
Ketika yang lain tengah berdebat Reskiya hanya meringkuk di dekat papan loncat dengan gemetar, karena Reskiya mempunyai fobia terhadap ketinggian, keringat dingin bercucuran bahkan kakinya sudah lemas tidak bisa untuk menopang tubuhnya saat berdiri.
"Ahhhh, gue mau turun... kapan mereka selesai berdebat sih!!" batin Reskiya merasa resah.
"Mau loncat tapi tinggi banget," gumam Reskiya.
Tidak lama kemudian tiba-tiba entah dari mana ada seekor laba-laba di tangannya dengan geli Reskiya membuang laba-laba itu, tapi bukannya pergi malahan datang lagi, kini bertambah menjadi tiga ekor dengan ukuran yang lebih besar, Reskiya mengusir para laba-laba itu berkali-kali.
Reskiya berusaha bagun agar bisa lari ke arah Alfin dan yang lainnya, tapi saat hendak berdiri kakinya terpeleset hingga kepalanya terbentur besi pembatas hingga berdarah, sekali lagi Reskiya berusaha untuk berdiri dengan benar tapi lagi-lagi Reskiya terpeleset lalu terjatuh.
"AAAAHHH.. Tolongggggg!!!!..." teriak Reskiya yang sontak membuat semuanya berbalik terkecuali Rangga yang tersenyum tipis.
"Reskiya!" panggil Alfin dengan spontan lalu berbalik.
Ketika mendengar suara teriakan Reskiya, Alfin langsung berbalik melihat ke arah Reskiya dan ternyata Reskiya sudah tidak ada di papan loncat dengan cepat Alfin langsung melihat ke bawah dan di liatnya Reskiya yang sudah terjatuh,nampak tubuh Reskiya sudah lemas, tanpa basa-basi Alfin lalu melompat.
"Eh! kenapa pandangan gue mulai buram? dan siapa yang menyusul gue untuk lompat? apakah Farhan? Josua? Aldo? atau... kak Alfin... ah, ngak mungkin dia," batin Reskiya lalu matanya perlahan terpejam.
__ADS_1
"Reskiya, entah kapan perasaan ini muncul, gue sebenarnya benci dengan gue yang seperti ini,.... gue ngak bisa kerja dengan becus karena di kepala gue hanya ada muka lo yang selalu terbayang di kepala gue," batin Alfin berusaha untuk meraih tubuh Reskiya.
Dengan sekuat tenaga Alfin berusaha meraih tubuh Reskiya, hingga akhirnya berhasil meraih tangan Reskiya kemudian menarik Reskiya kedalam pelukannya lalu menukar posisi menjadi Alfin yang akan jatuh ke dalam air terlebih dahulu.
Josua, Aldo, Farhan dan Rati hanya bisa melihat dari atas dengan wajah cemas, sedangkan orang yang berada di bawah merasa baper dengan apa yang di lakukan oleh Alfin pada Reskiya.
Tubuh Alfin menahan sakit saat bagian belakangnya terhantam dengan air dari ketinggian, Alfin berusaha untuk membawa Reskiya ke tepi, Farhan langsung melompat ke air saat Alfin dan Reskiya masuk kedalam air.
Tapi sebelum Farhan meraih Reskiya, Alfin sudah membawa Reskiya ke tepi, dengan cepat Alfin langsung membawa Reskiya menuju sebuah sofa, setelah itu langsung menghubungi dokter pribadinya.
Yang lainnya kemudian menghampiri dengan tergesa-gesa, beberapa menit kemudian dokter pribadi Alfin tiba lalu dengan tanpa basa-basi Alfin langsung segera menyuruh dokternya untuk memeriksa keadaan Reskiya.
Farhan menarik Alfin menjauh dari yang lain dengan wajah seriusnya, Alfin yang tengah khawatir dengan keadaan Reskiya tidak memerdulikan Farhan yang terus mengoceh tentangnya hingga Farhan mulai kesal, dengan emosinya yang sudah tidak bisa dia tahan, Farhan langsung memukul Alfin tepat di perutnya yang membuat Alfin langsung meringkuk kesakitan.
"Dasar bereng**k, gara-gara lo Reskiya jadi pingsan," ucap Farhan kesal.
"Lo pasti sengajakan bawa Reskiya ke atas supaya lo bisa celakain Reskiya lalu menolongnya untuk mendapatkan perhatiannya!" ucap Farhan ngegas sambil menunjuk-nunjuk wajah Alfin.
__ADS_1
"Apa yang lo maksud gue ngak ngerti, kalau mau berbicara pakai mulut jangan main tangan," ucap Alfin dengan tatapan tajamnya.
"Ngak usah sok polos lo, lo pasti tau kan kalau Reskiya itu fobia terhadap ketinggian," sahut Farhan emosi.
"Apa!!" Alfin terkaget dengan apa yang di ucapkan Farhan.
"Ngak usah sok kaget lo, lo pasti punya niat jahat kan sama Reskiya?" tanya Farhan emosi.
"Gue ngak tau ya apa yang lo maksud karena gue juga di beritau oleh orang untuk membawa Reskiya ke atas sana, lo juga tau kan!" jawab Alfin sudah terbawa emosi.
"Kalau gue emang punya niat jahat sama Reskiya, gue ngak bakalan repot-repot buat lompat, terus nelfon dokter pribadi gua buat periksa Reskiya," lanjut Alfin emosi.
"Ahhhh, lo buat gue pusing, gue buang banyak waktu buat denger ocehan lo dan gue ninggalin Reskiya di sana!" sambung Alfin mengacak rambutnya lalu pergi menuju Reskiya dan yang lain.
"Jangan pergi lo!" teriak Farhan kesal.
Alfin nampak khawatir saat tiba di tempat Reskiya dan yang lain, dengan segera Alfin bertanya pada dokter pribadinya tentang keadaan Reskiya saat ini.
__ADS_1