
Ratna kemudian duduk di atas kasur dengan santainya, lalu Bimo masuk dengan satu koper besar dan tas ransel berukuran besar di kedua sisinya, Bimo berjalan dengan lesu karena sudah kelelahan menaiki tangga.
"Oh Papah udah datang ya, taruh aja koper Mami di sana terus Papah beliin Mamah minuman dan makan ya, dan jangan lupa untuk anak dan menantu kita yang sepertinya habis olahraga," ucap Ratna, melihat ke arah Radit dengan senyuman yang semringah.
"Mah, Papah baru saja sampai loh! udah mau di suruh turun lagi?" tanya Bimo dengan wajah yang kasihan.
"Pah...., emangnya Papah ngak mau cepat-cepat gendong cucu apa?" tanya balik Ratna dengan tatapan tajam.
"Baik Mah, Papah carikan sekarang juga," sahut Bimo lesu lalu melangkah pergi.
Sedangkan Radit dan Sesil tengah membicarakan tentang sandiwara dadakan mereka yang akan mereka jalani saat ini juga, Ratna tersenyum melihat Radit dan Sesil yang nampak dekat dan juga melihat botol minuman yang di pegang oleh Sesil.
Sesil berbicara sambil meminum minuman milik Radit dengan santainya hingga pandangannya mulai buram dan tubuhnya seperti terasa aneh, tubuhnya mulai kepanasan dan Sesil mulai gelisah.
"Ada apa dengan tubuh gue , mengapa tubuh gue terasa panas dan tidak nyaman!" batin Sesil kini mulai menggenggam dengan erat lengan Radit mencoba menahan sesuatu yang bergejolak di dalam dirinya.
"Kamu kanapa?" tanya Radit khawatir.
"tolllong... panas...," ucap Sesil sedikit tertahan.
__ADS_1
"Ada apa dengan kamu kenapa tubuh kamu panas begini? apa kamu demam?" tanya Radit khawatir.
"Radit tolong gue... panass.." ucap Sesil kini mulai memasukkan tangannya ke dalam handuk kimono milik Radit, mulai memegang bagian dada Radit.
Tanpa aba-aba Radit kemudian langsung membawa Sesil kedalam kamar mandi lalu menyalahkan sower dan mengguyur seluruh tubuh Sesil, tapi tetap saja Sesil mulai kehilangan akal, Sesil menarik handuk kimono Radit hingga hampir terbuka menampakkan bagian perut ke bawah.
"Sepertinya Sesil memakan obat perangsang, lalu bagaimana ini, aku ngak mau mengambil kesempatan dalam kesempitan...., gue harus cari cara lain," batin Radit mulai pusing.
Sementara itu Ratna menggelengkan kepalanya di luar saat melihat sang anak yang langsung membawa Sesil kedalam kamar mandi.
"Anak muda jaman sekarang memang ya," ucap Ratna terkekeh pelan.
"Radit Mamah mau ke luar sebentar, jaga menantu mamah baik-baik ya sayang," sahut Ratna menggoda Radit.
Ratna kemudian pergi dengan senyuman yang terukir di wajahnya, saat membuka pintu Ratna berpapasan dengan Bimo yang hendak masuk ke dalam dengan beberapa kantung keresek di kedua tangannya yang berisi makanan dan minuman.
"Mamah mau kemana?" tanya Bimo bingung saat melihat sang istri yang keluar dengan senyuman yang terukir di wajahnya.
Tanpa menjawab pertanyaan dari sang suami, Ratna langsung merampas semua barang belanjaan milik Bimo lalu menaruhnya di dalam hotel dengan kecepatan kilat, kemudian membawa Bimo kedalam lift dengan tergesa-gesa.
__ADS_1
"Sebenarnya ada apa Mah?" tanya Bimo mulai gelisah.
"Anak sama menantu kita mau buatkan cucu untuk kita," jawab Ratna antusias.
"Beneran Mah!!" sahut Bimo tidak kalah antusias.
"Beneran dongg.. masa Mamah boong sih," sahut Ratna lalu masuk ke dalam lift.
**Kamar mandi hotel**
Radit terus menerus menahan kedua lengan Sesil agar tidak membuka handuk kimononya yang sudah hampir menampakkan juniornya, dengan terus menerus memperbaiki handuknya.
"Ayolah Sesil sadar jangan seperti ini terus... jika tidak aku tidak akan bisa menahannya lagi.." ucap Radit sambil menahan kedua tangan Sesil.
Sesil kemudian berdiri dari duduknya lalu melepas dengan paksa genggaman tangan Radit dengan paksaan Sesil langsung mencium Radit lalu mencubit belakang leher Radit agar Radit membuka mulutnya, karena cubitan itu berhasil membuat Radit membuka mulutnya hingga Sesil lebih memperdalam ciumannya sambil menekan kepala Radit.
Sesil kini mulai kehilangan akal sehatnya, perlahan Sesil menelusuri dari kepala hingga perut Radit membuat Radit tidak bisa menahan hasratnya lagi.
"Sayangku Radit main sama aku ya..." ucap Sesil dengan nada menggoda sambil berglayut manja di tubuh Radit yang sudah tanpa sadar bagian atasnya sudah terekpos.
__ADS_1