
...**Keesokan harinya**...
"Sememunya sudah kumpul kan?" ucap Rasya semangat.
"Gue hadir," sahut Aldo berjalan mendekat ke arah Rasya, Raka, Farhan, Josua, Bunga, Arga, Rati, Radit, dan Liana.
"Tinggal siapa nih yang belum datang?" tanya Rasya melihat keseliling.
"Nona Sesil belum datang," sahut Rati mengangkat satu tangannya.
"Kalau gitu gue telfon dulu," ucap Rasya lalu mengambil ponselnya dari tas yang di bawa oleh Raka.
"Omg! kenapa kalian bisa melupakan bintang utama hari ini!" ujar Reskiya yang berjalan ke arah mereka bagaikan model sambil megibaskan rambutnya.
"Gue ngak salah pilih orang," gumam Farhan tersenyum melihat Reskiya yang hari ini begitu mempesona dengan balutan gaun berwarna cream yang di belinya kemarin di tambah rambutnya yang di buat sedemikian rupa.
"Yaampun my bestie cantiknya sangat tidak wajar," ucap Rasya yang langsung mengarahkan ponselnya, terjadilah peristiwa sesil Selfi-selfian selama dua puluh menit.
"Eh, itu Sesil udah tiba!" ucap Aldo, dengan cepat Radit menoleh ke arah mobil milik Sesil begitu pula dengan yang lainnya.
Tidak lama kemudian ada seorang pria dengan jas hitam keluar dari mobil milik Sesil membuat semuannya melihatnya dengan heran karena Sesil tidak pernah memakai supir. Pria itu kemudian membuka pintu mobil bagian depan dan muncullah Sesil dengan gaun merah bercampur hitam, rambut yang di uraikan dengan kepangan kedua sisis yang di tarik ke belakang untuk di jadikan penahan rambutnya.
Semuanya kaget dengan apa yang mereka lihat saat ini karena yang membuka pintu mobil adalah Rangga. Radit merasa tidak percaya hingga Sesil dan Rangga tiba di hadapannya.
"Ada angin apa ini? Sesil lo gandengan Rangga apakah..." tanya Rasya yang tidak percaya dengan apa yang dia lihat saat ini.
"Ngak papa, tadi Rangga mengatakan ingin ikut serta dalam pesta ini dan dia ingin menghirup udara segar jadi aku membawanya," jelas Sesil santai lalu melepas gandengannya pada Rangga lalu bergabung dengan Reskiya dan Rasya.
Radit melirik Rangga dengan tajam, tapi dengan percaya dirinya Rangga balik menatap Radit dengan penuh bangga, Radit menatap Rangga dengan penuh kecemburuan, kemarahan dan dendam yang sangat jelas terlihat.
"Ternyata lo yang sebenarnya seperti ini! gue ngak akan maafin lo Rangga, mulai saat ini lo sudah menyatakan perang dengan gue, gue bakalan melayani lo dengan baik dan memberi tahumu milik siapa Sesil sesungguhnya," batin Radit penuh dengan dendam.
"Hah, lo kira bisa menandinggi gue dalam banyak hal, gue akan memperlihatkan kalau Sesil adalah milik gue dan lo hanya bisa menjadi sad boy dan mengemis di hadapan gue, gue bakalan tunggu saat itu tiba," batin Rangga bersemirk.
__ADS_1
"Sepertinya akan ada peperangan besar tidak lama lagi," batin Aldo berkeringat berada di antara Rangga dan Radit.
"Benar-benar mencekam bukan mereka berdua?" tanya Farhan yang bernasib sama dengan Aldo.
"Gue turut sedih karena lo bercerai dengan Sesil," ucap Rangga dengan nada mengejek sambil berjalan menghampiri Radit lalu mengulurkan tangannya.
"Terimakasih atas perhatiannya," sahut Radit lalu mengulurkan tangannya menyambut uluran tangan Rangga lalu mencenengkram dengan erat begitu pula sebaliknya.
"Terimakasih kembali," sahut Rangga yang kini mereka tengah beradu kekuatan tangan mereka masing-masing.
"Gue harus segera mengalihkan topik agar mereka tidak seperti ini terus," batin Farhan
"Rasya, sebaiknya kita berangkat sekarang atau tempat ini akan menjadi tempat peperangan.
"Ahhh, iya kalau begitu kita berangkat sekarang," sahut Rasya.
"Oke Semuannya masuk ke mobil masing-masing kita akan berangkat ke tempat selanjutnya," teriak Rasya, mereka semua pun langsung naik ke kendaraan masing-masing.
Mereka pun melajukan kendaraan mereka masing-masing, tiba-tiba di tengah jalan ada yang menghadang mobil Reskiya dengan spontan Raka langsung rem mendadak, Raka memaki pada pemilik mobil itu, dengan kesalnya Raka langsung keluar dari mobil dan menghampiri mobil tersebut.
"Tunggu! itu bukannya mobil kak Alfin!" ucap Arga kaget.
Dengan cepat Arga melajukan mogenya menuju mobil Reskiya dan mobil yang di duga mobil milik Alfin, dengan segera Arga turun dari mogenya dengan tergesa-gesa lalu menghampiri Raka.
"Sebaikya lo berhenti sebelum lo menyesal," ucap Arga memperingati Raka.
"Memangnya siapa dia, dia yang salah bukan gue kenapa gue harus minta maaf!" sahut Raka kesal.
"Gue ngak suruh lo buat minta maaf, tapi berhenti untuk memprofokasi," ucap Arga.
Tidak lama kemudian kaca mobil tersebut terbuka dan menampakkan seorang pria dengan kaca mata hitamnya, pria itu tidak lain adalah Alfin yang baru saja turun dari pesawat dan langsung menyusul mereka ketika mendapat kabar dari Rati yang menjadi tangan kanannya.
"Kak Alfin!" Raka terkaget melihat Alfin di hadapannya.
__ADS_1
"Kenapa? gue ganteng kan! Kalau itu sungguh jelas karena Gema Rya Alfin ngak pernah ada yang bisa nandingin kegantengan gue," sahut Alfin dengan percaya dirinya.
"Pede amat lo, lo kira lo yang paling tampan, paling ganteng di dunia ini!" ucap Reskiya dari dalam mobil yang tiba-tiba ngegas.
"Oh itu sudah jelas," sahut Alfin lalu membuka kaca matanya hingga seluruh wajahnya terlihat jelas membuat Reskiya salah tingkah.
"Kalau memang ada tujukkan buktinya ke gue." Tantang Alfin.
"Ohhh, oke, tapi dia ngak ada di sini!" sahut Reskiya dengan semangat.
"Kalau begitu dia ada di mana?" tanya Alfin penuh semangat.
"Dia sekarang sedang berada di dunia lain, nanti 2023 barulah dia akan berada di sini, menggantikan posisi lo," sahut Reskiya dengan percaya dirinya.
"Maksud lo, dia belum lahir?" tebak Alfin menaikkan sebelah alisnya.
"Yap benar sekali, orang itu nanti adalah anak gue," sahut Reskiya bangga.
"Salah!" sahut Alfin membuat Reskiya bingung.
"Dia bukan anak lo!" lanjut Alfin membuat Reskiya memgerutkan dahinya.
"Terus?" tanya Reskiya tidak paham.
"Dia adalah anak kita bukan anak lo seorang," ucap Alfin menggoda Reskiya dan itu berhasil membuat wajahnya merona.
Farhan yang melihat itu merasa memiliki saingan yang begitu berat, Farhan menggigit kukunya kesal membuat Aldo yang ada di sampingnya sedikit heran lalu melihat ke arah luar dan seketika Aldo mengerti saat melihat tingkah Reskiya yang nampak begitu akrab dengan Alfin.
"Cepetan jalan, ini sudah hampir siang," teriak Farhan membuat Aldo kaget.
"Memang berbahaya jika seorang sudah cemburu, tidak pandang bulu ya," batin Aldo menggelengkan kepalanya.
"Acaranya jadi ngak?" teriak Farhan lagi membuat Alfin menikkan kaca mobilnya lalu turun dari mobil dengan kerennya membuat Reskiya, Rati, Liana, dan Bunga, bahkan Rasya terpesona dengan kegantengan dan pesona Alfin.
__ADS_1
Melihat itu Raka langsung menutup mata Rasya lalu mengecup kening Rasya mesra membuat para jomblo iri.
"Jangan pernah lo menatap pria lain lagi selain gue, kalau lo lakuin lagi maka lo ngak bakalan bisa bangun dari tempat tidur saat malam pertama nanti," bisik Raka tepat di telinga Rasya membuat Rasya melebarkan matanya tidak menyangka.