
Saat Amel mengingat semua masa lalunya dengan Indra, tidak terasa air matanya jatuh diujung matanya. Akhirnya diapun memutuskan untuk tidur karena haripun sudah malam. Dia telah melewatkan banyak waktunya hanya karena mengingat semua masa lalunya.
"Drrrttt Drrrrttt" suara alarm
Amel pun bergegas untuk bersiap-siap ke kantor karena hari ini adalah hari pertamanya untuk bekerja
"Hufftt semangaaat!" teriak Amel menyemangati dirinya sambil mengangkat tangannya keatas dengan tangannya mengepal saat mau berangkat bekerja.
*****
DIRUMAH SETIAWAN
"Makan dulu nak!" kata Irna tak lain adalah ibunda Indra saat melihat anaknya turun dari tangga
''Iya bunda," kata Indra
"Bagaimana pekerjaanmu di kantor?" tanya Hendra ayah dari Indra. Yah Hendra Setiawan merupakan ayah Indra, dia memiliki banyak perusahaan diberbagai kota bahkan diluar negeri. Dia telah mempercayakan perusahannya yang terbesar yang ada di Jakarta untuk Indra dan itu juga sudah menjadi milik Indra.
"Semuanya baik Yah, berjalan lancar," jawab Indra, "kalau begitu aku berangkat dulu, Bunda Ayah," lanjutnya lagi.
"Iya nak hati-hati dijalan!" kata Irna dan Hendra hanya tersenyum melihat anaknya itu yang sudah beranjak dewasa.
*****
Saat Indra sudah tiba dikantor, para karyawan menyambut kedatangannya dengan kepala menunduk dan senyum,
"Pagi, Pak," sapa salah satu karyawannya
__ADS_1
Namun Indra terus berjalan dengan wajah datarnya. Meskipun para karyawannya sudah mengetahui sikap Indra yang datar itu, tapi mereka harus tetap hormat kepada bosnya.
"Tok... tok... tok".
"Masuk!" jawab Indra dari dalam
"Maaf Pak saya hanya ingin menyampaikan jadwal Bapak hari ini jam 10.00 ada meeting dan jam 13.00 ketemu klien di restoran X," jelas Eric kepada Indra
"Baik, silahkan keluar!"
Saat Eric melangkahkan kakinya untuk keluar dari ruangan Indra
"Tunggu!"
"Iya pak, ada yang bisa saya bantu?" tanya Eric
"Iya pak, dia sudah datang dari tadi," jawabnya
"Hmmm oke kamu boleh keluar,"
Setelah Eric keluar, Indra senyum-senyum sendiri dalam ruangannya. Namun dia dikejutkan dengan seseorang
"Pagi, Tuan!" sapa seseorang dari dekat mejanya
"Oh Jay, kamu sudah datang dari Itali?" tanya Indra yang terkejut dengan kedatangan Jay
"Jam berapa kamu sampai?" tanya nya lagi.
__ADS_1
"Setelah dari bandara saya langsung ke sini menemui, Tuan," jawab Jay
"Baguslah, ternyata kamu belum melupakanku," ucap Indra dan itu membuat mereka sedikit tertawa.
Jay memang beberapa hari ditugaskan Indra untuk mengurus pekerjaan yang ada di Itali. Dia baru sampai ke Jakarta tadi pagi. Kemudian dia melaporkan semua pekerjaannya sejak dia disana.
"kamu bersiap-siap, 10 menit lagi ada rapat kamu juga ikut," ucap Indra.
"Baik, Tuan."
Kemudian mereka pun keluar dari ruangan Indra menuju ke ruangan meeting. Namun Jay terkejut saat mereka lewat di dekat meja Amel, dia belum yakin siapa yang dilihatnya
"Dia kan Amel? Ngapain dia disini? Ah tidak mungkin, kayaknya aku hanya salah lihat mungkin efek lelah dari perjalanan jauh," pertanyaan beruntun dalam hatinya.
****
Rapat berjalan dengan lancar, mereka pun keluar dari ruang meeting namun Jay masih bertanya-tanya dengan pikirannya yang dia lihat tadi. Melihat asistennya itu dari tadi melamun, Indra pun bertanya kepadanya
"Jay kamu kenapa?" tanya Indra. Meskipun Jay adalah asisten Indra namun dia sudah seperti keluarga karena sudah berapa tahun dia bekerja dengan Indra
"Tidak, Tuan. Mungkin aku hanya salah lihat tadi," jawab Jay
"Apa yang kamu lihat?"
"Itu, Tuan aku tadi lihat seperti nona Amel," jawabnya dengan ragu-ragu
"Memang dia," jawabnya santai. Membuat Jay semakin kaget dan tidak percaya karena yang dia tau Amel tidak mau berurusan lagi dengan Indra apalagi bekerja sama.
__ADS_1