
Mentari sudah terbit, pertanda malam sudah berganti menjadi pagi.
Saat Amel mau bangun dari tempat tidur, badannya sulit digerakkan. Ada sesuatu yang berat berada diperutnya, saat melihat ke arah perutnya dia kaget bercampur bahagia lantaran tangan Indra yang memeluk Amel.
Seketika dia mengingat kejadian tadi malam antara dia dengan Indra, kejadian yang sangat memalukan baginya.
"Hmmm sudah bangun?" Tanya Indra dengan suara serak ciri khas orang bangun tidur yang membuat Amel membuyarkan lamunannya.
"Iya" ucap Amel yang kemudian bergegas menuju ke kamar mandi. Indra yang melihatnya hanya bisa menggelengkan kepalanya, "Apa dia masih malu sama aku" ucap Indra sambil tersenyum saat mengingat kembali kejadian tadi malam.
Tidak lama kemudian, Amel sudah keluar dari kamar mandi, selanjutnya Indra menggantikannya masuk.
Amel turun ke bawah dan menuju ke dapur untuk membantu Bibi
"Biar aku bantu bi" ucap Amel saat sampai di dapur, "tidak non! Ini tugas bibi" ucap Bibi merasa tidak enak
"Ada apa ini?" Tanya Irna yang tiba-tiba datang, "tidak apa-apa Bun, Aku hanya ingin membantu bibi" ucap Amel
"Kamu memang anak yang rajin nak baik lagi" ucap Indra tersenyum dan di balas oleh Amel dengan senyuman pula
Di sela perbincangan mereka, tiba-tiba Alya dan Widya muncul yang sudah terlihat rapi
"Kalian mau kemana?" Tanya Amel penasaran, "oh ini Widya sudah harus kembali ke New York" ucap Alya
"Kok buru-buru pulangnya kita kan baru ketemu setelah sekian lama berpisah" ucap Amel, "Aku harus kembali Mel, karena ada tugas yang harus diselesaikan" ucap Widya yang membuat Amel jadi sedih
"Jangan sedih, kita akan menyusulnya dalam waktu dekat ini" ucap Indra yang tiba-tiba muncul, "nah dengar tuh suamimu" ucap Widya
"Kamu serius?" Tanya Amel untuk memastikan kemudian diangguki oleh Indra
"Sudah, ayo kita makan baru berangkat ke Bandara" ucap Irna, "Iya Bun" ucap mereka bersamaan kemudian menyantap sarapan.
__ADS_1
"Apa rencana kalian hari ini?" Tanya Irna kepada Amel dan Indra di sela-sela menikmati sarapan mereka
"Rencananya Aku dan Amel mau ke Bali setelah mengantar Widya ke Bandara" jawab Indra, sedangkan Amel yang mendengarnya jadi kaget karena sebelumnya dia belum pernah bicarakan ini dengan Indra
"Kenapa mendadak?" Tanya Amel, "Baru tadi dapat kabar, yah palingan 1 sampai 2 hari saja" jawab Indra dan diangguki oleh Amel
"Aku kira kalian mau pergi honey moon di sana" tanya Irna menggoda anak-anaknya, "salah satunya itu" ucap Indra santai yang tidak merasa bersalah. Sedangkan Amel yang mendengarnya jadi malu sama mertua dan sahabat-sahabatnya.
Setelah selesai sarapan, mereka kemudian berangkat ke Bandara
" Jay dimana?" Tanya Widya yang membuat semua orang heran. Karena sebenarnya dia sudah menyukai Jay sejak dia pertama kali bertemu kemarin di pernikahan Amel dan Indra, tapi Jay orangnnya cuek jadi sulit untuk ditaklukan.
"Dia sudah menunggu di luar" jawab Indra. Tanpa menunggu lama, dia dengan cepatnya menuju ke mobil untuk melihat wajah tampan Jay. Alya yang melihat tingkah Widya sedikit risih, karena dia tidak bisa pikir Widya bisa menyukai pria datar dan cuek seperti Jay.
Semuanya kemudian mengikuti langkah Widya yang sudah lebih dulu keluar.
Sesampainya di Bandara, mereka berpamitan kepada Amel
"Kamu jaga diri disana yah" ucap Amel yang matanya sudah mulai berkaca-kaca, "iya kamu juga" ucap Widya kemudian memeluk tubuh Amel dan diikuti oleh Alya
"Aku pasti akan merindukan kalian" ucapnya lagi," kami juga akan merindukanmu" ucap Amel lagi
"Kabari aku jika kau sudah di sana, aku akan menunggumu" ucap Widya kepada Amel dan diangguki oleh Amel
"Jay, kamu tidak ingin mengucapkan sesuatu?" Tanya Widya tapi Jay masih saja bersikap dingin, "hati-hati" ucap Jay datar.
Widya yang mendapat ucapan dari Jay sangat senang, tapi Alya tidak. Dia tidak suka dengan sikap Jay yang begitu dingin ke Widya.
Setelah ada pemberitahuan pesawat yang akan ditumpangi Widya sebentar lagi berangkat, dia kembali berpamitan kepada semuanya yang ada di sana kemudian masuk ke dalam. Amel dan Alya sangat sedih atas kepergian Widya.
"Ayo pulang, kita juga harus siap-siap" ajak Indra yang diangguki oleh semuanya dan menuju ke mobil.
__ADS_1
Sesampainya di rumah keluarga Setiawan, Indra dan Amel kemudian menuju ke kamarnya untuk mempersiapkan barang-barang yang akan di bawanya. Mereka akan berangkat jam 1 siang, sedangkan sekarang masih menunjukkan jam 10, jadi masih ada waktu 3 jam untuk bersiap-siap dan istirahat.
Di bawah ruang tamu, Alya pamit untuk pulang dan Irna meminta Jay untuk mengantar Alya
"Tante Aku pamit dulu" ucap Alya, "sebelum aku mengijinkanmu pulang, Aku mau kamu berhenti memanggilku tante, kamu bisa panggil aku Bunda" ucap Irna, "baik bunda" ucap Alya
"Kamu pulang akan diantar Jay" ucap Irna, "tidak Bunda, Aku bisa sendiri kok" ucap Alya yang menolak karena dia malas berada satu mobil dengan si pria dingin itu, "lagi pula Jay harus siap-siap karena dia akan ikut ke Bali" lanjutnya lagi
"Tidak boleh menolak! Kamu harus pulang diantar Jay, lagi pula keberangkatannya masih lama" ucap Irna dan dengan terpaksa Alya menuruti permintaan Irna
"Baiklah Bun" ucap Alya terpaksa. Jay yang ada di sana mendengar semua pembicaraan dua wanita itu, Dia kemudian keluar ke arah mobil karena dia sudah mengetahui tugasnya.
Alya kemudian pamit kepada Irna lalu mengikuti Jay dari belakang dan berniat mengambil posisi duduk di kursi belakang tapi dicegah oleh Jay
"Kamu ngapain" ucap Alya saat membuka pintu mobil belakang namun dihalang oleh Indra, "aku bukan sopirmu" ucap Jay dingin.
Mendengar ucapan Jay, dia terpaksa duduk di kursi depan dekat Jay, padahal alasannya ingin duduk di belakang karena dia tidak mau duduk dekat dengan pria dingin ini.
Setelah mengantar Alya sampai ke rumahnya, dia langsung pulang ke rumah keluarga Setiawan tanpa pamit dan tanpa basa basi. Alya yang melihatnya semakin kesal dibuatnya sambil mengepalkan tangannya sendiri seperti ingin memukul semakin geramnya.
****
Di tempat lain, ada seseorang yang tidak suka mendengar kabar pernikahan Indra dan Amel, dia berusaha mencari cara untuk menghancurkan pernikahan mereka.
"Apa ada kabar terbaru tentang dia?" tanya wanita itu kepada otang surihannya, "iya bos, dia akan ke Bali bersama suaminya hari ini" jelas orang suruhan wanita itu.
Wanita itu sangat marah dan ingin melenyapkan Amel. Dia sudah menyewa seseorang untuk mencari tahu kehidupan Amel untuk melancarkan rencannya menghabisinya.
.
.
__ADS_1
.
.