Jodohku Masa Laluku

Jodohku Masa Laluku
Terbaring Lemah


__ADS_3

Indra lalu berdiri dari tempat duduknya hendak memberikan kabar kepada Jay. Karena Jay sudah menganggap Irna sebagai ibu kandungnya sendiri.


"Halo" ucap Jay dari seberang telfon.


"Aku ada tugas buat kamu, segara cari rumah untuk kita tinggal!" titah Indra.


"Tapi ada apa ... kok tiba-tiba?" tanya Jay kebingungan.


"Laksanakan saja yang aku minta! Nanti aku ceritakan sama kamu," ucap Indra, "dan segera bereskan semua barang-barang setelah kau sudah dapat rumah yang ku perintahkan." Jelasnya lagi dan diangguki oleh Jay.


"Baik, Tuan" jawab Jay mengerti


"Oh iya ... setelah semuanya beres, kau ke rumah sakit" lanjut Indra.


"Tuan sakit?" tanya Jay sedikit cemas.


" Bukan, tapi Bunda."


"Kenapa bisa, terus bagaimana keadaan Bunda sekarang, Tuan?" tanya Jay lagi yang terdengar khawatir.


"Nanti aku jelaskan, sekarang laksanakan perintahku!" ucap Indra sedikit kesal karena Jay yang dari tadi banyak tanya.


"Baik, Tuan" ucap Jay mengernyitkan dahinya.

__ADS_1


Indra lalu kembali ke tempat duduknya setelah menelfon assisten sekaligus sahabatnya itu.


"Kamu dari mana, Mas?" tanya Amel setelah suaminya sudah kembali


"Dari menelphon Jay untuk mencari rumah segera untuk kita tinggali" jawab Indra apa adanya. Amel mengernyitkan dahinya mendengar ucapan Indra.


Ia mencoba memberikan pengertian kepada suaminya itu, "Mas benar-benar mau keluar dari rumah?" tanya Amel.


"Bukan hanya aku, tapi kita semuanya, kamu, Bunda, dan Jay." jawab Indra


"Apa lebih baik kita mendengar penjelasan Ayah dulu. Pasti Ayah memiliki alasannya bukan?" ucap Amel mencoba memberikan pengertian kepada suaminya, karena ia tidak ingin melihat keluarganya harus hancur.


"Tidak! tidak ada lagi yang perlu kita dengar darinya," ucap Indra penuh penekanan. Amel pun diam setelah mendengar jawaban dari suaminya itu.


"Ceklek"


"Bagaimana keadaan bundaku, Dok?" tanya Indra cemas.


"Nyonya sekarang sudah membaik, dia terkena syok berat kondisi di mana tekanan darah turun secara drastis, sehingga terjadi gangguan aliran darah dalam tubuh. Untungnya dia segera di tangani, jika tidak saya tidak tahu apa yang akan terjadi. Syok dapat memburuk dengan cepat, maka penanganannya harus segera dilakukan. Jika tidak, syok dapat menyebabkan komplikasi bahkan kematian." Jelas Dokter. Indra dan Amel sedikit lega setelah mendengar kondisi bundanya sekarang.


"Terima kasih, Dok" ucap Indra, sikapnya yang dingin dan cuek tidak biasanya dia mengucapkan hal itu kepada orang lain, tapi saat ini ia benar-benar berterima kasih kepada dokter karena sudah menolong bundanya.


"Aku tidak melakukan apa-apa, Tuan. Ini semua karena pertolongan Allah. Aku hanya menjadi perantara untuk menolong ibu Irna" ucap dokter dengan tersenyum.

__ADS_1


"Kalau begitu aku pamit dulu, Tuan," ucap Dokter dan diangguki ole Indra, "mari, Non." lanjutnya lagi melihat ke arah Amel.


"Iya Dok. Sekali lagi terima kasih," ucap Amel tersenyun dan dibalas oleh dokter itu dengan tersenyum lalu meninggalkan tempat itu.


"Alhamdulillah, terima kasih ya Allah" ucap Indra dalam hatinya kemudian masuk ke dalam ruangan tempat bundanya di rawat, dan diikuti oleh Amel sedangkan pak supir sudah pergi.


Setelah berada di samping bundanya, Indra mengelus lembut tangan bundanya itu.


Melihat kondisi bundanya yang lemah, membuat kebencian terhadap ayahnya semakin menjadi-jadi.


"Bunda, bangun!" ucap Indra lalu mencium tangan bundanya, "ini semua gara-gara dia. Aku tidak akan memaafkannya" ucapnya dalam hati.


Amel yang ada di sana juga merasakan kesedihan yang sama terhadap Indra, ia tidak tega melihat ibu mertuanya terbaring lemah di rumah sakit.


"Aku tahu Bunda kuat, cepat sembuh yah." Ucap Amel dengan mengelus lembut rambut mertuanya.


.


.


.


*Hay readers! Apa kabar kalian?. Semoga baik-baik yah. Oh yah, jangan lupa dukung novelku ini. Saya sangat sangat sangat berterima kasih kepada kalian.

__ADS_1


Maaf yah jika up nya lama, karena aktiftasku bukan hanya menulis tapi aku juga disibukkan dengan tugas kuliah yang benar-benar padat, apalagi di pandemi ini semuanya serba online. Mohon untuk dimaklumi😟🙏. Ayo kita berdoa semoga semuanya cepat berlalu dan kita kembali beraktifitas seperti biasanya. Aamiin.


#Jangan lupa dukungan kalian dengan like, comment and poinnya yah*:)


__ADS_2