
Alfin berjalan masuk dengan wajah serius lalu duduk sambil menyatukan kedua tangannya yang di taruh di atas lututnya, Bimo dan Ratna kemudian seketika masuk kedalam mode serius setelah melihat raut wajah Alfin. Ratna sedikit khawatir dengan anaknya yang satu ini, karena jika Alfin sudah datang menemui mereka dengan raut wajah itu maka ada sesuatu yang telah terjadi.
" Ada apa kali ini Alfin ? " Tanya Bimo serius.
" Iya sayang, apa yang mengganjal di pikiranmu kali ini ?" Tanya Ratna mulai khawatir.
" Apa Mamah sama Papah yakin dengan keputusan untuk melakukan "itu" pada Radit?" Tanya Alfin serius.
" Melakukan "itu" ? Maksudnya?" Tanya Ratna tidak mengerti.
" Tentu saja Papah yakin dan itu sudah terjadi tidak bisa di akhiri begitu saja. Kita tinggal menunggu hari baik untuk melangsungkannya. " Jawab Bimo sambil menatap kearah Alfin dengan wajah serius.
" Jadi tentang itu, kalau soal itu keputusan Mamah juga sudah bulat dan tidak bisa di ganggu gugat lagi. " Saut Ratna merasa sedikit lega.
" Tapi apa sebaiknya di bicarakan terlebih dahulu dengan Radit agar nantinya tidak terjadi sesuatu yang akan merepotkan bagi mereka." Ucap Alfin menyarankan.
" Bukankah kamu juga dulu seperti itu, tiba" saja kamu sudah melepas status jomlomu itu." Ucap Bimo.
" Tenang saja dia tidak akan mengeluh atau pun menyesal karena wanita itu sangat cantik dan juga baik hati. " Saut Ratna dan hanya di
" Huhhh aku hanya bisa membantumu sampai di sini dulu untuk saat ini, aku akan memikirkan rencana selanjutnya, gue mohon jangan marah sama Abang tampanmu ini." Batin Alfin merasa sedih.
Keesokan harinya.....
Sesil dan dua Orang sahabatnya yaitu Reskiya dan Rasya sedang berada di apartemen Sesil, saat ini Sesil tengah mondar mandir di dalam apartementnya, karena memikirkan bagaimana caranya mendapatkan pasangan dalam waktu tiga belas hari.
Reskiya dan Rasya pun merasa pusing karena mereka sudah melihat Sesil mondar mandir sekitar setengah jam lamanya.
" Ayolah Sil, berhenti mondar mandir dong, kita yang liat lo mondar mandir dari tadi udah pusing tau gak sih. " Pinta Reskiya yang sudah pusing.
" Bener banget tuh udah kayak setrikaan aja, bolak balik dari tadi." Timpal Rasya.
" Gimana gue gak mondar mandir, gue pusing gimana caranya biar gue ngak di jodohin dengan orang pilihan Paman, dalam waktu tiga belas hari. " Ucap Sesil.
" Wisss ternyata Lo bisa pusing juga yaa." Ucap Rasya menyindir.
" Ngak usah pusing kali Ses, kan banyak cowo' di kampus yang suka sama lo. " Ucap Rasya yang langsung berdiri dan merangkul Sesil.
" Bener banget tu, kan ada Aldo, Rangga, Ben dengan si anak baru itu. " Saut Reskiya sambil menghitung menggunakan jari tangannya.
__ADS_1
" Mereka ya? " Tanya Sesil.
" Bener banget tuh tinggal pilih aja salah satunya. " Saut Reskiya.
" Ya bicara aja gampang, ini masalah masa depan hidup dan mati. " Ucap Sesil yang kini memijat-mijat kepalanya.
" Dah kita lanjutin aja nanti pusingnya, sekarang kita siap-siap untuk pergi ke kampus. " Ucap Rasya yang langsung mendorong Sesil untuk gantian.
Mereka pun bersiap siap untuk ke kampus, setelah dua puluh menit akhirnya mereka bertiga sudah selesai bergantian dan mek up.
Kini mereka sudah berada di luar apartemen , Sesil dan Rasya mengendarai motor mereka masing-masing sedangkan Reskiya dibonceng oleh Rasya.
Tidak perlu waktu lama mereka pun sampai di kampus, mereka langsung menuju ke kelas masing-masing, di tengah perjalanan mereka melihat segerombolan mahasiswi berkumpul di depan kelas Reskiya dan Sesil.
" Eh ada rame - rame apaan tu, kita liat yuk. " Kata Reskiya yang menarik kedua tangan sahabat nya itu.
" Ada apaan nih, kok rame banget ada pebagian sembako ya? " Tanya Rasya heboh.
" Apaan sih lo Ras, mana ada pembagian sembako di universitas, yang ada itu para pangeran ganteng yang berkumpul. " Jawab salah seorang mahasiswi.
" Iya gue juga merasa beruntung bisa sekolah di sini karena cowo' nya ganteng-ganteng banget. " Sahut mahasiswi lain.
" Siapa lagi yang datang? dari mana lagi ni mahasiswa? " Tanya Reskiya.
" Katanya sih dari lombok, sumpah Ras gwanteng banget dia. " Jawab mahasiswi itu.
" Penasaran nih gue. " Ucap Reskiya.
" Minggir-minggir orang syantik mau lewat." Ucap Reskiya sambil membuka jalan dari kerumunan manusia untuk dirinya sendiri lewati.
Mereka pun berusaha untuk bisa melihat siapa pria yang di maksud para mahasiswi tersebut, saat mereka sudah sampai di bagian depan,setelah bersusah payah melewati kerumunan manusia itu.
Saat mereka sampai di bagian depan mereka melihat seorang pria tinggi yang membelakangi mereka. Rasya memutuskan untuk berkenalan dengan pria tersebut yang di ikuti Reskiya dan Sesil yang terpaksa karena di tarik oleh Reskiya.
" Permisi boleh kenalan gak? " Tanya Rasya.
Sebelum pria tersebut berbalik Sesil sudah berjalan berbelok mendahului mereka untuk menuju tempat duduknya. saat Sesil hampir melewati pria tersebut Reskiya tiba-tiba memanggil Sesil, alhasil pria tersebut yang mendengar nama Sesil pun berbalik dan saat itu pula tatapan Sesil dan pria tersebut bertemu, dan betapa terkejutnya Sesil ketika mengetahui pria yang ada di depannya ternyata adalah Kevin mantannya yang membuat dia menjadi seperti saat ini.
Sesil yang menyadari itu adalah Kevin langsung berjalan menuju tempat duduknya tanpa memperdulikan kebaradaan Kevin, Sesil berjalan melewati Kevin dengan wajah dinginnya tanpa memperdulikan senyuman dari Kevin yang jika wanita lain yang di berikan senyuman itu akan berteriak histeris.
__ADS_1
" Maaf ya Sil gue ngak tau kalau itu si pria b******k dan gak tau malu itu. " Ucap Rasya yang kini sudah berada di samping Sesil dengan penuh rasa bersalah.
" Iya gue juga ya Ses. " Timpal Reskiya dengan wajah bersalah pula.
" Ngak papa, Lo pergi kekelas sana nanti malah ketinggalan kelas." Saut Sesil sambil membalikkan halaman bukunya.
" Ngohey tapi kamu ngak usah peduliin dia. " Saut Rasya, Sesil hanya membalasnya dengan senyum singkat.
" Gitu dong senyum walau hanya sekilas sih dari pada pasang muka datar mulu udah kaya kulkas aja. " Ucap Rasya kemudian pergi meninggalkan mereka berdua.
" Jaga dia ya Res, gue balik dulu." Teriak Rasya sebelum benar-benar keluar dari kelas.
" Tenang.... Aman terkendali. " Teriak Reskiya sambil mengacungkan jempolnya ,setelah itu Rasya benar-benar tidak terlihat di sana.
*•~•*
Kini Sesil tengah berjalan sendiri menuju kantin sedangkan Rasya dan Reskiya menunggu di kantin, tapi betapa tidak beruntungnya Sesil hari ini dia bertemu dengan Kevin di perjalanan menuju kantin, Sesil berjalan dengan santai melewati Kevin tetapi Kevin langsung mengejarnya Sesil kemudian mempercepat langkahnya hingga tanpa sadar Sesil masuk ke sebuah jalan buntu.Saat sesil ingin berbalik ternyata kevin sudah berada di situ.
" Sesil gue mohon dengerin penjelasan gue. " Ucap Kevin.
" Gak ada yang perlu di jelasin lagi, gue sibuk minggir. " Saut sesil dingin.
" Gue datang kesini buat jelasin masalah waktu itu. " Ucap kevin lembut.
" Gue bilang gak ada yang perlu di jelasin lagi, gue liat dengan mata kapala gue sendiri kalo lo itu selingkuh, dan parahnya lo selingkuh dengan teman gue, hebat banget ya lo. " Kata sesil yang mulai tidak bisa menahan emosinya dan memakai topengnya lagi.
" Itu semua hanya salah paham aja, saat itu Riska yang menggoda gue buat pacaran sama dia, gue mohon Sesil beri gue satu kesempatan lagi, pliss. " Bujuk kevin memelas pada Sesil.
" Lo bilang riska yang godain lo!! " Tanya Sesil dengan senyumsinis.
"Ngak ada lagi yang perlu di jelasin minggir gue mau lewat. " Ucap sesil kemudian hendak melewati Kevin.
" Dia itu bohong sama kamu ,jangan percaya sama dia, plisss Sesil beri gue kesempatan. " Mohon Kevin sambil memegang pergelangan tangan Sesil.
" Buat apa kasih kesempatan buat pria b*****e* kaya lo. " Teriak Rasya yang berdiri tepat di belakang Kevin.
" Bener banget, cowok kaya Lo ngak pantas buat Sesil. " Timpal Reskiya.
" Lepasin!! gue mau ke kelas, jangan halangin jalan gue. " Ucap Sesil kemudian mendorong paksa Kevin.
__ADS_1
Kevin kemudian memegang tangan Sesil dan dengan segera Sesil menepis tangan Kevin dengan kasar tapi Kevin kemudian langsung menarik Sesil kedalam pelukannya, Rasya dan Reskiya kaget dengan apa yang di lakukan oleh Kevin, Reskiya merasa geram dengan tingkah Kevin dan tiba - tiba saja sebuah bogem mentah mendarat di wajah mulus Kevin. Rasya, Reskiya, Kevin dan bahkan Sesil kaget dengan hal itu.