
Bunga melihat pintu kamar terbuka dan terdengar pula suara isakan tangis seorang pria yang membuat Arga langsung memeluk lengan Bunga ketakutan, dengan kasarnya Bunga menepis tangan Arga dengan kesal.
"Lo kalau takut ngak usah lampiasin ke gue juga kali," gerutu Arga.
"Apaan sih!" Bunga perlahan hendak melihat siapa yang ada di dalam tapi dengan cepat pintu tertutup membuat Bunga langsung berbalik dan menabrak tubuh Arga hingga mereka dua terjatuh, dengan posisi Bunga yang berada di atas sedangkan Arga di bawah.
Mereka saling menatap cukup lama hingga Josua tidak sengaja melihat mereka yang kemudian sengaja berdehem agar mereka berdua berpisah dari tempat mereka saat ini, mendengar itu Bunga langsung bangkit dan meninggalkan Arga yang masih terbaring di lantai.
"Dasar wanita tidak tau bertanggung jawab!" gerutu Arga, lalu berusaha untuk bangun.
Arga sedikit kesulitan untuk bangun karena lukanya, Arga kemudian memegang lukanya lalu bangkit dari baringnya sedangkan Josua yang melihat itu hanya terkekeh pelan melihat Arga.
"Mereka dua ini cocok! Sepertinya gue harus makcomblangin mereka," ucap Josua pelan sambil memegang dagunya.
***Keesokan Harinya***
Semua orang bingung di kumpulkan di rumah Bram, Aldo dan Farhan meninggalkan pekerjaan mereka yang hampir menumpuk di kantor, Raka dan Rasya meninggalkan persiapan acara pernikahan mereka, Josua meneninggalkan Rangga sendirian di kamar, Arga datang setelah Bunga selesai mengganti perbanya sedangkan Bunga tidak bisa datang karena sedang ada ulangan harian mendadak.
Bi' Laras, Rika, Bram, duduk dengan santai karena mereka tengah luang, ada pula Liana dan Rita yang datang mewakili Radit yang tidak datang entah karena kenapa, Rati dan Liana nampak duduk paling pojok menghindari kerumunan.
"Sesil, sebenarnya apa yang lo mau bilang? bilang aja kita lagi banyak pekerjaan nih," ucap Aldo melihat ke arah ponselnya terus.
"Bener banget bentar lagi kita ada meeting nih," timpal Farhan yang melihat ke arah jam tangannya terus.
"Iya Sil, kita juga harus secepatnya balik karena masih banyak yang harus di selesaikan sebelum lusa," sahut Rasya gelisah.
"Huuufffff, baiklah kalau begitu, gue langsung pada intinya aja," ucap Sesil yang membuat Farhan, Aldo, Raka dan Rasya merasa bahagia.
__ADS_1
"Gue mau jelasin kalau mulai sekarang gue ngak punya hubungan apa-apa lagi sama Radit," ucap Sesil dengan tegas.
Mendengar itu semua orang kaget terkecuali Rasya dan Reskiya yang memang sudah mengetahui hal itu sedari awal, Bram berdiri lalu berjalan ke arah Sesil dengan penuh pertanyaan.
"Paman, sebenarnya gue sama Radit hanya nikah kontrak, maaf karena selama ini gue bohong sama kalian semua," ucap Sesil merasa bersalah telah membohongi semuannya.
"Sesil, kenapa kamu lakuin ini semua?" tanya Rika yang nampak kecewa.
"Gue lakuin ini semua atas paksaan dari kalian semua, kalian maksa gue buat nikah," sahut Sesil menjelaskan.
"Kalian memaksa gue buat menikah dengan anak teman Paman jika gue ngak bisa menemukan pasangan dalam waktu yang singkat, gue tau kalau itu adalah wasiat dari mendiang Mamah dan Papah tapi ngak gue ngak mau yang namanya suatu hal yang di pakasakan karena itu gue memutuskan untuk nikah kontrak dengan Radit dan kebetulan dia mau melakukannya."
"Kalian selalu saja mendesakku dan mendesak agar aku menikah! aku tidak punya pilihan lagi selain malakukn itu!" jelas Sesil yang membuat semuannya terdiam.
"Rati, berikan ini pada bosmu, katakan padanya untuk menandatangani surat pembatalan kontrak," ucap Sesil sambil menyodorkan selembar kertas dengan masih tidak percaya Rati berjalan mangambil selembar kertas itu.
"Mengapa ini bisa terjadi! bukankah Bos dan Nona sangat romantis, ini pasti hanya karena salah paham saja," batin Rati menatap selembar kertas itu.
Sesil melihat Radit dengan tatapan benci, sedangkan yang lain hanya melihat dengan tanpa ekspresi terkecuali Liana dan Rati yang berharap kalau mereka berdua bisa kembali bersama.
Radit mengambil lebar kertas pembatalan kontrak dari Rati lalu berkata. "Aku ngak akan pernah menandatangani surat kontrak ini," ucap Radit lantang sambil menggoyang-goyangkan kertas pembatalan kontrak itu.
Radit perlahan merobek surat pembatalan kontrak dengan menahan kesal, Sesil yang melihat itu langsung menghampiri Radit dengan kesal, tanpa di duga Sesil menampar wajah Radit dengan keras hingga kertas yang sudah di robeknya menjadi dua bagian. tindakan itu membuat semua yang ada di sana tidak menyangka dengan apa yang barusan mereka lihat.
Radit menatap Sesil dengan wajah yang menyedihkan tapi mendapat tatapan tajam dari Sesil membuat Radit menunduk, Radit memegang tangan Sesil dengan lembut tapi Sesil dengan kasar melepaskan tangannya dari genggaman Radit membuat Radit kembali memegang kedua tangan Sesil yang mendapat respon yang sama.
Kali ini Radit kembali memegang kedua tangan Sesil dengan erat hingga Sesil tidak bisa melepaskan tangannya, hingga dengan pasrah tangannya harus di pegang lebih lama oleh Radit.
__ADS_1
"Aku mohon jagan tinggalin aku Sesil, aku berjanji apapun yang kamu katakan aku akan melakukannya," ucap Radit lalu mencium punggung tangan Radit dengan lembut.
"Aku sayang sama kamu, aku cinta sama kamu Sesil," lanjut Radit lalu berlutut dengan sebuah kotak berbentuk love berwarna merah yang di dalamnya ada sebuah cincin yang sangat indah.
Semuannya berharap Sesil menerimanya bahkan Aldo entah kenapa mengiginkan hal itu, Sesil memegang kotak cincin itu dengan lembut membuat Radit seakan memiliki sedikit peluang tapi sedetik kemudian Sesil menatap Radit dengan tatapan lain.
"Tapi gue ngak cinta sama lo," ucap Sesil yang membuat Radit seakan di tusuk dengan belati tumpul.
"Semuanya boleh bubar, gue mau masuk ke kamar, gue capek," ucap Sesil lalu berbalik meninggalkan Radit yang masih berlutut di lantai.
"Sesil setidaknya beri kesempatan aku buat dapatin hati kamu!" ucap Radit kini sudah berdiri.
"Awalnya gue berpikiran seperti itu..., tqpi setelah lo ngelakuin kesalahan yang ngak bisa di tolerin seperti itu! semua niatan itu hilang tidak tersisa," sahut Sesil kini matannya sudah berkaca-kaca.
Sesil kemudian pergi menuju kamarnya, saat hendak menuju kamarnya Sesil bertemu dengan Rangga yang berdiri di samping tanga, Sesil melihat ke arah bawah dan melihat Radit yang sudah hampir mendekati mereka, Sesil menatap Rangga sejenak lalu berjalan perlahan.
Seketika Rangga kaget dengan tindakan Sesil, tapi tidak seterkejut Radit yang baru saja sampai di atas dan melihat hal yang tidak pernah terpikir olehnya, raganya seakan ingin berlari ke arah Sesil dan Rangga tapi tidak dengan tubuhnya yang terdiam, terpaku melihat pemandangan yang tidak mengenakan itu.
...**Sesi Q&A**...
#***Kira-kira apa yang Sesil lakukan hingga membuat Radit terdiam?
a. Sesil mencium Rangga.
b. Rangga menahan Sesil.
c. Rangga menyatakan cinta pada Sesil dan Sesil menerimanya.
__ADS_1
d. Sesil memeluk Rangga***.
ikuti terus ceritannya supaya tau apa yang terjadi selanjutnya... 😉