
Ketika Indra sudah pulang dari Kantor, dia menemukan pemandangan yang tidak biasanya
"Apa yang terjadi?" Tanya Indra saat melihat Bundanya memeluk Amel yang tengah menangis. Mendengar suara Indra, mereka pun melepaskan pelukannya
"Itu... ada orang yang meneror Amel" ucap Irna, sedangkan Amel masih berdiri di tempatnya yang terlihat jelas masih cemas memikirkan isi pesan surat yang tadi di bacanya.
"Meneror?" Ucap Indra yang ingin memperjelas yang didengarnya barusan, "iya nak, ini ada surat kaleng yang ditemukan istrimu" ucap Irna yang memberikan surat itu pada Indra.
Indra sudah memulai membacanya, wajahnya seketika berubah berwarna merah dengan rahang yang sedikit mengeras karena sudah sangat emosi.
Dia meremas kertas itu lalu membuangnya dengan kasar setelah membacanya "Siapa yang berani mengusik keluargaku?" Ucapnya dengan geram.
Dia kemudian melihat ke arah Amel yang terlihat masih cemas dan mendekat untuk menenangkannya.
Dia membenamkan tubuh Amel kedalam pelukannya sambil mengelus lembut rambut Amel "Kau jangan khawatir, aku akan mencari pelakunya" ucap Indra yang menenangkan Amel, "Tapi aku takut sayang" ucap Amel, "Ada aku di sini, kau percayakan sama aku? Aku akan menemukan orang itu dan tidak akan memberikannya maaf" ucap Indra yang mengeraskan rahangnya karena emosi. Ditambah saat melihat ketakutan di mata istrinya, dia semakin emosi dibuatnya.
"Di mana Jay?" Lanjutnya lagi setelah melepaskan pelukannya
"Bunda memintanya untuk mengantar Alya pulang" ucap Irna, mendengar jawaban dari bundanya dia terdiam sejenak sembari memikirkan langkah apa yang akan dia ambil dalam menangani orang misterius itu.
"Ayo kita ke Kamar, kamu butuh istirahat" ucap Indra pada Amel yang diangguki oleh Amel.
Sesampainya di Kamar, Indra menemani Amel sampai ia tertidur karena Amel sempat meminta Indra untuk menemaninya tidur, lantaran ia masih takut.
"Jangan takut sayang, aku akan selalu ada di sampingmu" ucap Indra dengan membelai rambut istrinya yang sudah tertidur. Dia mengecup puncak kepala istrinya lalu beranjak untuk menelpon Jay
__ADS_1
"Halo, kau sudah di mana?" Tanya Indra
"Saya sudah di jalan pulang" jawab Jay
"Kau temui saya di ruang kerja kalau kau sudah tiba, ada hal yang penting untuk dibicarakan" ucap Indra lalu mengakhiri telponnya yang belum sempat di jawab oleh Jay.
Setelah menelpon Jay, ia pun beranjak ke ruang kerjanya untuk menunggu Jay. 15 menit kemudian, suara ketukan dari luar
"Tok...tok...tok"
"Masuk" jawab Indra dari dalam yang sudah mengetahui siapa yang datang.
"Ada yang bisa saya bantu?" Ucap Jay setelah masuk di dalam ruang kerja Indra
Mendengar penjelasan Indra, ia hanya bisa menganggukan kepalanya meskipun belum tahu apa yang terjadi sejak ia keluar tadi mengantar Alya pulang.
Dia pun duduk di samping Indra yang sudah terlihat gusar. Selain sebagai asisten pribadi Indra, ia juga sahabat Indra. Mereka sudah kenal sejak lama. Meskipun begitu, ia tetap harus bersikap sopan dan menghormati Indra.
"Apa sedang terjadi sesuatu?" Tanya Jay dengan suara sedikit melemah dan diangguki oleh Indra
"Ada yang meneror Amel, dia mengancam akan melenyapkan Amel" ucap Indra, "Kamu harus cari orang itu, jangan beri dia ampun" lanjutnya lagi dengan penuh penekanan
"Anda jangan khawatir, aku akan mengatasi masalah ini" ucap Jay, "siapa yang sudah berani berulah dengan si Singa es milik Amel" lanjutnya dalam hatinya.
Jay kemudian berlalu dari ruang kerja Indra, dia sudah siap menjalankan tugasnya. Tidak lama kepergian Jay, Indra juga keluar dari ruangan itu dan menuju ke kamarnya.
__ADS_1
****
Jay menelpon anak buahnya setelah ia mendapat arahan dari Indra tadi.
"Halo boss" jawab anak buahnya dari seberang sana
"Ada pekerjaan untukmu" ucap Jay
"Apa bos?"
"Arahkan yang lainnya untuk selalu stand by di rumah bos Indra" ucap Jay, "Jika ada yang mencurigakan gerak geriknya segera tangkap dia" lanjutnya lagi
"Siap bos" jawab anak buahnya, lalu Jay menutup telphonnya.
Setelah menggerakkan anak buahnya untuk berjaga-jaga, ia pun kembali menjalankan tugasnya mencari bodyguard untuk Amel. Tidak menunggu lama, apa yang ia inginkan sudah ia dapatkan.
Namun, tanpa jay ketahui pusat informasi dari sosok misterius itu berada di sekelilingnya. Yah, orang yang selalu memberikan informasi tentang aktivitas Amel pada sosok misterius itu merupakan salah satu anak buah Jay yang sedang berkhianat terhadapnya. Tidak ada yang tahu dan tidak ada yang mencurigainya, karena dia selalu bermain cantik.
.
.
.
Semoga kalian suka ceritanya:)
__ADS_1