Jodohku Ratu Kampus Yang Dingin

Jodohku Ratu Kampus Yang Dingin
30. Kebenaran Tentang Sebuah Hubungan


__ADS_3

Disaat Radit masuk kedalam ruang rawat Sesil tiba-tiba saja Radit langsung di sambut dengan satu bogem mentah tepat di pipi sebelah kanan_nya, Radit memegang pipinya lalu menatap tajam ke arah semua orang yang berada di sana.


Seketika tatapan matanya menjadi sayu ketika melihat orang yang di cintainya kini terbaring lemas di atas banker yang terpasang selang infus dan juga lengan kanan yang di balut dengan perban, perlahan Radit berjalan ke arah banker dimana kini Sesil tengah terbaring tak berdaya tanpa memperdulikan Arga yang kini tengah memakinya saat ini.


Arga dengan cepat langsung menarik Radit menjauh dari banker dan tanpa basa basi Arga langsung menarik kerakh baju Radit hingga Radit sedikit terangkat karena tubuh Arga yang lebih tinggi darinya, Arga menatap tidak suka pada Radit tapi tatapan Radit terus tertuju pada Sesil.


Dengan segera Alfin memegang bahu Arga lalu menyuruh Arga agar membiarkan Radit bertemu dengan Sesil, dengan kesalnya Arga langsung mendorong tubuh Radit hingga hampir saja Radit menabrak tubuh Reskiya tapi dengan cepat Farhan menangkap tubuh Radit agar tidak mengenai Reskiya.


"Lo ngak papa kan?" tanya Farhan khawatir.


"Gue, tau kalau lo kesal dan jengkel dengan Radit, tapi lo ngak boleh memperlakukannya seperti itu, dia itu kakak ipar lo," ucap Farhan.


"Mau dia kakak ipar gue, gue ngak perduli. kalau dia sudah mencelakai keluarga gue taruhannya adalah sama dengan nyawa mereka sendiri. Paham lo," sahut Arga dengan emosi.


Semuanya terdiam mendengar ucapan Arga, dari pada muak melihat wajah Radit lebih baik Arga memilih pergi dari sana untuk menenangkan dirinya, sedangkan kini Radit sudah duduk di samping banker Sesil sembari menggenggam tanggan Sesil dengan erat dan terus tanpa henti berharap agar Sesil cepat siuman.


Hingga kini malam kembali tiba Radit tetap senantiasa menemani Sesil dari malam hingga malam Radit hanya makan sekali itu pun ia di paksa oleh Alfin dan yang lainnya, Radit terus menggenggam tangan Sesil dan masih dengan harapan yang sama setiap waktunya.


"Radit, sebaiknya lo tidur dulu sekarang," saran Reskiya tapi di tolak langsung oleh Radit.


"Bener banget kata Reskiya, lo harus tidur malam ini karena lo udah ngak tidur satu harian penuh di tambah kemarin malam," sambung Raka.


"Gue ngak akan pernah ninggalin Sesil, walaupun hanya satu detik pun, gue akan selalu berada di sisinya," sahut Radit.


"Ah, terserah lo aja, gue sama Reskiya bakalan pulang tapi nanti Farhan dan Aldo bakalan datang gantiin kita berdua," ucap Raka pasrah dengan perkataan temannya itu.

__ADS_1


"Gue mau nanya sesuatu sama lo Raka," ucap Radit yang kini sudah berdiri tepat di hadapan Raka.


"Nanya apaan?" tanya Raka.


"Sebenarnya status lo sama Rasya itu apa? Gue bingung kalian sudah menyiapkan semuanya untuk pernikahan kalian tapi kenapa belum ada juga kabar bahagia dari kalian berdua?" tanya Radit yang membuat wajah Raka langsung berubah masam ketika mendengar nama Rasya.


"Ngak terjadi papa, sekarang sudah malam Reskiya harus pulang atau nanti gue yang bakalan di marah sama Papahnya," jawab Raka sambil mengalihkan pembicaraan.


"Ini belum terlalu malam, gue juga bingung, ini sudah tiga minggu dari jadwal pernikahan kalian tapi kenapa belum juga ada kabar?" sahut Reskiya yang kini berdiri di samping Raka.


"Gue hanya khawatir sama hubungan kalian, gue takut terjadi sesuatu di antara kalian berdua," lanjut Reskiya sembari memegang bahu Raka dengan tatapan penuh harapan akan jawaban pertannyaannya.


"Sudah gue bilang ngak terjadi apa-apa di antara kita berdua, gue sama Rasya baik-baik aja," jawab Raka dengan senyum palsunya.


"Jalan berdua sama siapa? Gue selalu jalan berdua sama Sesil," jawab Reskiya.


"Maksudnya sama ... Rasya," ucap Raka enggan untuk mengucapkan nama Rasya.


"Oh, Rasya, kita masih jalan bareng kok, walau udah jarang sih," sahut Reskiya.


"Kalau gitu sekarang lebih baik lo antar gue pulang, udah larut takut bokap cariin," lanjut Reskiya dan tidak lama kemudian hendfone _nya berbunyi dengan cepat Reskiya mengangkat telfon tersebut lalu berjalan ke arah pojok ruanggan.


"Malam semua,"


"Malam, malam, kita bawain buah dan makanan nih, pasti belum pada makan kan kalian semua," ucap Rasya yang baru saja masuk yang di ikuti oleh tiga orang wanita di belakangnya.

__ADS_1


"Malam," sahut Radit dan Raka bersamaan.


Raka yang melihat Rasya berjalan ke arahnya kemudian langsung bergegas menghampiri Reskiya, tidak lama kemudian Raka pamit undur diri sambil menarik tangan Reskiya agar berjalan lebih cepat lagi. saat Raka dan Rasya berpapasan Rasya memalingkan wajahnya sedangkan Raka terus menatap lurus kedepan.


Radit menjadi bertambah bingung dengan apa yang sudah terjadi di antara mereka berdua, sedangkan Rasya dan teman-temannya berdiri di sekeliling banker melihat ke adaan Sesil. Setelah sekirannya satu jam lamanya mereka di sana Rasya dan kawan-kawan pamit pulang dan kini tinggal mereka berdua di dalam ruanggan itu.


Sementara itu kini Raka dan Reskiya yang sedang dalam perjalanan di landa kesunyian, Reskiya hendak bertanya sesuatu tetapi melihat raut wajah Raka membuatnya mengurungkan niatnya untuk bertanya, setelah beberapa menit berlalu Reskiya sudah tidak bisa membendung kekepoannya lagi akhirnya bertanya yang membuat Raka rem mendadak.


"Raka, sebaiknya lo jawab dengan jujur deh, lo sama Rasya udah batal nikah kan?" tanya Reskiya dengan cepat membuat Raka langsung rem mendadak yang membuat Reskiya tertanduk kaca mobil.


"Lo bisa nyetir ngak sih? sakit tau kepala gue," ucap Reskiya sambil mengelus kepalanya yang tertanduk.


"Tarik kata-kata lo tadi atau lo bakalan nyesel," ancam Raka dengan raut wajah menahan amarahnya.


"Jadi lo masih mau lanjut sama Rasya walau lo sudah tau kalau dia udah selingkuh dari lo?" tanya Reskiya.


"GUE BILANG TUTUP MULUT LO, ATAU LO BAKALAN NYESEL," bentak Raka yang langsung membuat mata Reskiya berkaca-kaca.


Reskiya menggigit bibir bawahnya sambil menahan air matanya yang hendak keluar kemudian menundukkan kepalannya dan tanpa perasaan Raka membentak kembali Reskiya lalu menyuruhnya turun dari mobilnya.


"SEBAIKNYA LO BERFIKIR SEBELUM BERBICARA JANGAN MAIN ASAL TANYA. LO PUNYA OTAK KAN, PIKIR," Bentak Raka lagi yang membuat air mata Reskiya berhasil jatuh.


"Keluar sekarang dari mobil gue," ucap Raka menahan dirinya agar tidak berteriak.


Dengan kasar Reskiya memgambil tasnya lalu keluar dari mobil milik Raka, dengan tanpa perasaan Raka langsung meninggalkan Reskiya begitu saja di pinggir jalan, Reskiya berjalan menyusuri trotoar jalan sembari mengusap air matanya yang terus berjatuhan walau ia tidak ingin air mata itu jatuh untuk hal semacam itu.

__ADS_1


__ADS_2