Jodohku Ratu Kampus Yang Dingin

Jodohku Ratu Kampus Yang Dingin
8. Niat baik berujung penyesalan.


__ADS_3

Sedangkan kini Sesil sudah berada didalam kelas sedang mendengarkan dosen yang sudah mulai menjelaskan materi.Mata kuliah hari ini pun selesai Sesil, Reskiya dan Rasya memutuskan untuk ke cafe terlebih dahulu karena mereka akan membuat menu baru.


Tidak membutuhkan waktu yang lama kini mereka sudah sampai di cafe, tetapi saat mereka masuk kedalam cafe semuanya berantakan bahkan meja, kursi dan fasilitas lainnya rusak, Sesil dan Rasya pun mengecek siapa yang telah membuat keributan di cafe mereka, sedangkan Reskiya pergi ke ruangannya untuk memeriksa uang.


" Ada apa ini Mona? " Tanya Rasya pada salah satu karyawannya.


" Anu Mbak itu..., ada cowo' yang datang dan tiba-tiba aja langsung mengobrak abrik cafe Mbak dan juga dia mengusir para pelanggan , dia juga mencari Mbak Sesil. " Jawab Mona.


" Cari gue? " Tanya Sesil.


" Iya Mbak, katanya dia mau ketemu sama Mbak. " Jawab Mona.


" dimana dia sekarang? " Tanya Reskiya.


" Tadi dia masuk ke dalam gudang kosong Mbak. " Jawab Mona.


" Oke makasih, gue tau siapa pria itu. " Ucap Sesil.


" Mona, lo sebaiknya lanjutin lagi kerjanya, yang iji biar kita yang urus. " Ucap Rasya.


Sesil kemudian pergi ke arah kasir dan menggunakan pengeras suara agar terdengar oleh semua orang yang berada di dalam cafe kemudian memerintahkan para pegawai untuk kembali bekerja, sedangkan Rasya melihat siapakah pria yang telah membuat keributan itu.


Saat semua pegawai sudah bubar Rasya berjalan menuju gudang untuk melihat pria tersebut, kemudian Sesil memutuskan untuk melihat pria tersebut seketika raut wajahnya berubah menjadi masam karena sesuai dugaannya kalau pria yang membuat keributan adalah Kevin.


" Ngapain sih lo buat keributan di sini? " Tanya Rasya dengan ketus.


" Eh lo kira gue bakalan percaya begitu aja kalau Sesil itu tunangan sama pria brengsek itu. " Jawab Kevin.


" Siapa yang lo maksud pria brengsek? " Tanya Sesil yang baru saja datang dengan dingin.


" Sesil akhirnya lo datang juga, gue kangen sama lo. " Ucap Kevin kemudian berjalan melewati Rasya dan langsung memegang kedua tangan Sesil.


" Lepasin tangan gue.. " Kata Sesil. " Sakit.., lepasin gue, tangan gue sakit.. " Rintihan Sesil.


" Lepasin tangan Sesil dasar lo pria jahat. " Kata Rasya dengan nada yang sedikit di tinggikannya.


" Gue akan lepasin tangan lo kalau lo bisa kasih gue bukti yang kuat kalau lo beneran jadian sama pria sampah itu. " Ucap Kevin.


" Oke, gue akan kasih lo bukti tapi lepasin tangan gue dulu, gimana gue mau buktiin. " Ucap Sesil.


Kevin kemudian melepaskan genggaman tangannya pada Sesil kemudian Sesil merogoh saku celananya jntuk mengambil ponselnya kemudian mengotak-atih hendfonya lalu memperlihatkan sebuah foto yang ada di ponselnya, yang menunjukkan sebuah foto Sesil dan Radit yang sedang makan romantis.


Foto itu di persiapkan Radit dan Sesil saat kelas telah selesai, mereka mencari sebuah foto pasanggan dan mengganti wajah pasanggan itu dengan wjah mereka untuk berjaga-jaga dan ternyata foto itu langsung berguna.


" Gue masih belum percaya. " Kata kevin.

__ADS_1


" Apa yang bisa buat lo percaya.? " Tanya Sesil dengan menghela nafasnya kasar.


" Yooo, ada apaan ni ikutan dong. " Kata rangga yang barusaja datang.


" Rangga gue boleh minta bantuan gak? " Tanya Sesil.


" Tentu.., mau minta tolong apaan? " Tanya balik Rangga.


" Tolong usirin orang ini! orang ini hanya menjadi penghambat bagi gue. " Jawab Sesil sambil menatap sinis kearah Kevin.


" Siap bu bos. " Kata Rangga sambil menghormat.


" Tapi sepertinya dia tidak bisa kamu usir sendiri deh. " Ucap Rasya sambil memegang dagunya.


" Tenang aja, gak usah khawatir gue punya ide, bentar lagi juga bala bantuan datang. " Kata Rangga.


" Emang lo berani lawan gue, kalau berani satu lawan satu jangan keroyokan. " Tantang Kevin.


" Lo kira gue takut sama orang kaya lo, liat aja nanti apa yang akan gue lakuin. " Kata Rangga.


" Lo jantan kan? " Tanya Kevin meremehkan.


" Tentu saja, tapi gue ngak bakalan gunain kekerasan buat nyelesain masalah ini. " Jawab Rangga dengam senyum sinis.


Tidak lama kemudian Ben, Aldo, Raka, dan Farhan pun datang dan langsung menghampiri mereka.


Mona langsung bergegas menyuruh semua karyawan untuk menutup cafe sementara.


" Oke silahkan kalian mau apakan dia yang gue tau dia harus keluar dari sini. " Ucap Sesil.


" Baik bos. " Ucap Ben, Rangga, dan Aldo bersamaan.


" Tapi inggat jangan buat kerusakan sedikitpun, mengerti! " Ucap Sesil lalu membalikkan badanya dan berjalan menjauh dari mereka.


" Eh lo mau kemana? Jangan dulu pergi nanti tawanan kita ikutan pergi juga loh. " Cegat Raka.Sesil pun berhenti dan berbalik dan mendapat ekspresi bahagia dari yang lain.


" Benar kah?, kenapa kalian tidak lakukan sekarang saja? " Ucap Sesil.


" Kita masih kurang satu orang lagi. " Jawab Aldo.


" Kenapa lo buru-buru banget sih Ses? " Tanya Rasya.


" Gue muak liat pria itu. " Jawab Sesil.


" Kalau gitu liat wajah gue aja, di jamin langsung adem. " Ucap Aldo.

__ADS_1


" Yeeh, yang ada langsung muntah-muntah. " Saut Ben dengan nada mengejek.


" Apa kata loo.. " Ucap Aldo tidak terima, kemudian memberi pelajaran untuk Ben.


" Sudahlah kalian hanya akan membuat masalah baru. " Ucap Farhan.


" Kalian seperti anak kecil saja. " Ucap Rangga.


" Sebaiknya lo bertahan dulu buat sekarang. " Saran Raka, Sesil hanya menanggapinya dengan menghembuskan nafasnya kasar.


Sesil pun menuruti perkataan dari Rangga dan teman - temannya, tak lama kemudian datanglah orang yang di tunggu - tunggu yaitu Radit.


" Apa.... yang.... terjadi sama Sesil? " Tanya Radit ngos-ngosan karena berlari. Radit melihat kearah Sesil lalu menhampirinya.


" Kamu ngak papakan sayang? " Tanya Radit khawatir.


" Hmm, ngak papa. " Jawab Sesil.


" Heh kalian bilang apa sama Radit biar dia datang ke sini " Tanya Rasya mengintrogasi.


" Yahhh itu sihhh.. " Ucap Rangga.


" Raka jelasin sama Rasya. " Ucap Rangga.


" Bener lo harus tanggung jawab dengan rencana lo sendiri. " Timpal Ben.


" Bener, bener lo harus tangung jawab sama apa yang sudah lo lakuin. " Saut Aldo.


" Sebenrnya... rencanya itu.... gue bilang... " Ucap Raka terbata bata karena takut di marah.


" Katakan sekarang juga. " Ucap Rasya menelan kata katanya.


" Oke baik, sebenernya yang di bilang itu.... "Hallo Radit, cepetan ke Cafe Sesil dalam bahaya!!". " Ucap Raka.


" Kamu do'ain Sesil kenapa-napa gitu? " Ucap Rasya menuntut jawaban.


" Ya bukan gitu sayang, jangan marah. " Ucap Raka memohon pada Rasya.


" Hemphhh. " Rasya kemudian pergi meninghalkan yang lainnya.


" Sayang jangan marah... " Ucap Raka yang langsung mengejar Rasya.


" Hehhhh lo mau kemana, jangan kabur lo. " Ucap Rangga menarik baju Raka.


" Tenaga lo di butuhin di sini. " Timpal Aldo.

__ADS_1


Dengan pasrah Raka kemudian turut ambil dalam rencana itu, mereka ber lima kemudian melingkari Kevin dan bersiap untuk menjalankan rencana mereka.


" Apa yang akan para orang gila ini lakukan, hah gue ngak bakalan kalah dengan para pri payah ini. " Batin Kevin yakin.


__ADS_2