Jodohku Ratu Kampus Yang Dingin

Jodohku Ratu Kampus Yang Dingin
18.Usaha Yang Sia Sia


__ADS_3

Dengan kesal Sesil turun dari ranjangnya menuju pintu tanpa merapikan rambutnya atau mencuci mukanya terlebih dahulu, dan betapa kagetnya Sesil ketika membuka pintu, ada banyak alat-alat dapur yang berserakan di depan pintu kamarnya dan ada satu orang yang menjadi tersangka utama.


"Argaaaa apa yang lo lakuin di sini?" tanya Sesil menahan emosinya karena Arga masih memukul-mukul alat masak itu.


"Lo gak punya kerjaan lain apa ha?" tanya Sesil kesal.


"Ada apa ini kenapa pagi-pagi kalian sudah ribut begini?" tanya Bram.


"Ini lagi mengapa semua alat masak ada di sini? pantas saja bibi' belum memasak semua alat untuk masak di bawa ke sini semua," sambung Bram.


Arga kemudian berdiri dan berjalan turun kearah dapur dengan membawa sebuah panci yang ia pukul menggunakan sendok tadi tanpa rasa bersalah sedikit pun dengan wajah datarnya ia melewati Sesil begitu saja, dengan sekuat tenaga Sesil menahan amarahnya yang sudah hampir meledak.


Kini Sesil berangkat ke kampus menggunakan mobil nya karena dia sudah lelah menutupi tentang dirinya, Sesil pun tiba di kampus dan semua mata tertuju pada mobil yang di kendarai Sesil.


"Mobil siapa tu bagus banget kan ya?" tanya Mahasiswa D.


" Iya bagus banget bro," jawab Mahasiswa C.


Betapa kagetnya mereka ketika mengetahui siapa yang keluar, kebetulan sekali Reskiya dan Rasya baru saja sampai dan melihat mobil Sesil.


"Gue gak salah liat kan?" tanya Reskiya.


"Gak, itu emang mobil Sesil, samperin yuk," jawab Rasya, kemudia berjalan kearah mobil Sesil.


"Woiii turun, kita udah lapar ni," teriak Rasya yang mengetuk-ngetuk kaca pintu mobil milik Sesil.


"Sabar...," saut Sesil lalu keluar dari dalam mobil.


"Ayo sekarang kita menuju kantin," ucap Reskiya.


"Gak usah ngeliatin gitu juga kali, iri bilang bosku," ucap Rasya pada para mahasiswa/siswi tersebut.


"Hah palingan dia pinjam tu mobil," ucap Seorang mahasiwi yang melihat kearah mereka dengan tatapan tidak suka.


"Gak usah ngeliatin kaya gitu juga kali iri bilang bosku," ucap Rasya lagi pada para mahasiswi tersebut.


"Rasya sudah lah gak usah urusin mereka sebaiknya kita ke kelas," ucap Sesil.

__ADS_1


"Sesil, sesil!" panggil Reskiya.


"Apa gue ngak mimpi Rasya? apakah ini Sesil yang kemarin?" tanyaa Reskiya dan hanya di jawab dengan anggukan kepala oleh Rasya.


"Hehh!! ini gue lah masa hantu sih, emangnya gue yang kemarin beda apa sama yang sekarang?" tanya Sesil penasaran.


"Beda lah! lo tu kemaren cuek, ngebosenin kalau mau di ajak becandaan, lo itu selalu serius mulu," jawab Reskiya dan Rasya bersamaan.


"Kompak amat kalian," ucap Sesil dengan senyuman manisnya yang baru ia tunjukkan setalah sekian lama.


Di sepanjang perjalanan mereka kini di iringi dengan canda dan tawa, hingga para mahasiswa banyak yang tambah jatuh Cinta dengan Sesil karena melihat Sesil yang begitu cantik dengan senyumannya, setibanya di kelas mereka langsung duduk di tempat masing-masing.


"Sesil lo kemana kemarin, lo kok gak ada sih di cafe, kata para pegawai lo pergi sama Radit?" tanya Reskiya sambil membuka bukunya dan di angguki oleh Rasya yang mulai asyik dengan hendphonnya.


"Kemarin gue ada urusan dikit sama para anak bandel itu," jawab Sesil.


"Terus kenapa pas gue cek ruangan lo kok berantakan gitu?" tanya Reskiya yang kini mulai fokus pada bukunya.


"Itu.. itu karena biasa, emosi aja sama paman Bram, karena pengen banget gue nikah sama anak dari temannya itu," ucap Sesil berbohong.


"Baru juga di tinggal berapa jam udah ngamuk lo, emang gak ganteng dianya?" Tanya Reskiya.


"Kalau di bilang gak ganteng juga gak, dibilang jelek ya gak jelek juga," jawab Sesil.


"Yaaa karena gue ngak pernah liat mukanya sih!!," batin Sesil.


"Terus kenapa lo gak mau?" tanya Reskiya yang kini sudah meletakkan kembali bukunya.


"Ya karena umur kita itu beda jauh," jawab Sesil asal.


"Masa sih! lalu bagaimana dengan hubungan kalian dua?" tanya Reskiya sambil menatap ke arah Sesil.


"Sama siapa?" tanya balik Sesil.


"Itu si Radit," jawab Reskiya sambil melirik Radit yang berada tidak jauh dari tempat duduk mereka.


"Ummmm kepooo," ucap Sesil kemudian mulai membuka bukunya.

__ADS_1


"lebih baik lo gak usah berubah deh, bikin kepo aja," ucap Reskiya.


Seketika wajah Sesil langsung berubah menjadi kesal, bukan karena mendengar ucapan Reskiya, melainkan ia melihat seseorang yang membuatnya hampir kehilangan kendali.


"Sesil gue mau minta maaf sama lo, tentang yang kemarin gue gak maksud buat nyakitin kalian," ucap orang tersebut yang ternyata adalah Rangga, kemudian Rangga duduk di tempat duduknya dengan lesu.


"Apa yang dia maksud dengan "kalian" bukanya yang di permasalahkan itu waktu dia menciumku, lalu apa yang dia lakukan lagi, apakah dia terlibat dalam upaya balas dendam tersebut? " Batin Sesil.


"Sesil... Sil.. Sesil..!!" panggil Reskiya tapi tidak di tanggapi oleh Sesil.


"Sesilll!!!" teriak Reskiya yang membuat Sesil beserta para Mahasiswa dan mahasiwi yang berada di kelas terkaget semua.


"Ada apa? kenapa sih lo teriak gitu?" tanya Sesil, sambil menggoyangkan telinganya kerena tadi Reskiya teriak dekat telinganya.


"Gue manggil lo dari tadi," jawab Reskiya mulai kesal.


Tidak lama kemudian dosen pun masuk dan memberikan materi, sementara Rasya yang numpang kembali ke kelasnya. Kini mata kuliah Sesil telah usai, mereka bertiga pun memutuskan untuk pergi ke cafe.


Saat Sesil hendak keluar tiba-tiba saja tangannya di tarik oleh seseorang dan orang tersebut menarik kembali sasil masuk kedalam kelas kemudian menguncinya dari dalam.


"Siapa yang menarikku?" tanya Sesil spontan.


"Aku, aku kangen sama kamu," jawab Orang itu yang ternyata adalah Kevin.


"Kevin apa mau lo sih?" tanya Sesil kesal.


"Aku, aku kangen sama kamu Sesil, aku yakin kamu masih sayang kan sama aku," ucap Kevin perlahan berjalan mendekat kearah Sesil.


"Gue udah gak sayang lagi sama lo, jadi lo lebih baik menjauh dari gue sekarang juga dan cari saja wanita lain yang bisa tahan dengan kelakuan lo," ucap Sesil, sambil berusaha untuk membuka pintu.


"Percuma saja, biar kamu mau berusaha seberapa keras pintu itu tidak akan bisa terbuka, kuncinya ada padaku," ucap Kevin sambil menggoyang goyangkan kuncinya.


"Benarkah bagaimana kalau gue membuat sebuah keributan di dalam sini," Saut Sesil sambil menyilangkan kedua tangannya.


"Kamu mau melakukan apa? apa kamu ingin berteriak," tanya Kevin.


"Sebaiknya kamu ngak usah membuat usaha yang sia sia deh sayang..., "

__ADS_1


Sesil tersenyum yang membuat Kevin heran dengan apa yang akan di lakukan oleh orang yang di cintainya itu.


__ADS_2