
Mereka saat ini sedang berada di perjalanan menuju markas tempat Arga dan teman-temannya biasa berkumpul.Radit melihat wajah sesil dari kaca spion mogennya, terlihat sesil yang begitu khawatir saat ini.
" Sesil aku akan *me*lindungi siapa saja yang kamu sayang, aku gak akan lepasin kamu dan gak akan pernah nyakitin kamu. " Batin Radit.
Radit pun melajukan Mogennya karena jalan menuju markas Arga adalah jalan yang jarang di lewati orang.Kini hari sudah mulai gelap dan lokasi markas Arga sangat jauh dari pemungkiman, jika hanya di lihat sekilas markas itu terlihat seperti rumah hantu.
" Sepertinya aku pernah liat markas ini ,semoga saja bukan markas si kucing liar itu. " Batin Radit.
Mereka berdua pun berjalan masuk ke dalam markas, Sesil kaget dengan suasana di dalam, semuanya berantakan dan sangat kotor.
" Hei kalian liat siapa yang datang? kalian semua jangan hanya bersantai saja kemari kita harus menyambut tamu spesial kita kali ini dengan meriah." Ucap Yogi yang sedang duduk santai.
" Di mana Arga? " Tanya Sesil menahan emosinya.
" Tenang saja dia tidak papa, sebaiknya lo khawatirin keselamatan lo sendiri, oh lo bawa temen yaa? siapa inii. " Saut Yogi.
" Kalau gitu gue mau ketemu dengan Arga sekarang juga. " Ucap Sesil.
" Gak usah buru-buru, dia gak papa yang harusnya lo khawatirkan itu keselamatan nyawa kalian berdua, dan.... lo panghianat, lo juga akan habis di sini. " Ucap Yogi tersenyum sambil menekan kata penghianant.
" Penghianat maksud dia siapa, apakah yang dia maksud itu Radit? " Batin Sesil yang bertanya pada dirinya sendiri.
Yogi berjalan mendekat ke arah Sesil dan Radit yang di ikuti oleh para anak buahnya, langkah Yogi terhenti ketika mendengar kata Sesil.
" Ternyata kalian gak se keren yang aku duga ya, dan juga aku dengar-dengar orang yang paling kalian andalkan udah berhianat ya dari kalian, kasian sekali ya. " Ucap Sesil dengan nada mengejek.
" Apa kau tau siapa yang telah berhianat itu? " Tanya Yogi menahan malu.
" Gue gak tau dan gak mau tau. " Jawab Sesil.
" Hah, lo yakin gak mau tau, takutnya malah nanti dia balik menghianati lo. " Ucap Yogi.
" Terima kasih atas perhatiannya tapi gue gak takut sama sekali, jika memang dia mau berhianat maka konsekuensinya akan sangat berat. " Ucap Sesil.
" Oooo benarkah, tapi jika Orang itu ternyata berada di sebelah lo, bagaimana? " Tanya Yogi.
" Gue gak peduli dengan semua itu, sebaiknya kalian pergi dari sini sebelum gue ngelakuin sesuatu. " Saut Sesil.
" Hahahaha lo kira gue takut sama ancaman lo ha! " Kata Yogi dengan senyum mengejeknya.
" Semuanya! kepung. " Perintah Yogi pada semua anak buahnya.
" Bos kita tidak boleh melukai si penghianat itu. " Ucap salah satu anak buah Yogi dengan berbisik.
" Memangnya kenapa? " Tanya Yogi dengan suara yang di kecilkannya.
__ADS_1
" Dia adalah Orang yang di sukai oleh Nona. " Jawab Anak buah Yogi.
" Hahh gue gak peduli dengan semua itu. " Ucap Yogi.
" Hari ini kalian akan mati di tempat ini, walaupun si penghianat itu tidak ada di pihak gue, gue punya penggantinya yang lebih hebat. " Ucap Yogi. " Panggil dia kesini. " Sambungnya.
Tidak lama datang seorang pria yang menutupi sebagian wajahnya dengan kain dan hanya menampakkan mata hitamnya.
" Kemarilah, lihat lah dengan baik-baik Orang yang akan kau habisi hari ini. " Ucap Yogi pada pria itu.
" Lo benar-benar bocil, kalau gak berani gak usah susah-susah cari Orang untuk mengurus gue. " Ucap Sesil mengejek.
" Dasar, cepat serang dia, jika lo tidak mau melakukannya.., lo sudah tau kan apa yang akan terjadi. " Ancam Yogi.
Pria itu pun langsung beraksi, ia melayangkan tinjunya kearah Sesil dan langsung di tahan oleh Radit dan pertengkaran pun tak terhentikan.
" HENTIKAN SEMUANYA!!, BERANI SEKALI KALIAN BERKELAHI DI SINI, MEMANGNYA SIAPA YANG MEMBERI IZIN KALIAN HAAAAAHH. " Teriak Arga yang baru saja masuk dan langsung berdiri di depan pintu dengan melipat kedua tanganya di depan dadanya.
Semua yang ada di dalam pun kaget dan menoleh kearah Arga, seketika senyum Sesil mengembang melihat adik semata wayangnya baik-baik saja.
" Siapa yang memberi izin kalian untuk masuk dan mengotori tempat ku ha? " Tanya Arga emosi karena melihat markasnya yang berantakan dan beberapa anak buahnya sudah tergeletak tak berdaya.
" Heh dasar anak nakal , lo sebenernya dari mana aja? kenapa hendfon lo ada pada Yogi.? " Tanya Sesil dengan suara yang sedikit di tinggikanya.
" Hah dasar, kenapa gue harus mempunyai kakak yang cerewet seperti dia sih. " Keluh Arga.
" Emmm enak sekali ya. " Ucap Sesil.
" Sudah lah hentikan kalian membuatku pusing. " Ucap Yogi.
" Diam kau. " Teriak Sesil dan Arga bersamaan.
" Baiklah pertemuan kali ini sampai di sini dulu, jika tidak ada yang bubar dalam hitungan ke tiga maka akan ada lebih dari lima Orang yang akan melayang nyawanya. " Teriak Sesil.
Kemudian Sesil mengeluarkan Pistolnya dari dalam tasnya dan mengarahkamya ke langit-langit.
" Apakah kami juga? " Tanya Arga.
" Tentu saja, apa kau mau ada salah satu temanmu yang menjadi korban. " Jawab Sesil.
"Baik lah, semuanya keluar dan pulang kerumah masing-masing. " Perintah Arga pada teman-temannya.
Tiba-tiba saja banyak Orang yang keluar dari tempat persembunyiannya, karena tadi Arga menyuruh mereka untuk bersembunyi dan memantau apakah Sesil di lukai atau tidak.
Walaupun dia tidak akur dengan Sesil tapi dia sangat menyayanginya. Semua teman Arga beserta Arga keluar dan pulang kerumah masing-masing.
__ADS_1
" 1......." Ucap Sesil.
" 2...... ti.... ga. " Lanjut Sesil.
Dorrr Dorr Dorrr Dorr
Empat tembakan berhasil lolos dari Sesil, Yogi dan anak buahnya masih saja diam di tempat masing-masing malahan tidak bergeser sedikit pun, Sesil pun tersenyum.
" Kalian yang memintanya. " Kata Sesil kemudian ia mengarahkan pistolnya kearah salah satu anak buah Yogi.
" Baik kami akan pergi tapi, gue akan kembali buat balas dendam sama Lo. " Ucap Yogi lalu pergi dan diikuti para anak buahnya.
" Ahhhh sangat membuatku gemas. " Ucap Sesil.
" Apakah kau sudah mau pulang? " Tanya Radit.
" Eh lo masih di sini? iya kita pulang sekarang Gue capek banget. " Saut Sesil.
Mereka pun keluar dari markas dan di luar ternyata Arga masih menunggu Sesil.
" Kenapa lama banget sih? " Tanya Arga kesal.
" Emang kenapa, dasar bawel. " Jawab Sesil.
" Lo! lepasin tangan lo dari kak Sesil atau lo akan mendapatkan hadiah dari gue. " Ucap Arga.
" Gak kerasa sudah malam, sebaiknya kita langsung pulang aja. " Ucap Sesil pada Radit dan tidak memperdulikan perkataan Arga.
" Baik lah, karena ini sudah hampir gelap kau pakailah ini agar tidak kedinginan. " Ucap Radit kemudian memakaikan jaketnya kepada Sesil.
" Makasih, ayo kita pulang aku sudah sedikit lapar. " Ucap Sesil. " Kau juga pulanglah. " Lanjut Sesil.
Radit melajukan mogennya. kini Radit sangat bahagia karena tadi saat ia memegang tangan Sesil, Sesil tidak menolak sama sekali.
_
_
Pagi pun tiba, kini Sesil masih asyik dengan tidurnya hingga alaram pun berbunyi, karena merasa terganggu akhirnya Sesil mematikan alaram lalu tidur kembali, tapi setelah beberapa menit kemudian Sesil langsung terbangun karen mendengar ada sebuah keributan di luar kamarnya.
Tang tung tang duk dukkk clitang Braakkk....
" Aaarrrrrgggghhhh, Bunyi apa itu kenapa berisik sekali . " Teriak Sesil yang sudah terduduk dengan rambut yang sudah tidak tau bagai mana bentuknya.
Dengan kesal Sesil turun dari ranjang menuju pintu tanpa merapikan rambutnya atau mencuci mukanya.
__ADS_1
Betapa kagetnya Sesil ketika membuka pintu, ada banyak alat-alat dapur yang berserakan di depan pintu kamarnya dan ada satu orang yang menjadi tersangka utama..