
Beberapa menit kemudian Alfin dan yang lainnya tiba dan langsung menghentikan pemukulan brutal yang di lakukan oleh Radit hingga Ben tidak bisa bergerak dan mengeluarkan banyak darah dari luka di wajahnya dan juga hidungnya, selanjutnya Ben di amankan oleh mereka lalu di bawa ke markas Black Read agar tidak berulah lagi dan di sana juga Ben akan di obati oleh dokter pribadi Alfin hingga pulih.
Sementara Sesil kembali kerumah Bram, saat perjalanan ke mobil dari tempat kejadian Radit sama sekali tidak memperbolehkan Sesil berjalan kaki maka dari itu Radit mengendong Sesil hingga ke mobil dan begitu pula saat sudah tiba di rumah Bram, Radit yang menggendong Sesil ke kamarnya,saat Sesil di gendong juga tidak ada pemberontakan sama sekali karena Sesil merasa lelah dan kehabisan lumayan banyak darah yang membuatnya tertidur pulas.
Satu bulan kemudian...
Setelah Sesil sudah sembuh total dengan segera langsung memberitahukan kepada Bram kalau dirinya sudah mendapatkan pasangan di saat Bram, Rika dan Arga mendengar itu mereka langsung tersenyum bahagia karena akhirnya Sesil bisa menemukan pujaan hatinya dan itu juga berarti kalau Sesil sudah melupakan tentang Kevin.
Satu minggu setelah Sesil memberitau tentang hubungannya dengan Radit.
Saat ini Radit dan Sesil tengah berada di depan sebuah rumah yang minimalis dan mewah, Radit memasuki Rumah tersebut dengan membawa dua koper yang satu berukuran sedang dan yang satu berukuran besar Radit juga menggendong satu tas ransel berukuran sedang.
"Sekarang kita sudah sah menjadi suami dan istri jadi karena itu kita harus berada di dalam satu ...,"
"Ingat! lo sama gue hanya nikah kontrak jadi ngak usah pikir yang terlalu jauh," potong Sesil kemudian duduk di sofa.
"Tapi kita harus tetap berjaga-jaga sayang," ucap Radit sembari duduk di samping Sesil.
"Tapi, tetap saja gue ngak mau tidur satu ranjang sama lo," sahut Sesil.
"Ingat kamar lo yang sebelah kiri gue yang kanan," ucap Sesil kemudian menarik kedua kopernya menuju kamar sebelah kanan yang letaknya dekat dengan dapur.
"Tapi bagaimana kalau Om Bram, Mamah, Papah, Abang Alfin, kak Rika, Arga dan juga sepupu kamu datang?" tanya Radit khawatir.
Karena tidak mendapat respon dari Sesil masih dengan khawatirnya Radit berjalan menuju kamarnya lalu melemparkan ranselnya begitu saja di atas kasur kemudian pergi menuju kamar sebelah yaitu kamar Sesil.
__ADS_1
"Sayang, sayang buka pintunya aku mau ngomong sesuatu!" panggil Radit sambil mengetok-ngetok pintu kamar Sesil, karena tidak mendapat respon dari Sesil dengan ragu Radit membuka pintu kamar Sesil dan ternyata tidak di kunci.
"Aku masuk yaa!!" serunya dengan suara pelan.
Perlahan Radit membuka pintu kamar Sesil saat pintu sudah terbuka lebar dan menampakkan semua isi kamar mata Radit melebar yang kini tertuju pada sosok Sesil yang sedang menyampinginya dengan hanya memakai handuk berwarna putih yang di kenakan sedada yang menampakkan bahu, punggung, paha dan betis putih nan mulus milik Sesil dan juga rambut basah membuat Sesil nampak lebih seksi dan menggoda, tubuh Radit rasanya kaku tidak bisa di gerakkan sama sekali.
"Radit, jika lo masih mau ngelanjutin kontrak ini lo harus nahan nafsu lo," batin Radit sambil memalingkan wajahnya, tapi sedetik kemudian Radit kembali melihat ke arah Sesil.
"Radit, lo harus tahan nafsu lo!!" batin Radit lagi yang lagi-lagi kembali memalingkan wajahnya.
karena Sesil tidak menyadari keberadaan Radit dengan santainya Sesil membuka handuknya hingga saat sudah sampi memperlihatkan setengah tubuh Sesil dengan cepat Radit yang masih setengah sadar langsung berteriak hingga membuat Sesil spontan langsung menaikkan kembali handuknya dan menutupi dirinya dengan selimut yang berada di kasur.
"Berhenti ...," teriak Radit sambil menutup kedua matanya dengan kedua tangannya.
"Sedang apa lo di kamar gue?" tanya Sesil kaget saat melihat Radit yang berdiri di depan pintu.
Beberapa saat setelah berusaha keras untuk mengambil kunci, Radit dengan tergesa-gesa segera menuju mobil dan langsung mengendarainya, saat Radit hendak naik ke dalam mobil Radit berpaasan dengan Reskiya yang baru saja turun dari mobilnya.
Reskiya menatap aneh ke arah Radit kemudian langsung bergegas masuk, setelah sampai di dalam rumah Reskiya langsung bergegas mencari keberadaan Sesil, setelah puas berkeliling Reskiya melihat sebuah pintu yang terbuka setelah Reskiya mendekat Reskiya menemukan Sesil yang sedang duduk di tepi kasur masih dengan balutan selimut sambil tertunduk.
Reskiya dengan santainya berjalan menuju ke tempat Sesil berada setelah sampai Reskiya langsung duduk di samping Sesil kemudian mengetik sesuatu di ponselnya dengan serius lalu kembali melihat ke arah Sesil dengan tatapan bingung.
"Sil, lo kenapa?" tanya Reskiya memeperhatikan wajah Sesil.
"Gue ngak papa kok," jawab Sesil kemudian menganggkat kepalanya.
__ADS_1
"Keluar sana gue mau ganti baju," lanjut Sesil mendorong bahu Reskiya.
"Ganti baju!!! ... jangan-jangan!!! ... mereka sudah melakukan "itu" lagi?" batin Reskiya yang pikirannya sudah traveling kemana-mana.
"Ngak usah mikir yang aneh-aneh gue baru habis mandi, jadi lo cepetan keluar sana!" ucap Sesil yang seakan-akan tau apa isi pikiran Reskiya.
"Iya iya, siapa juga yang punya pikiran yang aneh-aneh," sangkal Reskiya kemudian berlalu pergi keluar kamar.
"Jangan lupa tutup pintunya," ucap Sesil.
"Iya bawell," sahut Reskiya.
Lima menit kemudian Sesil pun keluar dari kamarnya yang kini sudah siap untuk pergi ke caffee, Sesil sedikit bingung karena tidak menemukan keberadaan Reskiya di ruang tamu tiba-tiba Sesil mendengar ada suara benda jatuh dari arah dapur dengan segera Sesil bergegas menuju dapur dan sesuai dugaannya penyebab dari benda jatuh itu adalah Reskiya.
"Lo ngapain di sana?" tanya Sesil.
"Lo ngak liat apa gue lagi di mana?" tanga balik Reskiya.
"Iya gue tau lo sedang di dapur tapi lagi ngapain?" tanya Sesil kembali.
"Ya, gue cari makanan lah, gue tuh laper butuh makan jadi gue mau cari makanan di rumah baru lo, sekalian gue mau nyobain yang baru-baru di sini," jawab Reskiya kemudian membuka kulkas yang ternyata masih kosong.
"Kulkas atau apaan nih? ngak ada isinya sama sekali!" ucap Reskiya kemudian langsung menutup pintu kulkas tersebut.
"Gue baru sampe ke rumah ini jadi gue belum belanja bahan-bahan buat masak," jelas Sesil.
__ADS_1
"Gue bingung sama lo? kenapa sih lo ngak sekalian nikah beneran gitu sama si Radit?" tanya Reskiya penasaran.
"Ya, karena gue belum yakin kalau gue punya rasa sama dia dan juga gue ngak mau yang namanya terikat dalam sebuah hubungan yang serius saat ini," jawab Sesil kemudian duduk di kursi makan.