Jodohku Masa Laluku

Jodohku Masa Laluku
Tidak Merasa Bersalah


__ADS_3

"Ting"


Pesan masuk dari ponsel Indra, ia pun segera meraih ponselnya itu dan dilihatnya pesan masuk dari Jay yang mengirimkan gambar rumah barunya.


Jay:


"Apa Anda suka dengan rumah ini?"


Dari gambar itu terlihat rumah lantai 3 bak istana, pagar yang menjulang tinggi, taman yang sangat luas, kolam renang untuk bersantai, lantai yang terbuat dari marmer, dan keindahan-keindahan lainnya. Dari foto tersebut tidak jauh beda dari rumah sebelumnya.


Indra:


"Good. Segera ke rumah sakit jika semuanya sudah beres".


Jay:


Baik.


Indra sangat puas dengan pekerjaan Jay, karena sudah tahu seleranya.


****


Di tempat lain, wanita misterius itu sangat senang mendengar kondisi Irna, karena bisa menjadi kesempatan emas untuk melenyapkan Amel. Ia mendapatkan kabar ini dari orang mata-matanya.


"Dengan ini semua orang akan lengah karena lebih fokus dengan keadaan Irna, dan balas dendamku akan terbalaskan." Ucap wanita itu dalam hatinya dengan senyuman licik terukir di wajahnya.

__ADS_1


****


Pukul 14.00 di rumah sakit, Indra dan Amel masih setia menunggu bundanya untuk sadarkan diri. Tapi, tiba-tiba Indra harus kembali ke kantor karena mendapatkan panggilan dari assistennya.


"Kamu tidak apa-apa aku tinggal sendiri?" tanya Indra memastikan.


"Iya, Mas. Nanti aku kabari Alya dan memintanya untuk temani aku," ucap Amel tersenyum, "baiklah, aku pergi dulu. Aku titip bunda yah." Ucap Indra pamit lalu mencium kening istrinya sebelum benar-benar meninggalkan tempat itu.


Setelah kepergian Indra, ia mencari ponselnya untuk menelphon Alya karena dia merasa suntuk di sana tanpa teman.


"Halo, Al. Kau ke rumah sakit sekarang!" Ucap Amel to the point saat telphon sudah tersambung.


"Ha? Siapa yang sakit?" tanya Alya terkejut, "Bunda ... buruan cepat ke sini!" Jawab Amel yang terdengar tidak sabaran. Alya yang mendengarnya jadi kalang kabut karena khawatir apalagi setelah mendengar suara Amel seperti itu.


Amel kemudian kembali terfokus dengan keadaan mertuanya, "Bunda yang kuat yah. Cepat sembuh, Bun." Ucap Amel sambil menggenggam tangan mertuanya.


Sedangkan di jalanan, Alya terlihat cemas. Pikirannya masih mengambang apa yang terjadi sebenarnya.


"Astaga ... Bunda di rawat di rumah sakit mana, kan Amel belum memberitahuku, " ucap Alya menggerutuki kebodohannya lalu meraih ponselnya untuk bertanya kepada Amel.


"Eh tunggu, kan keluarga Indra punya rumah sakit, pasti Bunda dirawat di sana." Ucap Alya yang dari tadi ngoceh sendiri lalu melajukan mobilnya menuju ke rumah sakit.


Sesampainya di rumah sakit, lagi-lagi ia menggerutuki kebodohannya karena tidak bertanya ruangan Irna dirawat. Ia dengan segera bertanya ke receptionis untuk memastikan keberadaan Irna apa benar di rawat di rumah sakit ini.


"Ceklek"

__ADS_1


"Amel," ucap Alya dengan ngos-ngosan setelah berada di dalam ruang UGD, "Alya ... kau kenapa? Kayak di kejar-kejar setan saja." Celetuk Amel saat melihat Alya.


"Hm ... aku tadi buru-buru sampai di sini saat mendengar suaramu. Bunda kenapa? Dia baik-baik saja kan?" tanya Alya beruntun.


"Iya dia sudah di tangani oleh dokter, cuman sampai sekarang Bunda belum juga sadar." Ucap Amel sedih.


"Alhamdulillah kalau Bunda baik-baik saja," ucap Alya lega mendengar jawaban Amel, "tapi kenapa kau tadi di telephon terdengar cemas dan memintaku ke sini cepat-cepat?" Tanya Alya penasaran.


"Oh ... tidak apa-apa. Aku bosan sendirian di sini jadi aku memintamu ke sini cepat," ucap Amel dengan santainya tanpa merasa bersalah, "astaga Mel ... aku kira Bunda kenapa-kenapa jadi aku buru-buru ke sini," ucap Alya sedikit kesal. Sedangkan Amel hanya cengengesan memperlihatkan giginya.


Alya pun mendekat ke arah Irna dengan memperhatikan wajah Irna yang pucat dan tubuh lemah terbaring di sisi ranjang.


"Sebenarnya apa yang terjadi, Mel. Kenapa Bunda bisa sakit begini?" Tanya Alya penasaran.


"Ceritanya panjang. Nanti kau akan tahu sendiri." Jawab Amel. Alya yang mendengarnya mengernyitkan dahinya, tapi dia memaklumi karena tidak semua privasi Amel harus ia tahu terlebih- lebih masalah keluarganya sekarang ini.


.


.


.


Hay readers! apa kabar? semoga kita selalu senantiasa dalam lindungan-Nya. Oh iya ... jangan lupa dukungannya yah dengan cara like, point dan kritikan yang membangun.


Terima kasih :)

__ADS_1


__ADS_2