Jodohku Ratu Kampus Yang Dingin

Jodohku Ratu Kampus Yang Dingin
56. Perasaan yang bimbang.


__ADS_3

Saat keluar dari caffee Farhan berpapasan dengan Aldo yang baru turun dari mobilnya hendak masuk kedalam caffee, langkahnya terhenti saat melihat Sesil yang di gendong oleh Farhan langsung mengambil alih gendongan Sesil.


"Akhirnya ada yang peka juga," batin Farhan merasa lega setelah Sesil di gendong oleh Aldo.


...**Rumah Sakit**...


Setelah sampai Aldo kemudian langsung segera membawa Sesil kedalam rumah sakit, saat masuk Aldo berpapasan dengan Josua yang hendak keluar, Josua awalnya tidak melihat Aldo yang membawa Sesil tapi saat Farhan memanggil nama Aldo seketika Josua berbalik dan melihat Aldo yang menggendong Sesil.


"Apa yang terjadi dengan Sesil?" tanya Josua kaget.


"Dia pingsan, tadi di temukan oleh Farhan," jawab Aldo.


"Aldo, kita harus secepatnya membawanya ke dalam," ucap Farhan yang baru saja tiba di samping Aldo.


"Cepat, cepat kita pergi," ucap Farhan yang mendorong-dorong tubuh Aldo.


Mereka kemudian segera mencari dokter untuk memeriksa Sesil, saat itu pula Radit di tempatkan satu ruangan dengan Radit, Bram yang melihat itu langsung berdiri menghampiri Sesil yang sudah terbaring di banker.


...**Malam harinya**...


Sesil membuka matanya perlahan menyesuaikan cahaya lampu dengan rentina matanya, Sesil melihat keseliling mencoba mengenali tempat dimana dia saat ini.


"Ini... rumah sakit! siapa yang membawaku ke rumah sakit? tidak mungkin Rangga kan, lalu siapa? " batin Sesil berusaha menebak orang yang membawanya ke rumah sakit.


"Kenapa tanganku sangat berat? seperti ada yang menindis," batin Sesil kemudian melihat ke samping dimana tangannya yang terasa berat.


"Radit!" gumam Sesil, Sesil tidak menyangka yang membawanya adalah Radit. Radit tertidur di bangku dengan kepalanya yang di taruhnya di banker sambil menggengam tangan Sesil.


"Apakah aku terlalu jahat padanya?" ucap Sesil pelan.


"Ummmgh," lengguhan Radit membuat Sesil salah tingkah lalu kembali menutup matanya.


"Ah, dia belum bangun juga," ucap Radit lalu duduk tegak.


"Sesil aku minta maaf sudah kelewatan batas, aku sangat menyesal, aku tidak bisa mengendalikan nafsuku." Radit tertunduk menatap tangan Sesil.


"Aku pantas mendapat ini semua, aku sungguh tidak berguna, aku adalah laki-laki terbodoh yang pernah ada, aku.... aku sungguh minta maaf," lanjut Radit lalu mencium lembut punggung tangan Sesil.


"Jika memang seperti itu gue membutuhkan lebih banyak waktu untuk kembali bersama dengan lo, jika memang lo suka sama gue, berjuanglah tanpa aku ketahui!" batin Sesil.

__ADS_1


"Jika di beri kesempatan kedua... maka aku pasti akan menjagamu, menurut pada semua kata-katamu dan apapun itu tentangmu.... aku rela menjadi apapun asalkan bisa berada di sisimu, aku tidak ingin tidak di anggap seperti ini," ucap Radit lirih.


"Radit! gue harap lo sabar, karena gue yakin Sesil pasti akan kembali ke sisi lo," ucap Aldo yang baru sampai lalu memegang bahu Radit.


"Gue tau lo khawatir dengan keadaan Sesil, tapi lo harus ingat dengan kesehatan lo sendiri, lo ingat kan apa yang di katakan oleh dokter tadi tentang penyebab lo pingsan?" lanjut Aldo lalu menarik satu kursi ke samping Radit.


"Lo itu punya sakit lambung di tambah dengan banyak pikiran, jadinya lo pingsan tambah wajah pucat, gue kira lo udah mau koid," ucap Aldo tertawa renyah.


"Tenang aja, lo pergi cari makan sana gue yang bakalan jagain Sesil," ucap Aldo merangkul Radit.


Tiba-tiba Radit memberikan tatapan penuh curiga pada Aldo, saat melihat tatapan Radit seketika Aldo langsung mengetahui maksud dari tatapan Radit.


"Bro, lo tenang aja meskipun gue masih ada perasaan ke Sesil, tapi gue tau kalau Sesil itu bukan jodoh gue, gue dukung lo dengan Sesil karena menurut gue kalian itu serasi banget," ucap Aldo menjelaskan.


"Gue titip Sesil, kalau ada apa-apa telfon gue," ucap Radit lalu beranjak dari duduknya.


Setelah beberapa menit Radit pergi, Seail kemudian membuka matanya dan langsung duduk membuat Aldo tersentak kaget bahkan hampir terjatuh ke lantai.


"Lo udah sadar?" tanya Aldo spontan.


"Kapan Radit pingsan?" tanya balik Sesil sedikit penasaran.


"Jadi bukan dia yang bawa gue ke rumah sakit?" tanya Sesil.


"Bukan, yang bawa lo kesini itu gue sama Farhan.


"Lo khawatir ya dengan Radit?" tanya Aldo.


"Gue ngak tau," sahut Sesil menunduk.


"Gue tau lo ada perasan sama Radit walau hanya sedikit," ucap Aldo.


"Lo harusnya kasih kesempatan lagi buat Radit, karena dia sayang sama lo," ucap Aldo serius.


"Kalau gue kasih kesempatan kedua untuk Radit berarti gue harus memberikan kesempatan kedua untuk Rangga!" ucap Sesil membuat Aldo kembali berpikir.


"Kalau itu sih..." sahut Aldo mulai bingung.


Aldo dan Sesil mulai bercerita tentang banyak hal dan tanpa di duga sedari tadi Radit belum juga pergi dari depan pintu, Radit tersenyum karena Sesil sudah siuman tapi rasanya sakit saat melihat Aldo nampak begitu akrab dengan Sesil walau sudah tau kalau Aldo tidak mempunyai perasaan apapun.

__ADS_1


"Jadi sedari tadi kamu udah sadar, hanya saja tidak ingin melihat wajahku, tapi aku senang karena kamu bisa mendengar semua keluh kesah dan penyesalanku," batin Radit tersenyum pahit.


...**Keesokan harinya**...


"Lo beneran udah baikan Sesil?" tanya Reskiya sambil merapikan selimut.


"Iya, gue yakin kalau gue udah sehat," sahut Sesil dengan senyumnya.


"Ki, gue mau cerita sesuatu sama lo," ucap Sesil ragu-ragu.


"Cerita aja, gue bakalan jadi pendengar dn pemberi masukan buat lo," sahut Reskiya lalu duduk di samping Sesil.


"Kemarin saat gue nunggalin kalian entah kenapa hati gue teras sakit saat melihat wajah Radit yang murung, ..... dan saat gue meluk Rangga entah kenapa air mata gue keluar,.... gue nangis entah kenapa penyebabnya." Sesil menceritakan apa yang ia rasakan saat melihat Radit tertunduk sedih.


"Gue yakin kalau yang ini sudah pasti lo punya perasaan sama Radit," ucap Reskiya yakin.


"Aldo juga mengatakan hal yang sama," sahut Sesil meras bimbang dengan perasaannya sendiri.


"Apa lo ngak pernah ngerasa sesuatu gitu pas di dekat Radit?" tanya Reskiya mengintrogasi dan Sesil menjawab dengan mengangkat bahunya tidak tau.


"Apa lo ngerasa nyaman pas di dekat Radit?" tanya Reskiya.


"Ummm, entah mengapa setiap Radit pegang tangan gue, rasanya nyaman dan gue ngerasa aman," jawab Sesil menginggat kenangan saat-saat Radit memegang tangannya.


"Apa lo ngerasa deg degan saat Radit berada di jarak yang dekat dengan lo?" tanya Reskiya.


"Gue pernah ngeras deg degan saat Radit berada di jarak yang dekat dengan gue, rasanya jantung gue mau copot keluar," jawab Sesil yang membuat Reskiya tersenyum.


"Selamat, lo udah jatuh cinta sama Radit," saru Reskiya bahagia, sedangkan Sesil hanya terdiam tidak menyangka dengan apa jawaban Reskiya.


...****Sesi Q&I*...


#Apakah Sesil akan langsung kembali menerima Radit kembali.


A. Mungkin Sesil akan kembali ke Radit.


B. Sesil pasti akan kembali menemui Radit lalu minta kembali.


C. Sesil akan menyangkal semua yang di simpulkan oleh Reskiya.

__ADS_1


D. Perasaan kembali dengan sempurna.


Jawab di kolom kontar yaa 😉***


__ADS_2