
"Mingigir cepetan," teriak Arga seketika orang yang ada di bawah pun mendongak ke arah atas dan mendapatai Arga yang sudah mau mendarat tepat di hadapannya dan orang itu adalah Bunga yang tengah asyik berenang di kolam.
Bunga mencoba untuk menghindar tapi nasi sudah menjadi bubur, Arga memegang kedua bahu Bunga kemudian menenggelamkannya bersama dengan dirinya yang jatuh kedalam air, di dalam air Bunga langsung mendorong tubuh Arga lemudian lekas naik ke permukaan yang di ikuti oleh Arga.
"Dasar mesum lo, bisa-bisanya lo loncat tepat di bawah gue, lo pasti sengaja kan!" ucap Bunga kesal.
"Jangan asal nuduh lo, lo nya aja yang berenang pake nyelam segala, gue... gue kan jadi ngak tau kalau ada orang di kolam renang," Sangkal Arga, merasa gugub saat pandangannya melihat ke arah dada Bunga yang sedikit terekpos.
"Liat apaan lo?" tanya Bunga kemudian menutup dadanya menggunakan kedua tangannya.
"Dasar mesum," ucap Bunga kemudian menampar Arga dengan keras.
"Ha!! gue kayak ingat wajahnya ini cewek, tunggu dia kan si Singa Betina itu," batin Arga mengigat wajah Bunga seketika saat di tampar.
"Tunggu, gue kayak ingat muka lo......, gue ingat..., lo Arga si Kucing penakut kan? ngapain lo di sini?" ucap Bunga sambil menunjuk ke arah Arga dengan wajah senyum mengejek.
"Harusnya gue yang nanya gitu sama lo! lo ngapain di villa ini?" tanya balik Arga dengan wajah yang di buatnya tegas walaupun di dalam hatinya merasa gelisah setengah mati.
"Gue, tinggal di sini lah, kalau lo ngapain di sini?" jawab santai Bunga.
"Gue liburan lah,"
"Emangnya lo siapa sampe bisa tinggal di sini?" tanya Arga sambil mengusab-ngusab pipinya.
"Kepo banget lo jadi cowok," sewot Bunga.
"Jangan-jangan lo ada apa-apa ya di sini!" Arga menunjuk-nunjuk ke arah Bunga yang membuat Bunga kesal.
"Mau gue patahinya jari lo," ancam Bunga hendak membengkokkan jari telunjuk Arga.
"Patahin kalau berani!" tantang Arga dengan memberikan pelototan pada Bunga.
__ADS_1
Bunga yang sudah terpancing emosi kemudian mulai membengkokan jari telunjuk Arga hingga Arga menjerit kesakitan bahkan mengikuti arah putaran tangangan Bunga agar mengurangi sakitnya.
"Siapa suruh lo nantangin gue," ucap Bunga sombong lalu menghempaskan tangan Arga kasar.
"Tunggu lo bilang lo di sini tinggal kan? jadi lo anaknya Bi'Laras?" tanya Arga sambil mengelus-elus jarinya yang memerah.
"Berani banget lo sebut nama Ibu gue, mau di plintir tu mulut?" Bunga menjulurkan tangannya hendak meremas mulut Arga tapi dengan cepat Arga menahan lalu menarik Bunga hingga wajah mereka bertemu dengan jarak dekat.
"Ingat ya, gue bukan lagi kucing penakut yang dulu lagi sekarang gue adalah Singa yang ganas," ucap Arga dengan tegas yang membuat Bunga sedikit tersipu melihat wajah Arga dari dekat.
"Jadi lo adiknya kak Sesil ya, Arga yang penakut itu?" tanya Bunga semakin mendekatkan wajahnya.
"Iya, emang kenapa?" sahut Arga tambah memajukan wajahnya dan sedikit membusungkan dadanya hingga kini hidung mereka pun bersentuhan.
"Kucing penakut tetap menjadi Kucing penakut tidk akan pernah berubah,"
"Hah percumah bicara sama Singa betina kayak lo, ngak akan kelar-kelar," ucap Arga mendorong tubuh Bunga menjauh dengan wajah yang entah dia buat bagaimana.
"Idih,"
"Lo jahat banget sih jadi cewek!" ucap Arga sambil mengelus-elus dagunya yang tertanduk bibir kolam renang.
"Lo jangan kabur, tangung jawab dulu lo, jadi cowok ngak bertanggung jawab banget sih," sindir Bunga sembari berenang mengelilingi Arga.
"Apaan sih, emangnya gue apain lo sampe gue harus tangung jawab," ucap Arga kemudian menyelam mencoba kabur lewat bawah tapi dengan cepat Bunga ikut menyelam dan menarik Arga ke atas.
"Lo ngak kuat nyelam ya?" tanya Arga jahil.
"Emang kenapa? emangnya kalau gue ngak kuat tahan nafas di dalam air buat lo sesak napas gitu?" jawab Bunga sewot.
"Lo jangan macam-macam ya sama gue kalau lo ngak mau jadi samsak gue," ancam Bunga peka terhadap senyuman yang di berikan oleh Arga.
__ADS_1
"Buat apa gue macam-macam sama Singa betina kayak lo!" ucap Arga membalikkan badan dan sedetik kemudian langsung berbalik menutup mulut dan hidung Bunga lalu membawanya kedalam air.
"Haahhhh, cari di mana coba cewek yang sesuai sama kriteria gue?" Josua kemudian duduk di bibir kolam sambil mencelupkan kakinya sambil meneguk jusnya.
"Jadi jomblo enak tapi ngak ada yang memerhatiin jadi berasa ada yang kurang," sambung Josua.
"Ya Allah bisakah kau turunkan bidadari tak bersayap untukku aku sedang membutuhkannya," ucap Josua dengan bernada.
Sementara itu di dalam air Bunga sudah memukul-mukul tubuh Arga agar melepaskan tangannya yang memegang bahu dan juga menutup mulutnya dengan sangat erat di tambah Bunga sudah tidak kuat menahan nafas di dalam air.
"Mungkin enak kali ya kalau berenang? ya mungkin bisa dapat cewek cantik," ucap Josua kemudian melepaskan kaosnya kemudian bersiap untuk turun kedalam air tapi dengan tiba-tiba Bunga muncul dari dalam air yang membuat Josua terkaget hingga naik kembali ke atas.
"Awas aja lo Arga, besok di sekolah mati lo gue siksa abis-abisan," batin Bunga ngos-gosan dan tanpa sadar matanya mendapat Josua yang tengah berpose aneh di pinggir kolam.
"Kenapa tuh cowok? tunggu bukannya ni cowok yang gue tolong tadi pagi?" batin Bunga melihat dengan seksama Josua.
"Ya ampun gue kaget banget, Ya Allah apa ini caramu mempertemukanku dengan bidadari tak bersayapmu?" batin Josua menatap ke arah Bunga dengan sumringah.
"Jangan-jangan dia mau berenang lagi, cari perkara banget ni orang, ganteng-ganteng kok sengklek otaknya!" batin Bunga kemudian hendak menemui Josua tapi tiba-tiba Arga menahan kakinya yang membuatnya teringat kalau di bawah masih ada Arga.
Niatan jahil kepada Arga pun muncul di kepala Bunga, dengan kasar Bunga menghempaskan kakinya hingga mengenai wajah Arga yang membuat Arga melepaskan genggaman kakinya, Bunga dengan tanpa bersalah menuju tempat Josua sesangkan Arga masih bertanya-tanya apa Josua masih ada di atas atau sudah pergi, karena itulah Arga membawa Bunga kedalam air.
"Hay kak!" sapa Bunga dengan manis.
"Hay juga," Balas Josua dengan cepat merubah posisinya menjadi normal.
"Kakak mau berenang ya?" tanya Bunga.
"Iya,"
Selagi Bunga dan Josua bercerita Arga dengan diam-diam berenang ke tempat yang lebih dangkal dengan di dalam hatinya yang terus menerus memaki Bunga, Setelah keluar dari kolam renang Arga langsung berjalan menuju kamarnya dengan kesal di tambah Arga melihat Radit yang tengah bersama dengan Sesil di kebun tengah menanam sayur.
__ADS_1
**Yukkkk jangan lupa like, komen dan lovenya yaaa
salam hangat dari aku**....