mendengar celotehan Indra itu, Amel menjauhkan ponselnya dari telinganya karena kuping dia sudah panas mendengar omelan Indra
"Iya iya Aku ingat pak" jawab Amel ketus
"Teruss kamu dimana, kenapa belum masuk kerja" tanya Indra lagi
"Maaf pak Aku belum bisa masuk kerja karena bapak Aku lagi sakit" jawab Amel. Sebenarnya dia malas menjelaskan ke Indra tapi mau bagaimana lagi, dari pada semakin runyem jadinya dia menjelaskannya.
"Baik" jawab Indra dengan singkat kemudian mengakhiri panggilannya
"Dasar singa es" kata Amel kesal karena sikap Indra. Kemudian dia kembali masuk ke dalam kamar rawat bapaknya karena dia tadi harus keluar mengangkat panggilan dari Indra.
"Bagaimana keadaan Bapak, sudah baikan?" Tanya Amel saat masuk dan melihat Bapaknya sedang makan yang disuapi oleh mamanya
"Iya nak, Bapak sudah sembuh" jawabnya dengan tegas
"Ohiya kapan kamu balik ke Jakarta?" Tanya Bapaknya
__ADS_1
"Kalau Bapak sudah sehat, Aku juga sudah minta izin sama pak bos" jawab Amel
"Bapak sudah sembuh, dokter tadi bilang Bapak sudah boleh pulang besok" kata Imron
"Alhamdulillah" kata Amel senang
"Ohiya Bapak dan Mama akan ikut dengan kamu untuk sementara ke Jakarta" kata Imron lagi
"Memangnya ada apa pah... Aku baik- baik saja kok di sana, Bapak tidak usah cemas" tanyanya lagi
"Iya bapak percaya kamu bisa jaga diri. Tapi bapak mau ikut ke Jakarta mau ketemu sama calon besan sambil membicarakan rencana pernikahan kalian" jawab Imron
"Apa?" Kata Amel kaget
"Ada apa?" Tanya Imron
"Ti... tidak Pah" jawab Amel mengelak
"Apa tidak secepat itu membahas tentang soal pernikahan kami?" Tanya Amel. "Kan bapak harus banyak istirahat dulu" lanjutnya lagi
"Tidak nak, ini tidak cepat kalau bisa bapak sama mama maunya kamu menikah besok" katanya sambil ketawa
"Bapak...." kata Amel yang kesal dengan ucapan bapaknya
"Hehehe tidak, bapak bercanda saja"
"Tapi bapak tetap ikut dengan kamu ke Jakarta. Lagi pula bapak sudah sehat" katanya lagi
" Baik kalau itu mau bapak" jawab Amel.
****
Keesokan harinya Bapak Amel sudah pulang ke rumah mereka kemudian bersiap- siap ke Jakarta
"Apa kita tunda saja keberangkatan kita hari ini?" Tanya Amel kepada mama dan bapaknya
"Memang ada apa nak" Tanya Fatma
" Sebaiknya Bapak istirahat saja dulu, besok kita baru berangkat" jelas Amel dan diangguki oleh ibunya
"Iya pah, kata Amel ada benarnya. Bapak kan baru sembuh sebaiknya bapak istirahat saja hari ini" jelas Fatma kepada suaminya
" Tidak Mah... kita berangkat hari ini. Lagi pula Amel kan sudah harus masuk kerja" jelasnya
"Tidak kok Pah, Amel sudah minta izin sama bos" jawab Amel
"Tidak nak sebaiknya kita pergi hari ini. Lebih cepat lebih baik untuk ketemu sama calon besan" jelas Imron lagi
"Baik kalau itu mau bapak" kata Amel sambil yang sudah menyerah dengan Bapaknya.
Mereka pun berangkat ke Jakarta dengan menggunakan bis. Sesampainya di terminal mereka langsung bergegas ke kos Amel dan mereka memilih untuk beristirahat karena sudah malam.
__ADS_1
"Drrttt.... drrttt"
Amel bergegas bangun dari tempat tidurnya ketika mendengar alarm nya berbunyi, kemudian dia bergegas ke kamar mandi untuk mandi.
Setelah mandi dia kemudian mengambil air wudhu untuk shalat subuh. Dan dia pun bersiap- siap ke kantor dengan balutan baju yang terlihat cantik setelah menempel ditubuhnya
"Ternyata Aku tidak terlalu jelek juga" katanya sambil ketawa saat melihat tubuhnya di depan cermin sambil memutar- mutar badannya ke kanan dan kekiri dengan bergantian.
Setalah dia sudah siap, dia pun berniat untuk membuat sarapan, tapi ternyata sudah ada mamanya terlebih dulu menyiapkan sarapan
"Kenapa mama yang masak? Kan Amel bisa" tanya Amel kepada mamanya
"Tidak apa-apa nak, lagi pula sudah lama mama tidak pernah buatkan sarapan untuk putri mama yang cantik ini" kata Fatma yang menggoda Amel
"Mama bisa saja" jawab Amel
"Yasudah ayo makan" kata Fatma kepada Amel
"Iya Mah. Ohiya Bapak mana kenapa tidan ikut sarapan" tanyanya lagi
" Bapak kamu masih tidur, mungkin dia masih lelah. Kamu makan saja dulu" kata Fatma
"Iya mah" jawab Amel sambil duduk untuk sarapan.
Setelah sarapan dia pun bergegas berangkat kerja.
"Saya berangkat dulu mah. Assalamu'alaikum" kata Amel kepada mamanya lalu mencium punggung tangan mamanya itu
"Iya nak wa'alaikumsalam. Hati-hati di jalan" jawab Fatma.
Sesampainya dikantor, Amel langsung menuju ke meja kerjanya. Tidak lama kemudian Indra pun sudah sampai di kantor. Seperti biasanya dia terlihat sangat dingin.
Namun, bukannya menuju ke ruangan kerjanya dia lebih memilih ke meja kerja Amel. Dia menghampiri Amel, sontak para karyawan terkejut melihat pemandangan yang tidak biasanya terjadi.
"Tenyata kamu belum lupa tugas kamu" kata Indra kepada Amel saat sudah berada di dekat meja Amel
"Iya pak Aku masih mengingatnya" jawab Amel cuek.
"Bagaimna keadaan Bapak kamu?" Tanya Indra lagi yang masih memasang wajah datarnya namun sebenarnya dia peduli
"Sudah baikan" jawab Amel singkat. Membuat Indra sedikit tersenyum karena lucu melihat sikap Amel terhadapnya yang belum bisa memaafkannya. Setelah itu dia beranjak pergi dari meja Amel dan bergegas menuju ke ruang kerjanya
Dan tidak jauh dari mereka ada tatapan yang ingin membunuh sedang melihat kearah mereka, yang tidak lain adalah Ririn. Dia terlihat kesal melihat Amel karena mendapat perhatian lebih dari bosnya sedangkan dia sendiri sudah berusaha mendapatkan perhatian bosnya itu, namun tidak pernah berhasil. Dia pun berjalan mendekat ke arah Amel, dan......
"Plaaakkkk" Suara tamparan Ririn ke Amel yang menjadi tontonan orang yang ada disana
"Dasar cewek ganjeng" kata Ririn kepada Amel. Namun Amel tidak menggubrisnya
"Tidak tahu malu, berani-beraninya kamu menggoda pak bos" lanjutnya lagi. Namun, tiba-tiba...
"plaaakkkk"
__ADS_1
#Jangan lupa vote, like, and saran yang membangun🙏
^_^