
Rasya langsung bergegas masuk ke dalam kamar mandi lalu mematikan sowernya dan betapa terkejutnya Rasya ketika menyadari bahwa Sesil ternyata sedang tertidur.
Rasya langsung membangunkan Sesil, setelah sesil sudah sadar sesil langsung berganti pakaiaan sedangkan Rasya membuatkan teh hangat agar badan Sesil sedikit hangat.
" Apa segitu lelahnya hingga lo ketiduran di dalam kamar mandi dengan keadaan sower yang menyala ? " Tanya Rasya bingung.
" Gue tadi mau mandi tapi ketiduran karena masih ngantuk. " Jawab Sesil.
" Terus kenapa lo gak kunci pintu kamar sama pintu kamar mandi? kan bahaya kalau ada orang yang tidak di kenal masuk. " Tanya Rasya.
" Tapi gak ada kan, ya udah gue mau siap siap buat ke cafe, sana keluar. " Jawab Sesil yang langsung mendorong Rasya keluar kamar dan mengunci pintu.
" Dasar kepala batu. " Gumam Rasya.
Setelah 10 menit Sesil pun keluar kamar dan mereka pun berangkat ke cafe menggunakan kendaraan masing-masing.Setibanya di cafe mereka pun memarkirkan motor mereka di tempat parkir.
Saat mereka berjalan menuju pintu masuk, tiba-tiba langkah mereka berdua terhenti karena melihat Reskiya yang berdiri di depan pintu masuk dengan wajah yang tersenyum.Tapi di balik senyuman itu tersembunyi sebuah kekesalan yang sangat mendalam.
" Sepertinya kita dalam bahaya Sesil. " Ucap Rasya.
" Sepertinya gitu. " Saut Sesil.
"kemungkinan besar kita akan kena marah dan di ceramah selama berjam jam Ses. " Tebak Rasya.
Mereka berjalan dengan sedikit cepat dan berpura pura tidak melihat Reskiya di sana.
" Heiii kalian mau kemana haaa!!! " Ucap Reskiya yang merentangkan kedua tanganya hingga menutupi pintu.
" Tentu saja kita mau masuk, iya kan Ses. " Jawab Rasya.
" Iya, gue duluan ya mau cek barang, kemarin belum selesai. " Ucap Sesil yang berjalan kearah gudang melalui jalan pintas.
" Nanti gue jelasin alasan gue terlambat, kalau sudah selesai ngecek barang. " Lanjut Sesil.
" Pintar banget tu anak, gue harus cari alasan ni buat kabur. " Batin Rasya.
" Lagi mikir apaan? mau coba cari alasan buat kabur, gak bisa!! lo ikut gue ke ruangan SEKIRA. " Tebak Reskiya.
" Gue gak mikirin apa apa kok. " Sangkal Rasya.
" Apes banget dah hari ini. " Batin Rasya.
( Ruangan sekira adalah ruangan tempat mereka merencanakan menu baru sekaligus ruangan untuk mereka saling introgasi/ ruang rapat).
Kini Rasya tengah di marahi oleh Reskiya, sedangkan Sesil masih mengecek barang yang tersisa.
__ADS_1
" Huahhh, mengantuk sekali, kemarin benar benar sangat melelahkan, mana sebentar barang pesanan tiba. " Keluh Sesil.
" Tetap semangat Sesil kamu pasti bisa ! " Kata Sesil memberi semangat pada dirinya sendiri.
" Ba' Sesil, ba' Sesil ada yang cari Embak. " Teriak Mona dari pintu gudang.
" Siapa Mon? " Tanya Sesil.
" Itu loh bak yang kemarin datang. " Jawab Mona.
" Perempuan atau laki laki Mon? " Tanya Sesil.
" Laki laki mbak. " Jawab Mona.
" Bilang jika ada perlu datang aja ke sini. " Ucap Sesil.
" Baik mbak. " Saut Mona.
Mona pun pergi, tak lama setelah Mona pergi seorang pria datang menghampiri Sesil.
" Sesil!, apa lo ada waktu sebentar ? " Tanya seorang pria itu sambil berjalan kearah Sesil.Sesil berbalik dan berjalan mendekat kearah pria tersebut.
" Ternyata lo yang nyari gue Ben. " Ucap Sesil.
" Lo mau ngomongin apaan? ngomong aja gue dengerin. " Lanjut Sesil.
" ngomong aja gue dengerin. " Ucap Sesil.
" Kalau tidak mau bilang silahkan pergi. " Lanjut Sesil.
" ummm sebenarnaya gue mau jelasin kejadian kemarin dan gue mau minta maaf karena udah buat keributan di cafe lo. " Ucap Ben.
" Tentang kemarin ya! gue udah maaffin dan gak perlu di jelasin lagi. " Ucap Sesil yang menghentikan aktivitasnya.
" Lo tenang aja gue akan pastiin Gabriel gak bakalan gangguin lo lagi. " Ucap Ben.
" Oke gue pegang kata kata lo. " Ucap Sesil.
" Tapi cara yang paling tepat adalah dengan cara, lo harus menjauhi Sesil dan belajar untuk membuka hati buat Gabriel. " Lanjut Reskiya yang baru saja datang.Ben pun menoleh kearah Reskiya.
" Mengapa harus dengan cara itu? apa tidak ada caralain lagi? " Tanya Ben dengan penuh harapan.
" Kalau sekarang itu adalah cara terbaik, Gaberiel akan berhenti ketika lo berhenti untuk mendekati Sesil. " Jawab Reskiya.
" Baiklah kalau begitu gue akan mencoba untuk menjauh dari lo Sesil. " Kata Ben.
__ADS_1
" Gue lakuin ini hanya demi keselamatan lo, jadi lo harus nunggu gue dan lo gak boleh dekat dengan pria manapun tanpa seizin gue. " Sambung Ben.
" Apa hak lo buat ngelarang gue dekat dengan cowo' lain selain lo? " Tanya Sesil dingin.
" Pacar bukan, sahabat bukan, apalagi keluarga. " Lanjut Sesil.
" Maksud gue bukan gitu! " Kata Ben.
" Lalu maksud lo,Sesil harus nungguin lo sampai Gabriel lupain lo gitu? " Tanya Reakiya sambil menyilangkan kedua tangannya di dadanya.
" Ngak gitu juga sih. " Jawab Ben.
" Berarti kurang lebih seperti itu. " Kata Reskiya.
" Oke sudahlah kita akhiri sampai di sini saja, gue mau istirahat dulu, sebentar gue masih ada kerjaan. " Ucap Sesil yang kemudian berjalan keluar gudang.
" Tungguin gue Sil, Heh lo gak keluar , emang lo mau di kunci di dalam gudang apa? " Tanya Reskiya.
Mereka pun keluar dari gudang dan pergi ke tempat yang di tuju masing masing. Kini Reskiya dan Sesil sudah berada di dalam cafe dan mereka duduk di tempat biasa ketika mereka istirahat.
" lo berhutang penjelasan sama gue sesil. " Ucap Reskiya.
" Iya gue akan jelasin kenapa gue telat, tenang aja gue gak akan kabur. " Saut Sesil.
Sesil pun menceritakan alasan mengapa dia terlambat datang ke cafe, ia menceritakannya dengan detail dari dia bangun tidur hingga dia sampai di cafe.
" Gitu ya, oke bisa di maaf kan. " Ucap Reskiya.
" Rasya di mana kok gak keliatan? " Tanya Sesil.
" Dia lagi ada urusan sama tunangannya itu. " Jawab Reskiya.
Kini Radit berada di cafe bersama dengan Rangga, Aldo dan Farhan.
" Hay Rdit, apa kabar.? " Tanya Yuna teman Gabriel.
" Baik, maaf tapi lo siapa ya? " Tanya Radit kembali.
" Lo gak kenal gue lagi ya, gapapa deh, nama gue Yuna, cewe' yang waktu itu lo antarin pulang waktu di Jepang. " Ucap Yuna yang kemudian duduk di samping Radit.
" Yu, lo ngapain di sini? " Tanya Rangga.
" Bukan urusan lo, gue mau kemana aja ya terserah gue. " Jawab Yuna.
" Lo itu lagi di hukum dan gue yang bertanggung jawab atas semua itu. " Ucap Rangga.
__ADS_1
" Eleh hanya tinggal tanggung jawab aja susah amat sih. " Ucap Yuna dengan raut wajah masa bodoh.
Rangga dan Yuna pun beradu mulut, karena merasa ada keributan di bagian belakang, Sesil dan Reskiya mutuskan untuk melihat siapa yang membuat keributan.