
Karena kesal di tinggal sendiri oleh mereka berdua akhirnya Yuna memutuskan untuk pergi dari rumah Radit saat hendak menaiki mobilnya Yuna berpapasan dengan Farhan yang baru saja turun dari mobil miliknya, Farhan menatap tidak suka ke arah Yuna tapi Yuna tidak menanggapinya dan langsung masuk kedalam mobil begitu saja, dan begitu pula dengan Farhan yang langsung masuk kedalam rumah Radit.
"Ngapain Yuna ada di sini? ah tapi itu sekarang ngak penting, yang terpenting sekarang adalah memberitau Radit tentang kaadaan Sesil." batin Farhan sambil mencari keberadaan Radit.
Sementara Farhan yang sedang mencari keberadaan Radit, Radit kini malah sedang di introgasi oleh Alfin tentang penyebab kenapa bisa sampai Radit terluka dan dengan senang hati Radit menceritakan semuannya dari awal ia mengajak Sesil hingga ia akhirnya di antar pulang oleh Farhan larut malam.
"Berarti saat ini Sesil sedang sakit dong?" tanya Alfin.
"Ya, dan gue ngak tau gimana ke adaannya sekarang," sahut Radit sambil menundukkan kepalannya lalu memainkan mulut gelas menggunakan jarinnya memutari mulut gelas tersebut.
"Kalau gitu tunggu apa lagi sekarang juga kita langsung ke sana," sahut Alfin yang langsung menarik lengan Radit.
"Sabar ..., ini jga mau jalan ngak usah narik narik napa, kaki gue masih sakit," sewot Radit.
"Yaudah cepetan," ucap Alfin tidak sabaran.
"Yaa ampun ternyata kamu di sini." Seketika perasaan Farhan langsung lega.
"Ngapain lo ke rumah gue, mana masuk ngak izin lagi," ucap Radit.
"Siapa lo? temennya Radit atau gimana?" tanya Alfin.
"Ya, salah lo juga kenapa coba lo ngak angkat telfon gue," sahut Farhan.
"Gue temennya Radit kak," jawab Farhan atas pertannyaan Alfin barusan.
__ADS_1
"Hahhh, langsung ke intinya aja," ucap Farhan lalu menghela nafasnya kasar.
"Gue sebenarnya ke sini buat nyampein kalau sebenarnya Sesil saat ini sedang dalam bahaya,"ucap Farhan.
"Apa!!!" teriak Radit dan Alvin kompak.
Hati Radit saat ini sedang risau, khawatir karena dirinya tidak bisa berbuat apa-apa dengan keadaannya yang saat ini, ia bahkan tidak bisa berbuat apa-apa disaat sesil membutuhkannya tapi untung saja dengan cepat Alvin memberikan solusi dan meminta penjelasan lebih tentang apa yang terjadi terhadap Sesil sebenarnya.
Kemudian Farhan pun menceritakan semuanya tentang kejadian hilangnya Sesil mulai dari awal Sesil tersadar dari komanya hingga tentang keberadaan Sesil saat ini.
"Semuannya berawal saat pukul 04:23 ...."
Beberapa jam yang lalu, di kediaman Bram..
Terlihat Sesil yang sudah mulai tersadar dari pingsannya dan tidak lama kemudian Sesil langsung teringat akan orang-orang yang mencoba untuk membunuhnya itu,lalu Sesil hendak turun dari ranjangnya dengan niat ingin pergi membalaskan dendamnya tapi niatnya terurungkan karena Reskiya dan seorang dokter masuk untuk memeriksanya.
"Ughhh, sakit," ringis Sesil memegang bagian dadanya.
"Maafin gue, gue ngak sengaja." Reskiya langsung menjauh lalu membaringkan Sesil kembali agar bisa di periksa oleh dokter.
Setelah di periksa Sesil meminta Reskiya dan dokter tersebut untuk keluar dari kamarnya dengan alasan ingin beristirahat dan tidak ingin di ganggu.Hanya selisih satu jam setelah Sesil diperiksa oleh dokter saat ia baru saja siuman. Dan di saat Reskia dan Rasya ingin memeriksa keadaannya mereka menemukan kamar Sesil yang sudah kosong melompong mereka sama sekali tidak menwmukan keberadaan Sesil saat mereka masuk.
"Ah mungkin dia sedang di kamar mandi membersihkan dirinya," pikir Rasya lalu duduk di tepi ranjang.
"Apa lo lupa kalau Sesil dalam jangka waktu dua minggu tidak di perbolehkan untuk mandi," ucap Reskiya.
__ADS_1
Lalu Reskiya segera mengecek kamar mandi dan saat Reskiya mengecek kamar mandi sama sekali tidak terdengar ada suara percikan air dari dalam kamar mandi, Rasya yang teringat akan kejadian waktu itu langsung bergegas membuka pintu kamar mandi seketika raut wajah Rasya langsung berubah menjadi khawatir.
"Ada apa Ras?" tanya Reskiya tapi tidak di perdulikan oleh Rasya, Rasya terus mencari setiap inci kamar Sesil tapi tidak kunjung di temukannya Sesil.
"Sesil lo di mana sihh!!" ucap Rasya masih mengecek barang barang milik Sesil mungkin saja ada petunjuk yang di tinggalkan oleh Sesil.
Mereka berdua sudah mencari ke segala arah tapi tidak kunjung menemukan keberadaan Sesil mereka berdua begitu panik sehingga mereka pun berlari keluar kamar Sesil hingga membuat keributan di seluruh ruangan.
Setelah Rasya menceritakan tentang kejadian yang ia lihat bersama Reskia semua orang yang berada di sana sangat panik terutama Bram yang takut jika Sesil diculik dan yang paling marah di sana adalah Arga yang langsung saja pergi berlari meninggalkan mereka semua setelah mendapat sebuah pesan singkat dari seseorang.
Lalu Farhan dan Aldo mulai mencari tahu tentang keberadaan Sesil. Raka,Rasya dan Rika menelpon dan mengirimkan pesan kepada Sesil tapi tidak kunjung di angkat atau pun di balas, Aldo dan Bram bertanya pada teman-teman yang sedang berada di kampus dan ternyata mereka tidak mendapatkan informasi apa pun, mereka semua sangat panik hingga Rika mendapat kabar dari Arga kalau sebenarnya Sesil sebenarnya pergi untuk membalaskan perbuatan orang-orang yang telah mencelakainya Waktu itu di sebuah gedung kosong yang berdekatan dengan markas Arga.
Bukannya mereka bertambah lega dengan kabar itu tapi malah menjadi khawatir karena Sesil baru saja siuman dari pingsannya dan luka bekas tembaknya juga belum kering, lalu tanpa basa basi lagi mereka pun langsung bergegas mengendarai kendaraan mereka masing-masing menuju lokasi Sesil saat ini tapi tidak dengan Farhan yang di tugaskan untuk memberi tahu Radit tentang masalah ini.
"Ya mungkin kira-kira kalau gue kasih tau lo bisa bantuin kita kita buat mencari informasi." Farhan berbicara dengan santainya.
"Capek juga gue cerita panjang lebar," keluh Farhan kemudian menghela nafasnya kasar.
lalu kemudian dengan secara tiba tiba Radit berjalan dengan cepat kearah Farhan kemudian langsung memukul pundak Farhan dan mengatakan sesuatu yang membuat Farhan dan Alfin terkaget.
"Gue bakalan ikut loh buat nyelamatin Sesil," Radit mengatakannya dengan percaya diri sambil menahan sakit karena tadi dia memaksakan dirinya untuk berjalan, mendengar ucapan Radit yang terdengar mustahil untuk di lakukannya dengan keadaannya saat ini membuat Alfin langsung memukul kepala Radit dengan cukup keras.
"Gue bakalan izinin lo buat bantuin selamatin Sesil tapi gue nggak bakalan ngizinin lo buat terjun langsung ke TKP, lo itu masih sakit!! lo aja nggak bisa jalan dengan bener gimana caranya lo buat ngelindungi orang yang lo sayang."Alfin merasa frustasi mempunyai adik seperti Radit.
"Apa lo pikir dengan ke adaan lo yang sekarang lo bakalan bisa lindungin Sesil? kalau lo tetap bersikeras buat ikut terjun langsung buat terjun langsung lo bakalan hanya menjadi beban bagi mereka semua," lanjut Alfin yang sudah menggunakan nada yang cukup tinggi.
__ADS_1
Mendengar ucapan Alfin barusan Radit berpikir sejenak memikirkan setiap kata-kata dari Alfin kemudian menjawab yang lagi-lagi membuat Alfin sangat emosi dan langsung menendang lutut Radit yang terluka hingga membuat Radit tertunduk meringis kesakitan.