Jodohku Masa Laluku

Jodohku Masa Laluku
Kesalah Pahaman


__ADS_3

Anggita menuju keruangan Indra, di dalam Indra sedang bekerja dengan serius yang menatap laptopnya. Namun, tiba-tiba Anggita masuk tanpa mengetuk pintu terdahulu


"Indra..." teriak Anggita dari depan pintu lalu lari untuk memeluk pundak Indra. Indra yang diperlakukan seperti itu merasa risih


"Lepaskan tanganmu" ucap Indra yang berusaha melepaskan tangan Anggita dari pundaknya


"Ngapain kamu kesini?" Tanya Indra datar yang masih menatap layar laptopnya


"Mau ketemu kamu, aku kangen sudah lama kita tidak ketemu" jawab Anggita


"Apa kamu lupa atau bagaimana?. Kan baru kemarin kita ketemu" ucap Indra dingin


"Itu kan kebetulan saja kita ketemu di sana. Lagi pula, kemarin juga kamu tiba-tiba pergi begitu saja" ucap Anggita


"Ayo kita keluar jalan" rengek Anggita mengajak Indra dengan menggandeng lengan Indra


"Tidak, kamu tidak lihat aku sedang apa?" Jawab Indra sambil melepaskan tangan Anggita dari lengannya


"Kamu kenapa dingin sekali sama aku, apa karena perempuan itu?" Tanya Anggita kesal


"Perempuan yang kamu maksud itu adalah calon istri saya" jelas Indra


"Lebih baik kamu pulang, aku lagi sibuk" lanjutnya lagi


"Tidak... aku tidak mau pulang" jawab Anggita


"Anggi, lebih baik kamu pulang sekarang sebelum aku benar-benar kesal" ucap Indra


"Oke" jawab Anggita lalu pergi dari ruangan Indra dengan kesal.


Tanpa mereka sadari, ada sepasang mata yang sedang melihat ke arah mereka dari balik pintu. Amel cemburu melihat pemandangan didepannya ketika Anggita memeluk pundak Indra


Dia mengikuti Anggita menuju ke ruangan Indra dari belakang. Namun, saat Amel sudah berada di depan pintu, dia melihat pemandangan yang tidak menyenangkan. Kemudian dia pergi dari sana dengan tatapan kosong berjalan menuju ke meja kerjanya.


Dia tidak bisa habis pikir apa yang barusan dilihatnya tadi. Pikirannya sudah kacau, dia memikirkan apa yang terjadi antara Indra dan Anggita, karena dia memang tidak mendengar pembicaraan mereka dari luar


"Apa Indra selingkuh?"


"Apa dia sudah berpaling hati?" Ucap Indra dengan pemikirannya sendiri, kemudian dia menggelengkan kepalanya yang berusaha menghilangkan pikirannya itu lalu dia melanjutkan pekerjaannya.


Setelah jam istirahat, dia beranjak untuk makan siang di warung yang ada di seberang jalan depan kantor. Tapi, dia tidak sengaja bertemu dengan Andi di sana


"Hai Mel" sapa Andi


"Ehh Andi, kamu makan di sini juga?" Tanya Amel saat melihat Andi yang menyapanya


"Iya nih" jawab Andi

__ADS_1


"Apa aku boleh duduk?" Tanya Andi sambil menunjuk kursi yang ada di depan Amel


"Iya silahkan" jawab Amel


Sedangkan dari balik jendela ruang kerja Indra, dia sedang berdiri menatap ke jalan raya. Namun, wajahnya tiba-tiba berubah menjadi merah saat melihat Amel dan Indra sedang makan bersama di kantin yang di depan kantornya. Dia lalu mengambil ponselnya


"Halo Eric, suruh Amel ke ruanganku setelah jam istirahat berakhir" ucap Indra kepada Eric


"Baik pak" balas Eric, lalu Indra mengakhiri panggilannya


Dia masih menatap ke arah Amel dan Andi yang sedang ketawa di sela- sela obrolan mereka yang membuat Indra semakin geram dibuatnya


Setelah menghabiskan makanannya, mereka pun bergegas kembali ke kantor karena jam istirahat sudah hampir habis. Kemudian, mereka menuju ke meja kerjanya masing-masing


"Kamu dipanggil pak bos ke ruangannya" ucap Eric saat melihat Amel yang sudah ada di depan mejanya lalu beranjak dari meja Amel setelah menyampaikan tugasnya


"Mau ngapai dia?" Ucap Amel dalam hatinya. Karena dia malas ketemu dengan Indra setelah dia melihat Indra tadi bersama Anggita di ruangannya.


"Tok...tok...tok"


Ketuk Amel di balik pintu, karena tidak ada jawaban dari dalam jadi dia memilih untuk masuk


"Ada apa?" Tanya Amel ketus


Amel sangat takut saat melihat perubahan dari raut wajah Indra


"Lepaskan" teriak Amel yang berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Indra


"Maksud kamu apa?" Tanya Indra dengan penuh amarah


"Apa?" Tanya Amel yang masih belum mengerti maksud dari pertanyaan Indra


"Apa kamu sudah lupa perkataan ku?" Tanya Indra lagi


"Apa... aku tidak mengerti" jawab Amel yang sudah ketakutan


"Apa yang kamu lakukan dengan laki-laki itu?" Tanya Indra yang masih emosi


"Maksud kamu apa.. laki-laki siapa?" Tanya Amel yang masih belum mengerti


"Kamu ngapain dengan karyawan itu di warung sana?" Tanya Indra


"Kami hanya makan siang dan ngobrol sedikit" jawab Amel


"Hanya katamu?" Ucap Indra yang semakin emosi


"Iya memang itu kenyataannya" jawab Amel santai

__ADS_1


"Prakkk"


Indra melemparkan vas bunga yang ada di atas mejanya ke lantai. Tersontak hal itu membuat Amel ketakutan tapi dia mencoba untuk terlihat biasa-biasa saja


"Kamu kenapa ahh? Tanya Amel yang suaranya juga sudah mulai meninggi


"Kenapa tanyamu... kamu itu calon istri aku. Aku tidak suka melihatmu dekat-dekat dengan laki-laki lain" ucap Indra dengan volume suaranya yang tinggi


"Kenapa kamu melarangku. Ini bukan urusanmu. Aku mau dekat dengan siapa itu bukan urusanmu. Urus saja pacar barumu itu Anggita" teriak Amel yang sudah menahan air matanya


"Kamu bilang apa tadi, calon istri? Bukannya calon istri kamu itu Anggita"


"Apa maksud kamu?" Tanya Indra yang mulai menurunkan volume suaranya


"Sudahlah... kamu pikir aku tidak tahu semuanya" ucap Amel


"Kalau memang kamu lebih mencintai Anggita katakan, jangan bohongi Aku seperti ini" lanjutnya lagi dengan tangisannya


"Kamu batalkan saja perjodohan ini" ucapnya lagi


"Maksud kamu apa?" Tanya Indra kesal dengan ucapan terakhir Amel


"Maksud aku kalau kamu tidak bisa melanjutkan perjodohan ini, lebih baik kamu tanyakan saja sama Bunda dan Ayah. Kamu tanya mereka kalau kamu mencintai Anggita. Kalau kamu sayang dia" ucap Amel yang semakin menangis


"Maksud kamu apa, kenapa dengan Anggita. Kamu jangan bawa-bawa orang lain dengan kesalahanmu" ucap Indra


"Kesalahanku?. Iya ini adalah kesalahnku. Kesalahanku karena membuka kembali hatiku untuk kamu. Kesalahnku karena mempercayai semua ucapanmu. Kesalahanku karena sudah masuk di dalam kehidupan kalian. Kesalahanku karena sudah menjadi penghalang kamu dengan Anggita" jelas Amel yang sudah semakin menangis dengan ucapannya sendiri


"Apa maksud kamu Mel?" Tanya Indra karena dia benar-benar tidak tahu maksud ucapan Amel


"Sudahlah... Aku lihat semuanya tadi. Kamu memarahiku saat makan siang dengan Andi. Tapi, kamu sendiri tadi pagi berpelukan dengan Anggita. Apa kamu pikir aku tidak melihatnya? Aku lihat semuanya" uca Amel


"Kamu salah paham Mel" ucap Indra


"Salah paham apanya, Aku sudah melihatnya sendiri" ucap Amel yang masih meninggikan suaranya


"Kenapa kamu selalu mengambil kesimpulan dari apa yang kamu lihat saja, tidak pernah mendengar penjelasanku" ucap Indra kesal


"Sudahlah tidak ada yang perlu di jelaskan lagi. Aku sudah tahu semuanya. Aku tahu kamu mencintai Anggita" ucap Amel lalu berlari keluar dari ruangan Indra dengan tangisannya. Semua orang yang melihat Amel berlari kaluar dari ruangan Indra jadi bingung.


Sedangkan Indra yang masih berada di dalam ruangannya mengusap kasar wajahnya dengan kesal. Lalu dia keluar dari ruangannya untuk mengejar Amel


Amel berlari keluar dari kantor menuju ke jalan raya tanpa tujuan. Tiba-tiba ada mobil dari belakang dan....


"Brukkk"


^_^

__ADS_1


__ADS_2