
Di sela-sela waktu menunggu Dokter untuk keluar, mereka semua menyempatkan waktu untuk berdoa kepada yang Maha Kuasa untuk keselamatan bundanya.
Tidak beberapa lama kemudian, dokter sudah keluar dengan segera mereka mendekat ke arah dokter untuk bertanya mengenai kondisi Irna.
"Bagaimana keadaan bundaku, Dok?" Tanya Indra, "Tuan, ikut aku." Ucap dokter yang menuju ke ruangannya dan diikuti oleh Indra.
Setelah berada di ruangan dokter itu, tanpa menunggu lama Indra bertanya kembali soal kondisi bundanya.
"Jadi bagaimana keadaan bunda?" Tanya Indra, "jadi begini Tuan ... kondisi Nyonya sudah kembali stabil, itu tadi detak jantung berhenti tiba-tiba." Jelas dokter kepada Indra.
"Alhamdulillah, terima kasih Dok sudah membantu bunda." Ucap Indra.
"Tapi ... dari syok berat yang diderita oleh Nyonya mengalami komplikasi, saya dengan berat hati mengatakan ini. Bisa jadi akibat dari syok berat ini akan mengalami gangguan pada otaknya." Jelas dokter yang membuat Indra terkejut mendengarnya. Ia tidak tega melihat bundanya terluka yang kesekian kalinya.
"Apa tidak ada cara untuk menanganinya?" Tanya Indra.
"Ada ... Nyonya bisa melakukan kemoterapi secara teratur," jawab dokter, "dan pastikan Nyonya tidak terlalu banyak pikiran atau mendengar berita yang akan membuatnya drop." Lanjutnya lagi dan diangguki oleh Indra.
"Baik, terima kasih." Ucap Indra lalu beranjak dari tempat duduknya dan keluar dari ruangan itu.
****
__ADS_1
"Bagaimana kondisi Bunda, dokter bilang apa?" Tanya Amel saat Indra gabung di sela-sela mereka.
"Tidak terjadi apa-apa, Bunda baik-baik saja." Ucap Indra, ia sengaja tidak memberitahukan kepada semuanya agar mereka tidak terlalu kepikiran.
"Alhamdulillah." Ucap Amel, Alya dan Jay bersamaan.
"Tapi kenapa dokter memanggilmu ke ruangannya?" Tanya Amel lagi, "oh itu ... dokter hanya menyarankan agar kita tidak memberikan berita kepada bunda yang dapat membuat kondisinya drop."Jelas Indra kepada mereka.
"Yasudah, ayo kita masuk," ucap Amel dan diangguki oleh semuanya dan mengikuti Amel untuk masuk ke dalam.
Mereka pun mendekat ke arah Irna dengan wajah sedih. Mereka tidak
"Bunda ... aku tidak kuat melihat Bunda sakit yang kesekian kalinya. Setelah Ayah mengkhianatimu, sekarang Bunda juga terbaring lemah di rumah sakit." Ucap Indra yang sudah berada di samping Irna dan menggenggam tangan bundanya.
"Bunda yang kuat ... kita selalu ada untuk Bunda dan tidak akan meninggalkan Bunda." Ucap Jay yang berada di sisi samping Indra. Jay sudah mengetahui semuanya karena Indra sudah menjelaskan semuanya saat di kantor tadi.
"Bunda cepat sembuh ... aku sayang Bunda, aku sudah menganggap Bunda sebagai ibuku sendiri." Lirih Alya dan mengingat kasih sayang yang telah diberikan Irna kepadanya.
"Cepat sembuh, Bun. Aku tahu Bunda wanita yang kuat." Ucap Amel dengan tersenyum. Ia berusaha tetap kuat meskipun sebenarnya ia juga merasakan kesedihan yang sama seperti yang lainnya.
Semakin malam semakin larut, mereka sudah merasakan kantuk di matanya.
__ADS_1
"Kalian istirahat di ruang sebelah, Bunda biar aku yang jaga," ucap Amel kepada mereka, "Tidak ... aku tetap di sini, kau saja yang istirahat. Kau pasti sudah capek kan seharian sudah menjaga Bunda." Ucap Indra.
"Tidak, Mas. Kau yang seharusnya istirahat," ucap Amel yang tidak mau kalah, "baiklah ... kita istirahat di sebelah, jika ada apa-apa panggil aku." Ucap Indra lalu mencium kening Amel lalu berganti ke pucuk kening bundanya.
Mereka bertiga pun keluar dari sana, dan Amel mengambil posisi ternyamannya untuk istirahat juga di kursi yang ada di sudut pojok ruangan.
****
Malam berganti pagi, Amel bangun dan beranjak ke kamar mandi. Namun, belum sampai di pintu kamar mandi ia melihat sesuatu yang bergerak. Yah, ia melihat jari telunjuk Irna bergerak.
Ia sangat senang melihatnya, tanpa menunggu lama dia memanggil dokter dan pergi membangunkan Indra, Alya dan Jay.
.
.
.
*Hay para readers! Jangan bosan-bosan yah baca novelku ini, aku hara kalian menyukainya. Maaf, aku sadar novelku ini masih memiliki banyak kekurangan.
Dan jangan lupa dukungannya yah, saya sangat sangat sangat berterima kasih kepada kalian*.
__ADS_1
:)