Jodohku Masa Laluku

Jodohku Masa Laluku
Berduka


__ADS_3

"Mbak, istighfar ... ikhlaskan mas Imron, InsyaaAllah mas Imron sudah tenang di sana," ucap Hendra menenangkan Fatma


"Tapi, suami saya masih hidup, Mas," lanjut Fatma lalu memeluk suaminya dengan isak tangis, "Mas,l bangun ...  bangun, Mas," lanjutnya lagi dan mengguncang badan suaminya, namun tidak ada pergerakan dari si empunya. Fatma semakin hitsteris dibuatnya.


Hendra keluar dari ruangan itu berencana untuk memberitahukan kepada yang lainnya.


"Halo, Ndra. Bagaimana keadaan Amel?" Tanya Hendra pada putranya lewat telepon miliknya.


"Amel belum siuman, tapi sudah dipindahkan ke ruangan pribadi keluarga kita, Yah," jawab Indra, "Bagaimana kondisinya papa Imron, Yah" tanyanya lagi.


"Imron sudah tidak ada, Ndra?" Jawab ayahnya dengan suara melemah, "maksud ayah ... ," tanyanya menggantung karena tidak percaya dengan kabar yang didengarnya barusan.


"Iya, Nak. Imron sudah tidak ada, dia sudah dipanggil dengan Sang Pencipta," jelas ayahnya lagi.


"Innalillahi wainnailaihi roji'un," ucap Indra melemah karena sedang berduka,  kondisi istrinya saat ini masih melemah ditambah papa mertuanya telah meninggalkan mereka.


Pepatah mengatakan "sudah jatuh, tertimpa tangga pula" sama halnya yang dirasakan oleh Indra saat ini.

__ADS_1


"Kamu di sana saja jaga dan tenangkan Amel, biar Imron Ayah yang urus," ucap Hendra dan disetujui oleh putranya, dan mengakhiri obrolan mereka.


"Kenapa, Ndra?" Tanya Anggita dan Alya bersamaan setelah pembicaraannya dengan ayahnya berakhir. Iya, Anggita dan Alya saat ini berada didekat Indra saat dia menerima telpon.


"Papa Imron tidak bisa diselamatkan," jawab Indra dengan raut wajah penuh kesedihan.


"Innalillahi wainnailaihi roji'un," ucap Anggita dan Alya bersamaan, mereka pun merasa kehilangan karena selama ini ayah dari sahabatnya itu sudah mereka anggap sebagai ayahnya sendiri.


"Kamu dan Anggita lebih baik ke RS Airlangga sekarang, mama Fatma butuh kalian," ucap Indra dan disetujui oleh mereka. Tanpa menunggu lama lagi, mereka segera keluar dan berjalan menuju ke RS Airlangga.


"Sayang ... bapak sudah tidak ada, dia meninggalkan kita semua," ucap Indra lemah dengan tangan yang masih mengelus lembut rambut istrinya,


"Sayang, ayo bangun. Kamu mau kan melihat bapak untuk terakhir kalinya," ucap Indra lalu mencium kening istrinya dengan takzim disela tangisnya.


Jika ada yang melihat kondisi Indra saat ini, pasti tidak akan ada yang percaya bahwa dia Indra, sosok Indra yang dingin, cuek, arogan sekarang berubah menjadi sosok Indra yang lemah lembut.


Sedangkan di RS Airlangga saat ini situasinya belum kondusif, mama Fatma belum menerima kepergian suaminya. Ia menangis di dada suaminya dan berharap ada keajaiban, namun sepertinya semuanya hanya sia-sia.

__ADS_1


Anggita dan Alya yang baru saja tiba mencoba untuk mendekat dan menenangkan mama Fatma.


"Tante, aku turut berduka cita atas kepergian om Imron, yang sabar tante," ucap Alya, Fatma pun langsung memeluk tubuh Alya dengan erat saat mendengar suaranya.


"Om Imron sudah tidak ada, Nak. Dia sudah meninggalkan kita semua," ucap Fatma dibarengi isak tangis hitsterisnya.


"Iya, tante ikhlaskan yah kepergian om Imran. Jadi biarkan perawat ini membuka semua alat ini," ucap Alya mencoba membujuk Fatma, "jangan ... " teriak histeris Fatma dan menghalau perawat itu.


"Tante, dengarkan Alya ... Alya tahu bagaimana perasaan tante saat ini, tante pastinya belum siap untuk kehilangan om Imron. Tapi, apa tante tidak kasihan sama om Imron, dia sangat tersiksa dengan alat itu dan jasadnya harus segera diurus," jelas Alya lagi, Fatma mencoba mencerna semua penjelasan dari Alya.


"Tante setuju kan?" tanyanya lagi, dan akhirnya disetujui oleh Fatma.


Alya membawa Fatma keluar yang ditemani oleh Anggita, ia sengaja memberikan ruang untuk perawat itu melaksanakan tugasnya.


Di luar sana masih ada Hendra dan Roy yang setia menunggu mereka, keduanya merasa sedikit lega karena Alya dan Anggita berhasil membujuk Fatma. Terlihat di raut wajah Fatma penuh dengan kesedihan ditambah luka lebam akibat perbuatan penjahat yang menculiknya belum reda.


"Hal yang paling menyakitkan, ketika orang yang kamu sayangi meninggalkanmu"

__ADS_1


__ADS_2