
Indra berlari mencari keberadaan Amel. Dia melihat ke arah kanan dan ke kiri secara bergantian.
Namun, saat dia sudah melihat keberadaan Amel yang masih berlari diikuti dengan tangisannya, Indra melihat mobil dari belakang Amel.
"Amel awas!" Teriak Indra namun Amel tidak mendengarnya.
Indra segera berlari menuju ke arah Amel sambil berteriak saat sudah tidak jauh dari keberadaan Amel dan bersamaan mobil itu juga sudah berada di tepat belakang Amel.
"Amel" teriak Indra sekali lagi dan menarik dengan cepat tangan Amel, yang membuatnya kaget dan tersadar dari kesedihannya yang sedari tadi membuatnya melamun di tengah jalan.
Setelah mobil itu sudah pergi, Amel kembali sadar atas kejadian di Hotel tadi
"Lepaskan! Kenapa kau tolong aku ha?" Teriak Amel yang membuat Indra diam sejenak dan melepaskan genggamannya dari tangan Amel
"Maaf, aku minta maaf soal kejadian tadi" ucap Indra menyesal, "Untuk apa, bukannya kamu tidak percaya lagi sama aku?" Ucap Amel yang nampak masih kecewa
"Aku tidak bermaksud begitu, maafkan aku. Aku hanya tidak suka melihat kau dipeluk oleh laki-laki lain" ucap Indra, "minta maaf memang gampang, tapi apa kamu berpikir dengan perasaanku. Aku masih punya harga diri, mana mungkin aku melakukan hal serendah itu. Bagaimana mungkin kau berpikir aku selingkuh?" Tanya Amel yang meneteskan air matanya
"Iya aku percaya, maafkan aku" ucap Indra. Yang kemudian membenamkan kepala Amel kedalam pelukannya.
Isak tangisan Amel masih tedengar jelas di telinga Indra, "Sudah, jangan menangis lagi" ucap Indra kemudian menghapus air mata Amel setelah melepaskan pelukannya.
****
Di tempat lain, wanita itu terlihat kesal karena rencanannya untuk melenyapkan Amel kali ini gagal.
__ADS_1
"Tidak becus" ucap wanita itu dengan kesal, "maaf bos, tapi tiba-tiba dia diselamatkan oleh suaminya" ucap orang suruhannya yang membela diri.
Wanita itu kemudian pergi dan memikirkan rencana barunya.
"Kali ini rencanaku boleh gagal, tapi masih ada lain waktu untuk melenyapkanmu" ucapnya dalam hati dengan senyuman licik yang terukir di bibirnya.
Dia seketika terpikirkan dengan kartu yang dipakainya mengirim foto Amel ke nomor Indra tadi, Dia kemudian membuangnya karena dia tahu Indra pasti akan curiga dan mencari tahu di balik orang yang mengirimkannya foto.
****
"Ayo kita pulang" ajak Indra dan diangguki oleh Amel. Sedangkan Jay hanya mengikuti mereka dari belakang dan menuju ke mobil
"Kita singgah nanti di Kafe yang di depan" ucap Indra pada Jay saat mereka sudah berada di atas mobil, "baik pak" ucap Jay yang kemudian melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
Setelah sampai di sebuah Kafe, mereka disambut dengan hangat oleh pemilik kafe itu dan menuntun mereka ke sebuah ruangan privat di kafe tersebut.
Setelah pemilik kafe keluar dari ruangan itu, Indra seketika teringat dengan nomor yang tak dikenal mengirimkannya gambar.
"Kamu lacak nomor ini" ucapnya pada Jay dengan menunjukan nomor tersebut, "baik pak"jawab Jay yang kemudian beranjak dari tempat duduknya untuk menelfon seseorang melacak nomor tersebut. Namun, hasilnya nihil. Jay kembalu ke meja makan
"Maaf pak, sepertinya nomor itu sudah tidak aktif, mungkin pemiliknya sudah membuangnya untuk menghindar" jelas Jay yang masih memikirkan seseorang yang misterius itu
"Kenapa dengan nomor itu?" Tanya Amel penasaran karena dari tadi melihat ekspresi wajah Indra yang aneh, "tadi ada nomor tanpa nama mengirimkan foto ke aku" jelas Indra
"Foto?" Tanya Amel yang semakin penasaran, Indra kemudian memperlihatkan fotonya dipeluk oleh laki-laki yang menabraknya tadi. Amel sangat terkejut melihatnya dan berusaha menjelaskan ke Indra
__ADS_1
"Ini tidak seperti yang kau lihat, tadi...." ucap Amel yang kemudian dipotong oleh Indra, "kamu tidak perlu jelaskan lagi, aku percaya sama kamu" ucap Indra tersenyum
"Tapi siapa yang mengirim ini?" Tanya Amel penasaran, "Aku juga tidak tahu, mungkin orang yang tidak suka melihat kita bersama dan aku curgia ini rencana dia" jawab Indra yang masih memutar otaknya, tapi tiba-tiba pesanan mereka sudah datang
"Silahkan dinikmati Tuan, Nona" ucap pelayan itu dan diangguki oleh Amel dengan senyuman yang terukir di bibirnya.
Mereka kemudian menikmati hidangan yang ada di depannya. Amel menikmati dengan lahap karena perutnya sudah dari tadi berbunyi karena kelaparan
"Pelan-pelan makannya Mel" ucap Indra, Amel yang mendengarnya hanya cengengesan dengan mulut yang sudah belepotan. Indra hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah istrinya.
Setelah setelah selesai makan, mereka kemudian memilih untuk kembali ke Villa.
"Ayo kita pulang, besok pagi kita harus pulang ke Jakarta" ucap Indra, "pulang?" Tanya Amel yang kurang semangat saat mendengar ucapan Indra
"Iya pulang, kamu masih mau tingga di sini?" Tanya Indra dan dengan cepat diangguki oleh Amel, "Iya, kan kita belum pergi jalan-jalan" ucap Amel
"Baiklah, kita tidak jadi pulang besok. Kita akan pergi jalan-jalan" ucap Indra yang membuat Amel kembali bersemangat
"Dasar kamu, kalau jalan-jalan langsung semangat" lanjutnya lagi, "iyalah, kan dengan itu bisa menenangkan pikiran" ucap Amel yang cengengesan lagi.
"Yasudah ayo pulang" ajak Indra lagi. Mereka pun keluar dari kafe itu dan diikuti oleh Jay di belakangnya yang kemudian mereka kembali ke Villa.
.
.
__ADS_1
.