Jodohku Masa Laluku

Jodohku Masa Laluku
Sah


__ADS_3

Mereka kemudian beranjak dari kos Amel menuju ke rumah keluarga Setiawan. Namun di pertengah perjalanan, Irna berencana singgah di tokoh untuk membeli semua perlengkapan untuk besok.


Mereka di sambut dengan hangat oleh pegawai dan manajer yang ada di sana, karena kedatangannya yang secara mendadak membuat pegawai di sana gelalapan dan sibuk sejadi-jadinya untuk membantu mencari barang pilihan dari Istri Hendra Setiawan itu.


Irna juga dibantu oleh Fatma memilih belanjaan. Niatnya hanya sebentar tapi namanya juga wanita pasti memakan waktu yang lebih lama untuk memilih dan memilah yang mana cocok menurutnya.


Indra dan Hendra hanya bisa sabar menunggu Bunda dan Istri mereka yang sesekali melihat jam yang ada ditangannya.


"Bundamu itu, kalau lagi belanja suka lupa waktu" ucap Hendra, "seperti orang yang sudah satu tahun tidak pernah belanja" ucapnya lagi dengan ketawa yang diikuti oleh Indra


"Sabar Yah, namanya juga perempuan" ucap Indra


"Apa Amel juga seperti itu?" Tanya Hendra, "Setahuku Amel tidak begitu" jawab Indra


"Jangan-jangan dia bukan perempuan" ucap Hendra bercanda yang membuat Indra mengerutkan dahinya


"Bukan begitu, Ayah bisa lihat sendiri kan Amel orangnya bagaimana?, dia itu dari keluarga sederhana jadi mana mungkin bisa belanja sebanyak itu. Lagi pula Amel itu orangnya menghargai waktu, jadi tidak pernah menghabiskan banyak waktu untuk belanja" jelas Indra membela Amel


"Tapi beda lagi ceritanya jika pergi jalan-jalan atau nonton bioskop" ucapnya lagi sambil senyum-senyum mengingat Amel


"Sepertinya kau sangat mencintai Amel dan mengenal banyak tentangnya" ucap Hendra, "jelas Yah" ucap Indra bangga.


"Sudah Bunda?" Tanya Hendra saat melihat Irna sudah bergabung dengan mereka, "iya Yah, ayo kita pulang" jawab Irna dengan meperlihatkan belanjaan ke arah Hendra dengan tangannya yang sudah penuh belanjaan dan di susul di belakang Irna juga sudah ada Fatma dengan belanjaan yang banyak juga, yang semuanya dipilih oleh Irna


"Belanjaan sebanyak ini?" Tanya Hendra dengan menggelengkan kepalanya dan Irna hanya mengangguk


"Tapi ini bukan milik Bunda semua kok, Aku belikan untuk kalian juga, untuk Amel dan orang tuanya, untuk Jay dan Alya juga" jalaa Irna membela dirinya


"Terserah Bunda saja" ucap Hendra dengan senyuman di wajahnya melihat tingkah Irna," ini bantu angkat" ucap Irna yang menyodorkan barang belanjaannya ke wajah Indra yang sibuk dengan benda pipihnya, tapi Indra malah meminta bantuan kepada Jay dan menagngkat barang belanjaan ke dalam bagasi mobil.


****


Di Bandara Soekarno, Widya yang baru saja sampai langsung menuju ke kost Amel. Tidak ada yang mengetahui kedatangannya karena dia ingin memberika kejutan kepada sahabatnya.


"Tok...tok..tok"


"Apa Mama dan Bapak sudah pulang?" Tanya Amel penasaran, "Biar aku lihat dulu" ucap Alya dan diangguki oleh Amel


"Widya" teriak Alya saat membuka pintu dan yang dilihatnya adalah Widya


Amel yang mendengar teriakan Alya jadi penasaran dibuatnya dan melangkah menuju pintu

__ADS_1


"Siapa Al?" Tanya Amel sambil berjalan menuju pintu, namun tidak ada jawaban dari Alya.


"Widya?" Teriak Amel tidak percaya saat sudah berada di antara mereka


"Surprise" ucap Widya sambil merentangkan kedua tangannya dan mereka bertiga berpelukan


"Kenapa tidak bilang-bilang sih?" Tanya Amel yang sudah melepaskan pelukannya


"Kan surprise, kalau aku tanya kalian mau pulang kan bukan kejutan lagi" ucap Widya


"Kau bilang tidak bisa pulang, jadi kau membohongi kami?" Tanya Alya dan diangguki oleg Widya


"Dasar lu Wid, padahal Aku sudah sedih dari kemarin. Aku kira kau benar-benar tidak datang" ucap Amel


"Iya maaf hehehe" ucap Widya cengengesan, "Ayo berpelukan lagi" ucapnya lagi


****


Di rumah keluarga Setiawan, semuanya sudah pada sibuk. Pernikahan Indra dan Amel seharusnya dilaksanakan di rumah mempelai, tapi karena Amel hanya tinggal kost jadi akadnya di langsungkan di Hotel dan resepsinya di rumah keluarga Setiawan yang dilangsungkan pada malam hari. Jadi rumah mereka harus terlihat cantik dengan dekorasi.


Mereka ingin pernikahannya sederhana saja, jadi hanya mengundang kerabat dekat dan rekan kerja mereka.


Jam menunjukkan pukul 19.00 WIB, Irna dan Fatma sudah merasa lelah. Mereka duduk istirahat sejenak di ruang tamu sambil berbincang-bincang.


"Iya, sopir akan mengantar kalian" ucap Irna, "jangan lupa akadnya pagi, kalian akan dijemput besok pagi sama supir" lanjutnya


****


Sesampainya di kos, Fatma kemudian masuk ke kamar Amel untuk memberikan pakaian yang dibelikan oleh Irna untuknya tadi dan Alya


"Eh Mama sudah pulang" tanya Amel saat melihat mamanya di depan pintu


"Iya ini titipan dari Irna untukmu dan Alya" ucap Fatma, "eh ini siapa Mel?" Tanya Fatma saat melihat Widya


"Oh ini Widya Mah, teman Amel juga dia sengaja datang dari New York hanya untuk datang di pernikahanku" jawab Amel, "Widya Tante" ucap Widya memperkenalkan dirinya


"Iya nak, ya sudah lanjutkan ngobrolnya, Mama ke kamar dulu" ucap Fatma dan diangguki oleh mereka bertiga


"Punya aku mana?" Tanya Widya saat melihat Amel dan Irna membuka bingkisan dari Irna


"Kamu sih Wid pake surprise segala, jadinya tante Irna tidak tahu kalau masih ada teman Amel mau datang" ucap Alya

__ADS_1


"Sudah, ini ambil saja punyaku" ucap Amel, "tidak Mel, ini kan pemberian tidak baik pemberian dikasi ke orang lain. Aku punya baju untuk besok kok" ucap Amel


"Baiklah, ayo kita tidur" ucap Amel


****


Di kamar Amel, dia sudah terlihat sangat cantik dengan kebaya yang melekat di tubuhnya.


"Woww kau cantik sekali Mel" ucap Widya yang pangling melihat kecantikan Amel, "Iya Mel, pasti Indra makin klepek-klepek saat melihatmu" lanjut Alya


"Jadi kemarin-kemarin aku tidak cantik?" Ucap Amel, "cantik, tapi hari ini lebih cantik" ucap Widya


"Mel, jangan pernah lupakan kita yah?" Ucap Alya yang membuat suasana menjadi sedih


"Kau bicara apa sih, tidak mungkin Aku lupa sama kalian" ucap Amel kemudian mereka berpelukan


Tidak beberapa lama kemudian, sopir sudah datang menjemput Amel. Mereka kemudian menuju ke Hotel tempat akad pernikahan mereka.


Sesampainya di sana, Amel diiring masuk ke dalam tempat acara. Semua terpanah melihat kecantikan Amel. Begitupun dengan Indra, matanya tidak berkedip saat melihat Amel


"Ayo kita mulai acaranya" ucap pak penghulu. Indra sudah mandi keringat karena sangat nervous, sesekali dia menghela nafas yang panjang. Hendra yang melihat tingkah putranya hanya tersenyum.


Imron mengambil alih dan meraih tangan Indra dengan mengucapkan


"Bismillahirrohmanirrohim, saya nikahkan dan kawinkan engkau Indra Setiawan bin Hendra Setiawan dengan putri saya Amelia Purnama binti Imron Purnama dengan mas kawin emas 10 gram 24 karat dan seperamgkat alat sholat tunai" ucap Imron


"Saya terima nikahnya Amelia Purnama binti Imron purnama dengan maskawinnya tersebut tunai", "bagaimana para saksi?" Tanya pak penghulu


"Sah" ucap para saksi dan teriakan para hadirin yang ada di sana


Kemudian penghulu membacakan doa untuk pernikahan mereka. Semuanya terlihat bahagia bahkan banyak di antara mereka yang sampai meneteskan air mata bahagia.


.


.


.


.


#jangan lupa like, coment dan sarannya

__ADS_1


#Terima kasih :)


__ADS_2