
****
Sedangkan di rumah Setiawan, Indra tidak bisa tidur karena masih memikirkan tentang perjodohannya dengan Amel, dia belum bisa percaya namun dia juga sangat bahagia.
Keesokan paginya dia bersiap- siap untuk ke kantor. Dia sangat terlihat tampan dengan jas yang melekat di tubuhnya itu. Setelah sudah siap, dia bergegas ke meja makan untuk sarapan
"Pagi nak, ayo makan" sapa Irna saat melihat Indra turun dari kamarnya
"Pagi bunda" jawab Indra lalu duduk di kursi makannya
"Wajah anak bunda pagi ini terlihat sangat cerah, kayaknya ada yang bahagia nih?" Kata Irna yang menggoda Indra. Namun Indra hanya menanggapi dengan senyuman
Setelah sarapan, dia langsung bergegas ke kantor
"Aku berangkat dulu Bunda" kata Indra lalu mencium dahi bundanya
"Iya nak" jawab Irna
Di perjalanan menuju kantor, Indra masih senyam- senyum yang membuat Jay jadi kebingunan dibuatnya. Sesekali Jay melirik ke kaca spion melihat tuannya itu yang dibelakang. Tapi Jay juga ikut bahagia saat melihat Indra bahagia seperti itu.
Sesampainya di kantor, dia bergegas menuju ke ruangannya. Saat dia melihat ke arah meja Amel dia belum melihat batang hidung gadis itu
"Kemana dia, kenapa belum datang juga" tanya Indra dalam hatinya lalu terus berjalan menuju ke ruangannya
"Tok... tok... tok"
"Masuk" jawab Indra
"Maaf pak, Aku hanya mau mengingatkan nanti ada meeting jam 09.00" jelas Eric saat sudah berada di dekat Indra
"Oke kamu boleh keluar" jawab Indra singkat
"Oh iya,,, Apa Amelia belum datang?" Tanya Indra
"Belum pak" jawab Eric
"Oke kamu boleh keluar" katanya lagi
"Baik pak" jawab Eric lalu meninggalkan ruangan Indra
Tidak lama kemudian Amel sudah sampai di kantor yang dibonceng oleh Andi yang merupakan salah satu karyawan di kantor Indra.
"Makasih" ucap Amel saat mereka sudah sampai
"Oke sama-sama" jawab Andi
Namun, tanpa mereka sadari sedari tadi ada sepasang mata yang sedang melihatnya dari jendela. Dia sangat marah melihat Amel berboncengan dengan laki- laki lain
"Ngapai dia berboncengan dengan laki-laki lain?" Gumam Indra yang kesal.
#FLASH BACK ON
"Drrrttt drrrttttt" suara alarm Alya berbunyi
Tiba-tiba Amel terbangun saat mendengar alarm itu dan ternyata sudah menunjukan jam 06.30.
"******, bakalan telat nih" kata Amel yang memukul kepalanya sendiri. Lalu dia bergegas menuju ke kamar mandi untuk mandi. Setelah mandi dia membangunkan Alya
"Al... bangun" teriak Amel di dekat kuping Alya
__ADS_1
"Apa sih Mel teriak- teriak" kata Alya kesal dengan suara seraknya ciri khas suara orang bangun tidur
"Pinjam baju kamu dulu dong" kata Amel
"Ambil sendiri tuh di dalam lemari" kata Alya lalu melanjutkan tidurnya
"Dasar kebo" kata Amel saat melihat Alya melanjutkan tidurnya
Setelah bersiap- siap dia segera ke kantor dengan buru- buru karena takut telat
"Bi, Aku ke kantor dulu. Sampaikan ke Alya saat dia sudah bangun" kata Amel saat melihat bi Ira
"Baik nona" jawab bi Ira
Lalu Amel dengan cepat berlari ke jalan raya untuk mencari kendaraan. Namun, tiba- tiba ada pengendara motor yang berhenti di depan Amel
"Kamu karyawan baru yang di perusahaan pak Setiawan kan?" Tanya laki- laki itu
"Eh iyaa. Maaf Kamu siapa?" Jawab Amel karena tidak mengenal laki- laki itu
"Oh iya, perkenalkan Aku Andi, Aku juga salah satu karyawan di perusahaan Setiawan" kata Andi memperkenalkan dirinya sambil menjulurkan tangannya
"Aku Amel" kata Amel membalas
"Ayo naik, kita sudah telat" ajak Andi
"Terima kasih, tapi Aku sedang menunggu ojek" kata Alya
"Ayo... jangan takut" kata Andi dan menarik tangan Amel untuk naik ke motornya dan Amel pun menerima tawaran Andi karena dia sudah telat. Kemudian Andi melajukan motornya menuju ke kantor.
#FLASH BACK OFF
"Bos memanggil kamu" kata Eric
"Kenapa?" Tanya Amel penasaran
Namun Eric tidak menjawab pertanyaan Amel, dia langsung pergi dari meja kerja Amel membuat kesal
"Ihhh di ajak bicara malah pergi" gerutu Amel lalu beranjak dari mejanya menuju ke ruangan Indra
"Tok...tok...tok..." ketuk Amel lalu masuk ke dalam tanpa harus mendengar jawaban Indra dari dalam sana
"Dari mana?" Tanya Indra sedikit marah
"Dari rumah pak" jawab Amel menunduk
"Kenapa terlambat" tanya Indra lagi
"Maaf pak, Aku tadi kesiangan bangunnya" jawab Amel
"Ini orang kenapa sih tiba- tiba berubah 180 derajat dari tadi malam?" Kata Amel membatin
"Siapa dia?" Tanya Indra
"Ahhh maksud bapak?" Tanya Amel kebingungan karena tidak paham yang dimaksud Indra
"Shiiitt" ucap Indra kesal
"Siapa tadi yang bonceng kamu?" Tanya Indra
__ADS_1
"Bukan urusan bapak" kata Amel yang membuat Indra semakin kesal
"Siapa bilang ini bukan urusanku. Kamu itu calon istri Aku jadi semua tentang kamu menjadi urusanki" kata Indra dengan suara yang mulai meninggi
"Shiitt calon istri. Itu juga Aku terpaksa menerima perjodohan ini" kata Amel membisik namun Indra mendengarnya
"Kamu bilang apa?" Tanya Indra yang sudah mendekati Amel
"Ti... tidak" jawab Amel ketakutan
"Coba ulang kata-kata kamu tadi" ucap Indra
"Yang mana?" Tanya Amel pura-pura tidak tahu
"Kamu bilang apa tadi. Terpaksa?" Tanya Indra namun Amel tidak menjawabnya
"Jawab" bentak Indra yang sontak membuat Amel sangat terkejut dan matanya mulai berkaca- kaca
"Iya Aku terpaksa" teriak Amel
"Aku terpaksa menerima perjodohan ini karena tidak mau mengecewakan mama dan bapak. Aku tidak mau sakit yang kedua kalinya. Aku tidak mau kejadian 3 tahun yang lalu terulang dalam kehidupanku" jelas Amel yang sudah meneteskan air matanya.
Indra tidak bisa melihat Amel menangis seperti ini, dia kemudian memeluk tubuh Amel dan menjelaskan semuanya
"Maafkan Aku. Aku tidak bermaksud untuk membentak kamu" jelas Indra dalam pelukannya
"Aku tidak suka melihat kamu dekat dengan laki-laki lain apa lagi berboncengan seperti tadi" jelasnya lagi
"Soal masalah yang 3 lalu, itu hanya salah paham" jelas Indra
"Salah paham?" Kata Amel dari dalam pelukan Indra dia berusaha melepaskan diri namun tidak berhasil
"Salah paham apanya, Aku sudah punya buktinya. Aku sudah melihat semua foto kalian" jelas Amel yang semakin menangis karena mengingat kembali kejadian itu. Kejadian dimana laki-laki yang dia cintai telah bersama dengan wanita lain
"Itu tidak benar, Aku dijebak" jelas Indra lalu melepaskan pelukannya
"Maksudnya?" Tanya Amel yang tidak mengerti
"Begini, waktu itu Aku mendapat pesan dari nomor kamu untuk ketemu di cafe X setelah Aku sudah sampai disana, Aku tidak melihat kamu hanya ada Nadia di sana. Lalu dia mengajaku ke mejanya dan memberiku minuman. Setelah itu kepalaku pusing dan tidak sadarkan diri lagi" jelas Indra
"Jadi itu bukan kemauan kamu?" Tanya Amel meyakinkan
"Iya bukan, dan lebih parahnya lagi dia sudah menyewa photografer untuk memotret" jelasnya lagi
"Kamu tidak bohong kan?" Tanya Amel mencari kesalahan Indra namun tidak menemukan celah kebohongan di matanya
"Mana mungkin Aku bohong. Aku bicara apa adanya" jawab Indra
"Maafkan Aku karena tidak percaya denganmu" kata Amel menyesal
"Sudahlah yang lalu biarlah berlalu dan sekarang kita buka lembaran baru dengan ikatan pernikahan" jelas Indra lalu memeluk kembali tubuh Amel
"Jangan membuatku cemburu lagi" kata Indra kepada Amel
"Iya. Maaf" jawab Amel
Tiba-tiba suara pintu terbuka
"Kleekkk"
__ADS_1