Jodohku Ratu Kampus Yang Dingin

Jodohku Ratu Kampus Yang Dingin
11. Rasa Kecewa Terhadap Ben!


__ADS_3

Semua orang yang ada di ruangan itu kaget dan bertanya tanya tentang apa yang di bicarakan oleh Gabriel.


" Lo mau tau siapa yang ngerencanain pembunuhan itu? yang jelas sih bukan Sesil yang ngelakuin , Sesil gak bakalan membunuh orang yang dia sayang." Ucap Rasya.


" Hah dia pasti bisa tega juga kan, dia pasti sakit hati karena pacarnya lebih milih Riska dari pada dia, iya kan,... Sesil? " Ucap Gabriel yang berjalan mendekat kearah Sesil, kemudian menunjuk bahu Sesil.


" Emang gue sakit hati tapi gue gak membunuh. " Sangkal Sesil.


" Hah dasar tukang ngelak. " Ucap Gabriel.


" Gue gak ngelak ,tapi kalau di pikir pikir Riska meninggal karena dia gantung diri, bukan karena dia di bunuh. " Ucap Sesil.


" Dasar tukang ngelak, lo kan yang bunuh Riska. " Bentak Gabriel.


" GABRIEL!!!! " Bentak Ben yang membuat Gabriel tersentak kaget.


" Kenapa sih, kenapa kamu selalu bela pembunuh ini? " Tanya Gabriel kesal.


" Itu ngak ada hubungannya sama lo. " Jawab Ben.


" Ngak ada hubungannya dengan aku kamu bilang! " Ucap Gabriel tidak menyangaka dengan apa yang Ben katakan.


" Aku ini tunangan kamu.. " Lanjut Gabriel yang membuat yang lain kaget terkecuali Aldo.


" Parah banget lo Ben, lo udah punya tunangan masih juga ngejar Sesil. " Ucap Raka kecewa.


" Bener banget, parah banget lo Ben. " Saut Farhan.


" Lo bener bener b******* . bisa bisanya lo nglakuin itu! " Ucap Rangga geram yang langsung mencengkram baju Ben. di saat Rangga melakukan itu tidak ada yang mencoba untuk menghalangi yang ada hanyalah tatapan kecewa yang terpancar dari mata mereka masing masing.


" Gue bener bener kecewa sama lo Ben, gue kira lo cowok yang baik... ternyata gue salah. " Ucap Sesil merasa kecewa.


" Sesil gue sama dia ngak ada hubungan apa apa. " Ucap Ben glagapan.


" Gue bisa jelasin. " Lanjut Ben kemudian melepaskan paksa cengkraman Rangga kemudian bergegas menuju Sesil.


" Mau kemana lo? lo itu sudah ngak pantas buat ngejelasin semuanya ke Sesil. " Ucap Raka yang langsung menarik tangan Ben kembali ke tempatnya.


" Kalian semua bisa diam ngak sih.... " Teriak Ben.


" Gue ngak punya hubungan apa apa sama dia, gue sama dia hanya sebatas teman masa kecil dan mantan tunagan. " Lanjut Ben menjelaskan.


" Kalau kalian semua ngak percaya tanya sama Aldo. " Sambung Ben. semuanya pun seketika melihat ke arah Aldo dengan tatapan penuh meminta penjelasan.


" Yaampun.... ini masalah lo ngapain di jatuhkan ke gue sih. " Keluh Aldo.

__ADS_1


" Tinggal jawab susah banget sih. " Ucap Ben kesal.


" Yah.... Ben dan Gabriel emang ngak punya hubungan apa apa, dan sekarang Gabriel hanya mantan tunangan Ben. " Jelas Aldo merasa terpaksa.


" Ben mutusin pertunangan itu sudah sekitar lima bulan, tapi emang Gabriel yang ngak pernah terima dengan itu, hingga sekarang dia masih ngejar ngejar Ben dan masih beranggapan kalau Ben adalah tunagannya. " Lanjutnya merasa sedikit tertekan dengan tatapan Gabriel.


" Benar kan Briell? " Tanya Aldo pada Gabriel yang sudah merasa kesal mendengar semua penjelasannya


" Kalian..... bener bener ya....tapi gue masih yakin kalau Sesil itu pembunuh. " Ucap Gabriel mengalihkan pembicaraan.


" Ngak usah alihin pembicaraan lo. " Ucap Rasya.


" Lagian bisa juga kan lo maksa atau neror dia agar dia gantung diri. " Tebak Gabriel, Sesil kemudian menghela nafasnya berat.


" kalau hanya di buktiin dengan kata kata lo pasti gak akan percaya, kalau gitu gue kasih bukti sebuah rekaman vidio. " Ucap Sesil.


Sesil kemudian memutar sebuah vidio di latop nya, saat vidio telah tetputar terdapat dua orang wanita yang tengah berbicara, yang ternyata adalah Sesil dan Riska.


🎦 ⏸️


" Ada apaan sih Ris sampai kamu datang kerumah aku,biasanya gak pernah kamu datang kerumah kecuali di ajak, ini lagi suruh bikin vidio untuk apa juga." Tanya Sesil saat masih SMA KELAS 2.


Tiba tiba saja Riska langsung menangis dan memeluk Sesil, Sesil yang melihat itu langsung memeluk kembali dan mengelus kepala Riska dengan lembut.


" Aku takut Ses. " Jawab Riska.


" Udah... kamu tenang aja aku ada di sini, kalau gitu nangis aja dulu supaya lebih tenang. " Ucap Sesil.


" Sesil, hiks aku minta maaf hiks hiks ." Ucap Riska di sela-sela tangisannya.


" Kan udah aku bilang jangan dulu bicara, udah nangis aja dulu. " Ucap Sesil.


Setelah beberapa saat Riska pun berhenti menangis dan mulai bercerita.


" Sesil aku takut... " Ucap Riska.


" Takut kenapa?, Kevin jahatin kamu lagi? " Tanya Sesil.


" Engak tapi aku dengar dia bicara sama temenya kalau dia mau bunuh aku, aku takutt. " Jawab Riska yang sudah hampir menagis kembali.


" APA!!! BUNUH KAMU!!! " Teriak Sesil.


" iya, dia bilang katanya, Aku akan bunuh si Riska itu karena dia sudah tau rahasia ku dan jangan sampai dia mengadu lagi. Gitu dia bilang Sil. " Riska.


" Bahaya banget ni, pokonya kamu harus berhati hati Ris. " Kata Sesil.

__ADS_1


" Kalau gitu aku telfon Kevin dulu." Lanjut Sesil, Riska hanya mengangguk saja.


" Hallo Kevin aku mau ngomong sesuatu sama kamu. " Ucap Sesil saat telfon sudah tersambung.


" Hallo, kamu lagi di mana? Riska sama kamu kan? " Tanya Kevin.


" Engak, Riska gak sama aku kok. " jawab Sesil.


" Jangan bohong, pokonya kalau ada dia di situ bilang sama dia kalau aku akan nerordia terus. " Ucap Kevin yang kemudian langsung mematikan sambungan telfon.


πŸŽ¦β—€οΈ


" Jadi setelah seminggu dia di teror oleh Kevin akhirnya dia mengakhiri hidupnya. " Jelas Sesil.


" Hah, ternyata si b******an itu pelakunya, tapi bukan berarti gue gak akan balas dendam sama lo. " Ucap Gabriel.


Akhirnya Gabriel pergi meninggalkan cafe dengan perasaan penuh dendam, Kini cafe sudah mulai tenang dan para karyawan sudah mulai bekerja kembali dan para pengunjung sudah mulai berdatangan.


πŸ”†


Kini pagi pun tiba suara kendaraan dan orang yang berlalu-lalang pun terdengar jelas tapi tidak membuat Sesil terbangun dari tidurnya.


KRIIIIINGGGG KRIIINGGG


Sesil mematikan alaramnya dan langsung terduduk dengan wajah khas baru bangun tidur dan rambut yang acak acakan, Sesil turun dari tempat tidurnya dan berjalan kearah kamar mandi.


Sedangkan kini Rasya berada di depan pintu apartemen Sesil, Rasya mengetuk pintu dan memanggil Sesil berkali kali, karena kesal tidak mendapat jawaban dari Sesil akhirnya Rasya memutuskan untuk masuk kedalam.


Untungnya Rasya mempunyai kunci cadangan apartemen Sesil, saat sudah masuk kedalam apartemen, Rasya langsung mencari Sesil ke semua tempat tapi tetap saja Sesil tidak di temuakan.


Tinggal satu tempat yang Rasya belum periksa yaitu kamar Sesil, Saat sudah sampai di depan pintu kamar Sesil, Rasya memegang gagang pintu dan mendorongnya, betapa kagetnya dia saat pintu tidak di kunci.


" Dasar Sesil, dia tidak takut apa ada orang yang masuk ke dalam kamarnya tanpa izin. " Gerutu Rasya.


" Atau Sesil sudah ke cafe ya? " Lanjut Rasya yang bertanya pada dirinya sendiri.


Saat Rasya memutuskan untuk pergi dari kamar Sesil, langkahnya terhenti karena Rasya mendengar suara gemercik air, Rasya memutuskan untuk mengecek apakah Sesil sedang mandi atau bagaimana.


" Lagi mandi ya ini anak. " Gumam Rasya.


" Tapi kok airnya hanya mengalir aja gak ada suara yang lain? " Tanya Rasya pada dirinya sendiri. " Jangan jangan !." Lanjut Rasya kemudian langsung bergegas kearah kamar mandi.


" Sesil, sesil sesil, lo ada di dalam kan? " Tanya Rasya.


Karena tidak mendapat jawaban dari Sesil, Rasya langsung membuka pintu kamar mandi, lagi lagi pintu kamar tidak tidak di kunci,betapa kagetnya Rasya ketika melihat Sesil yang tergeletak berada di lantai kamar mandi, masih dengan pakaian tidurnya dan sower yang menyala.

__ADS_1


__ADS_2