Jodohku Ratu Kampus Yang Dingin

Jodohku Ratu Kampus Yang Dingin
16. Kontrak Terjalin.


__ADS_3

Kini Sesil berjalan ke arah ruangannya masih denga keadaan marah, sedangkan Rangga masih di toilet sedang merutukki dirinya yang begitu bodoh mengapa dia harus jatuh Cinta dengan seorang Sesil walau ia tau mereka tidak akan bisa bersama.


Sesil membuka pintu kemudian membantingnya dengan kuat hingga suaranya menggelegar di ruangan itu, Radit yang sudah berada di situ kaget, saat ia melihat Sesil yang berjalan Kearah meja kerjanya Radit ada niat untuk menanyakan mengapa dia bisa begitu marah.


Tetapi niatnya itu dia urungkan karena melihat Sesil yang sedang sangat marah, Sesil menjatuhkan semua barang yang ada di atas mejanya dengan kasar kemudian Sesil mengambil sebuah bingkai foto, di tatap lekat foto itu seketika wajahnya langsung bertambah kesal, lalu Sesil melempar bingkai foto itu ke lantai tepat di mana Radit berada.


Radit kemudian mengambil foto yang ada di dalam bingkai foto yang sudah hancur tersebut lalu melihat foto siapa sebenarnya yang membuat Sesil bertambah marah dan ternyata di dalam foto itu ada Sesil, Reskiya, Rasya, Rangga, Raka, Aldo dan Farhan yang tengah duduk bersama di dalam cafe.


Sesil berjalan ke arah dinding kemudian mengayunkan tangannya hendak meninju didinding, karena itu adalah kebiasaannya saat ia marah, sebelum tangannya menyentuh dinding tangan Radit sudah menahan tinju Sesil dan akhirnya tangan Radit yang mengenai Dinding.


" Dasar bodoh ngapain lo tahan? " Tanya Sesil makin emosi.


" Karena aku gak mau liat orang yang aku sayang terluka. " Jawab Radit dengam senyuman yang menghiasi wajah nya.


" Dasar bodoh! gue gak pantas buat lo sayang. " Ucap Sesil menikkan nada suaranya.


" Kamu pantas di sayang, Siapa yang bilang kamu ngak pantas di sayang? " Saut Radit yang tersenyum lembut ke arah Sesil.


Sesil kemudian mencari kotak P3K di laci mejanya.


" Sini biar gue obati dulu luka lo. " Kata Sesil kemudian mengangkat tangan Radit.


" Ini tidak papa, tidak usah di obati nanti juga sembuh. " Ucap Radit masih dengan senyumannya.


" Hanya memar saja, nanti pas pulang di kompres juga sembuh. " Lanjut Radit.


" Gak ini salah gue, gue harus obatin. " Ucap Sesil dengan airmata yang sudah jatuh.


" Mengapa kamu menangis, kamu gak salah. " Ucap Radit yang sudah mulai khawatir karena melihat Sesil yang menangis tiba tiba.


Tiba-tiba Sesil merasa ada tangan yang mengelus pipinya,mengusap air matanya yang mengalir tanpa izin di pipinya, Sesil kemudian menatap Radit dengan mata yang sudah memerah dan air mata yang terus mengalir.


RAdit menghapus air mata Sesil dengan tangannya, kemudian memegang tangan Sesil agar berhenti mengobati tangannya yang memar dan sedikit luka kecil.


" Sudah lah, kamu jangan menagis jika kau seperti ini hatiku sangat sakit. " Ucap Radit lirih.


" Gue mohon jangan berkata seperti itu, gue gak mau nyakitin lo, karena hati ini masih milik orang lain. " Ucap Sesil berbohong.


" Aku gak peduli dengan itu, yang terpenting bagi ku adalah kebahagiaan kamu, walau nanti kamu bukan jodohku aku gak akan memaksakan itu yang terpenting aku melihat kamu bahagia. " Ucap Radit lembut.

__ADS_1


" Sudah lama sekali gue gak pernah merasakan kenyamanan dan kelembutan seperti ini dari seorang pria, terakhir kali saat si b****** itu ngerayaain ulang tahunku. " Batin Sesil.


" Ternyata di balik sifatnya yang kuat dia mempunyai sisi yang lembut dan lemah seperti ini. " Batin Radit.


Sesil terdiam kemudian tersenyum bahagia dan itu adalah pertama kalinya Radit melihat senyuman tulus dari Sesil, tanpa mereka sadari sedari tadi Rangga melihat semuanya dari celah pintu yang terbuka.


" Sepertinya gue harus iklaskan semua ini, dan juga gak mungkin gue akan bersama dengan Sesil. " Ucap Rangga pelan kemudian tersenyum kecut dan pergi menjauh dari ruangan Sesil.


" Sebenarnya apa yang kamu mau bilang? " Tanya Radit.


" Kok udah pakai kata kamu segala sih? " Tanya Sesil.


" Gak papa supaya lebih enak manggilnya kalau udah jadian nanti. " Jawab Radit santai.


" Bangun udah mau sore. " Ucap Sesil. " Gue mau minta tolong sama lo. " Lanjut Sesil.


" Apaan? " Tanya Radit.


" Sebaiknya bicaranya sambil duduk di sofa dan gue akan suruh Nur untuk membawakan Makanan dan minuman. " Ucap Sesil.


Mereka pun duduk di sofa dan Sesil mengambil telfon yang sudah ia hamburkan tadi lalu menelfon Nur karyawan kepercayaan Sesil.


Tidak lama kemudian Nur datang dengan cemilan dan minuman segar, Nur terkaget dengan keadaan ruangan Sesil yang berantakan karena biasanya ruangan Sesil sangat rapi dan bersih.


" Apa itu? " Tanya Radit saat Sesil menyodorkannya selembar kertas.


" Begini gue mau mita tolong sama lo, untuk jadi pacar kontrak gue yah gak lama kok cuman seminggu aja. " Jelas Sesil.


" Pacar kontrak ya. " Kata Radit lesu.


" Hanya kontrak nih? " Tanya Radit.


" Lo gak setuju ya, gak papa juga kalau gak setuju kok, palingan gue cari yang lain kalau gak dapat ya gue pasrah di jodohkan dengan anak teman paman Bram. " Ucap Sesil.


" Aku setuju, mana kontraknya biar aku tanda tangan. " Ucap Radit Heboh.


" Mana mungkin gue mau biarin Abang nikah sama Sesil. " Batin Radit.


Radit kemudian menandatangani kontrak itu tanpa membaca persyaratan terlebih dahulu.

__ADS_1


" Lo gak Baca dulu persyaratannya?" Tanya Sesil.


" Gak usah, aku langsung tanda tangan juga gak papa kan. " Ucap Radit.


" Iya sih.. " Kata Sesil.


" Kapan mulai berlakunya kontrak ini? " Tanya Radit.


" mulai dari besok karena sebentar malam gue akan kasih tau paman kalau gue udah dapat pasangan, jadi lo harus ekting dengan baik. " Ucap Sesil.


" oke, tapi kenapa tidak Sekarang saja? " Tanya Radit.


DEEERRRRTT DEEERRRTT


Melihat hendfonya bergetar Sesil langsung mengangkat telfon tersebut yang ternyata dari Arga.


" Hallo, tumben nelfon ada apa? " Tanya Sesil saat telfon sudah tersambung.


" Hallo kak.. gimana kabar kakak? " Tanya Balik orang yang menelfon.


" Siapa ini? di mana Arga? " Tanya Sesil.


" Ohhh anak lemah itu, dia ada di sini sedang istirahat di markas mereka. " Jawab Laki-laki tersebut.


" Kamu... kamu yogi.. " Tebak Sesil.


" Yap benar sekali kakak yang cantik. " Saut Yogi.


( Yogi adalah musuh Arga di arena balap liar dan Yogi mempunyai dendam terhadap Arga karena telah mematahkan tangan kanannya yang menyebabkan dia tidak di perbolehkan mengendarai motor selama satu


tahun.)


" Kalau lo mau adik kesayangan lo itu selamat maka datang ke markas adik lo, ingat jangan lapor polisi kalau tidak taruhannya adalah nyawa yang ada di dalam markas ini, dan gue bakalan bilng kalau lo yang udah bunuh mereka semua, lo gak mau jadi pembunuh kan. " Ancam Yogi.


" Baik gue akan ke sana, tapi jangan lo apa-apain Arga. " Ucap Sesil.


" gue juga gak akan melakukan sesuatu pada orang yang sekarat kali. " Ucap Yogi yang langsung mamatikan sambungan telfon.


" Lo bawa pulang ini kontrak, lo baca terus kalau ada persyaratan yang lo gak setuju lo bilang aja, gue ada urusan. " Ucap Sesil.

__ADS_1


" Aku ikut, aku gak akan biarin kamu pergi sendiri ke sana. " Ucap Radit.


" Terserah lah. " Ucap Sesil yang kemudian langsung berdiri.Dan kini mereka sedang menuju apartemen Sesil untuk mengembil sesuatu yang akan di perlukan nantinya.


__ADS_2