Jodohku Masa Laluku

Jodohku Masa Laluku
Celoteh Alya


__ADS_3

Di tempat lain Jay sudah sampai di tempat Anggita, dia segera menemuinya


"Plakk" suara tamparan Jay


"Kau kenapa tiba-tiba datang menamparku?" Teriak Anggita kesal


"Kenapa? Kamu pikir aku tidak tahu rencana licikmu terhadap non Amel?" Ucap Jay yang membuat Anggita menelan ludahnya karena ketahuan, tapi dia masih tetap membela dirinya


"Apa maksudmu, jaga bicaramu tuan Jay" ucap Anggita kesal dengan penuh penekanan


"Bawa dia masuk" ucap Jay dengan menjetikkan jarinya


"Mungkin kamu sudah paham setelah melihat dia" ucap Jay setelah orang suruhan Anggita untuk memata-mata di Rumah sakit sudah ada di depannya


"Ka..ka..kamu"ucap Anggita kesal bercampur dengan ketakutan, karena dia tahu betul Jay tidak akan memaafkannya


"Ternyata kau tidak secerdas itu nona!" Ucap Jay dengan ucapan sinisnya, Anggita hanya berdiri mematung sudah melemah


"Kau bodoh nona! Kau sudah tahu Tuan tidak pernah mencintaimu, seharusnya kau bersyukur karena sudah dianggap sahabat olehnya, tapi kamu berbuat kesalahan yang sangat besar" jelas Jay


"Ma..ma...af kan aku. Aku mengaku salah tapi tolong maafkan Aku" ucap Anggita memohon yang sudah menangis dan berlutut


"Maaf nona, kamu tahu kan Aku tidak akan mengampuni orang yang berbuat salah" tegas Jay


"Pergilah dari Jakarta dan jangan menunjukkan wajahmu lagi di hadapan Tuan"


"Dan ingat, orang tuamu akan menanggung semuanya" jelas Jay


"Aku mohon jangan libatkan orang tuaku" ucap Anggita sesenggukan


"Kau seharusnya bersyukur karena aku hanya membuat orang tuamu bangkrut, tidak sampai membunuhmu karena bagaimana pun juga kau pernah menjadi sahabat Tuan" jalas Indra


"Pergi sekarang!" Teriak Jay kemudian Anggita berdiri dan segera merapikan barangnya


*****


Di Kantor, Indra masih sibuk dengan pekerjaannya tapi tiba-tiba HP nya berdering


"Halo Ayah.." jawab Indra yang mendapat telfon dari Ayahnya


"Kamu dimana?" Tanya Hendra


"Masih di Kantor Yah" jawab Indra


"Cepat ke Rumah sakit, Ayah ada di sini" ucap Hendra


"Memangnya ada apa Yah, Amel kenapa?" Tanya Indra khawatir


"Amel baik-baik saja, tapi Ayah yang mau ketemu denganmu" jawab Hendra


"Cepat! Ayah tunggu" ucapnya lagi kemudian mengakhiri panggilannya


Indra yang baru saja mendapat panggilan dari Ayahnya segera pulang menuju ke Rumah sakit


Sesampainya di ruang rawat Amel, dia sudah melihat semua orang berkumpul


"Kenapa Yah?" Tanya Indra


"Kau ini, katanya pernikahan kalian mau di majukan" ucap Hendra

__ADS_1


"Terus?" Jawab Indra


"Makanya Ayah panggil kamu ke sini mau bicarakan hal itu" jelas Hendra


"Iya Ayah, apa yang mau Ayah sampaikan?" Tanya Indra


"Jadi, aku dan Imron sudah membicarakan soal ini, dan Kami setuju pernikahan kalian di majukan" ucapnya


"Ayah serius?" Tanya Indra senang


"Kau kira muka Ayahmu ini muka pembohong" tanya Hendra bercanda


"Tapi walaupun tanpa persetujuan dari Ayah aku akan tetap mempercepat pernikahan ini" ucap Indra bercanda juga


"Anak ini" ucap Hendra tertawa dan di ikuti oleh semuanya


"Jadi, pernikahan kalian akan dilangsungkan sehari setelah Amel keluar dari rumah sakit, kira-kira 3 hari kedepan" jelas Hendra


"Setuju" ucap Indra


"Baik kalau begitu Kami pulang dulu, mau mempersiapkan pernikahan kalian. Kamu jaga Amel" ucap Irna dan diangguki oleh Indra


Setelah semua orang pergi, Dia mendekat ke samping Amel


"Apa kamu senang?" Tanya Indra menggoda Amel


"Apa?" Jawab Amel


"Menikah denganku"ucap Indra


"Biasa saja"? Ucap Amel mengkilah


"Apa kepalamu masih sakit?" Tanyanya lagi


"Sudah tidak" jawab Amel


"Aku sangat takut waktu dokter bilang kepalamu terbentur sangat keras, aku pikir kau akan melupakanku" jelas Indra


"Bagus dong" ucap Amel bercanda. Indra yang mendengar ucapan Amel mengkerutkan dahinya


"Apanya yang bagus?" Tanya Indra bingung


"Yah bagus kalau aku melupakanmu, biar tidak ada lagi yang selalu nyakitin aku" jawab Amel


"Ceh, itukan karena kau yang salah paham" jelas Indra


"Salah kamu juga terus tebar pesona ke semua cewek, jadinya kan mereka mengejarmu" ucap Amel


"Bukan tebar pesona sayang,,, tapi aku emang ganteng" jawab Indra percaya diri


"Sayang,,,sayang,,,makan tuh sayang" ucap Amel yang kemudian memasukkan pisang di mulut Amel diikuti dengan ketawanya. Indra yang melihatnya tiba-tiba gemas dengan tingkah Amel, dan...


Cup


Dia mencium bibir Amel dengan cepat tanpa minta izin dari si empunya. Seketika wajah Amel berubah menjadi merah kayak tomat. Sedangkan Indra, dia merasa puas dengan senyum di bibirnya.


Kemudian suara pintu terbuka yang membuat Amel dan Indra melihat ke arah pintu


"Permisi pak, maaf pak mengganggu..." ucap Jay menggantung

__ADS_1


"Memang mengganggu" jawab Indra. "Iya kenapa?" Tanya Indra lagi


"Saya sudah mengurus Anggita, sekarang dia tidak akan macam-macam lagi" jelas Jay


"Anggita?" Tanya Amel penasaran saat mendengar nama wanita itu


"Aku akan jelaskan sayang" ucap Indra. "Baik kamu boleh keluar" ucap nya lagi, kemudian Jay keluar dari ruangan itu


"Kenapa Anggita?" Tanya Amel lagi


"Dia... dia orang yang bekerja sama dengan Ririn mau mencelakaimu" jelas Indra


"Apa? Jadi Anggita juga terlibat dalam kecelakaan ini?" Ucap Amel terkejut


"Iya sayang, tapi semuanya sudah di urus sama Jay" ucap Indra


Sedangkan di depan pintu masuk rumah sakit,


"Brukk"Jay tidak sengaja menabrak seorang perempuan


"Mas, kalau pake jalan itu pake mata" ucap wanita itu dengan suara yang sedikit meninggi karena kesal


"Maaf" ucap Indra datar kemudian beranjak pergi


"Malah pergi, lihat nih isi rantangku tumpah semuanya. Mas berhenti" teriak wanita itu namun Jay tidak memperdulikannya


"Sial" ucap wanita itu dengan kesal dan mengambil rantangnya tadi kemudian bergegas menuju ke ruang rawat melewati mata yang melihatnya tadi


Tok...tok...tok


"Masuk" jawaban suara dari dalam


"Hai Al" sapa Amel saat melihat Alya masuk


"Hai Mel, bagaimana keadaanmu?" Jawab Alya yang masih dengan muka kesalnya


"Seperti yang kau lihat, sudah membaik" jawab Amel


"Muka kamu kenapa ditekuk begitu?" Tanya Amel penasaran


"Dan itu apa?" Tanyanya lagi sambil melihat ke arah rantang yang dipegang Amel


"Itu... aku tadi ketemu sama cowok brengsek" jawab Alya kesal, Amel yang mendengarnya mengkerutkan dahinya


"Masa tadi dia menabraku pergi begitu saja tidak bertanggung jawab. Dasar cowok brengsek" lanjutnya lagi dan dia tidak memperdulikan Indra yang ada di antara mereka, Alya tetap saja melanjutkan celotehnya


"Dan lihat ini, semuanya tumpah gara-gara dia" lanjutnya lagi sambil menuodorkan rantang ke depan wajah Amel.


"Hahaha sabar Al" ucap Amel tertawa mendengar celotehan temannya itu.


"Eh Indra" ucap Alya cengegesan yang sudah sadar dengan keberadaan Indra


"Hmmmm" ucap Indra datar


"Ceh kamu persis dengan cowok yang menabraku tadi, sama-sama dingin" ucap Alya kesal karena dicuekin


"Kamu kok kayak dendam banget sama cowok itu?" Ucap Amel


"Bagaimana tidak, coba kau bayangkan dia menabraku di depan umum lalu pergi begitu saja, disana banyak orang yang melihat kan Aku malu dilihatin begitu" jelasnya lagi dan membuat Amel tertawa lagi, sedangkan Indra hanya menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


:)


__ADS_2