
Alfin nampak khawatir saat tiba di tempat Reskiya dan yang lain, dengan segera Alfin bertanya pada dokter pribadinya tentang keadaan Reskiya saat ini.
"Bagaimana keadaan Reskiya saat ini?" tanya Alfin khawatir.
"Dia baik-baik saja, hanya luka di kepalanya sedikit lumayan besar, dan sekarang dia perlu istirahan untuk menenangkan dirinya," jawab dokter pribadi Alfin ramah.
"Kalian semua kenapa berkumpul di sini?" tanya Radit dengan bingung, yang baru saja datang.
"Reskiya terluka," jawab Aldo.
"Oohh, terus lukanya besar ngak?" tanya Radit.
"Kata dokter lumayan," sahut Alfin.
"Lo sebenarnya dari mana saja sampai ngak tau yang sudah terjadi?" tanya Josua.
"Gue habis dari hotel dekat sini," jawab Radit.
"Ngapain lo kesana? Lalu dimana Sesil sekarang?" tanya Aldo tiba-tiba muncul.
"Gue ngantar Sesil, sekarang dia sedang tidur di hotel," sahut Radit lalu berjalan menuju sebuah kursi.
"Lo ngak apa-apain Sesil kan?" tanya Josua dengan nada mengintrogasi.
"Ngak lah," sahut Radit santai.
Radit lalu mengambil sebuah tas pesta berwarna hitam kemudian beranjak pergi dari sana membuat yang lain merasa kesal dan heran dengan tingkah Radit, setelah Radit pergi Alfin lalu menggendong Reskiya menuju mobilnya dan di ikuti oleh yang lainnya.
Radit kini tiba di sebuah kamar lalu menaruh tas tersebut dengan sebuah kantung yang berisikan kotak kue di atas meja, lalu masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya karena tadi dia belum membilas tubuhnya.
__ADS_1
Tidak lama kemudian Sesil membuka matanya, setelah melakukan peregangan Sesil melihat keseliling dan nampak bingung dengan keselilingnya, terdengar pula suara gemercik air dari kamar mandi, hingga pandangannya tertuju pada tas dan kotak kue di atas meja dekat kasur.
Sesil lalu mengambil tasnya lalu memeriksanya dengan teliti dan tidak ada barang yang hilang lalu mengambil kotak kue tersebut, saat di bukanya wajah Sesil berseri-seri melihat kue kesukaannya, dengan balutan coklat dan strawberi di segala sisinya.
Dengan semangat Sesil memakan semua kue hingga habis tidak memperdulikan apa pun, setelah selesai makan Sesil lalu mencari air minum dan akhirnya ia mendapatkannya di dekat tas milik Radit, tanpa pikir panjang Sesil meminumnya.
"Akhh, rasa apa ini?" tanya Sesil dengan raut wajah anehnya.
"Rasanya sangat aneh, apakah minuman teh ini sudah kalduarsa?" tanya Sesil lagi entah pada siapa.
"Minum aja deh, haus banget," ucap Sesil bodo amant
Tok tok tok
Saat mendengar suara ketukan pintu Sesil kemudian langsung menaruh botol tersebut ke tempatnya, lalu berjalan munuju pintu dan membukanya, nampak satu pria dan dua wanita dengan pakaian kasual berdiri di depan pintu dengan tegap.
"Selamat siang Mbak," sapa Wanita tersebut.
"Maaf mengganggu, kami mendapat laporan kalau di sini terdapat pasangan kebo," ucap Wanita itu membuat Sesil bingung.
Di saat mereka sedang bercakap-cakap Radit keluar dari kamar mandi menggunakan handuk kimono dan baju yang basah di tangannya, semua mata tertuju pada Radit yang baru keluar dari kamar mandi, wanita itu terpesona sesaat saat melihat wajah Radit.
"Sayang apa ada tamu?" tanya Radit lalu meletakkan pakaiannya di sebuah keranjang dengan santai.
"Kenapa ngak di persilahkan masuk, ngak sopan loh bicara di pintu," lanjut Radit sambil berjalan ke arah Sesil.
"Hahh, ngak papa," sahut Sesil.
"Sepertinya gue harus bersandiwara," batin Sesil.
__ADS_1
"Maaf ini siapanya anda?" tanya pria itu.
"Saya adalah suaminya," jawab Radit dengan senyum ramah.
"Apakah itu benar Mbak?" tanya pria itu.
"Iya benar, dia suami saya," sahut Sesil dengan senyumannya.
Drrrtrrtt deeeerrrrrrrrtttt
Ponsel Radit bergetar di atas meja, Radit kemudian meminta izin untuk mengangkat telfon, setelah sekitar lima menit Radit berbicara dengan orang di sebrang sana lalu kembali ke Sesil.
"Bisa tunjukkan kepada kami surat nikah kalian?" tanya Wanita itu.
"Itu... surat nikah kita ada di rumah, kami tidak membawanya," jawab Radit memgarang cerita.
"Sayanggg, Mamah datang nih," ucap Ratna dari kejauhan.
"Mamah!!" ucap Sesil spontan.
"Sayang ada apa ini? kanapa ada tamu tidak di persilahkan masuk, aduh Mamah kan sudah mendidik kamu supaya bisa mejadi orang yang sopan, Radit," omel Ratna sambil memukul pelan bahu Radit.
"Maaf, ini ada apa ya?" tanya Ratna.
"Kami dari pihak kepolisian dan hotel ingin bertanya tentang hubungan kedua orang ini," jawab pria tersebut.
"Kalian berbuat apa?" tanya Ratna spontan.
"Kita ngak berbuat apa-apa kok mah," sahut Sesil.
__ADS_1
"Dengerkan, menantu sama anak saya tidak melakukan yang aneh-aneh," ucap Ratna.
"Kalau begitu maaf sudah mengganggu waktunya, kami pamit undur diri," ucap pria tersebut lalau meninggalkan Sesil dan yang lainnya.