
Radit membuka pintu kemudian masuk ke dalam sebuah ruangan yang tertulis dalam SMS nya bersama Sesil, Radit berjalan perlahan ke dalam ruangan yang gelap tak lama kemudian ada yang menarik tangan Radit menuju sebuah pintu yang nampak cahaya dari dalamnya.
Orang itu terus menarik tangan Radit hingga sampai di sebuah taman yang sangat indah yang penuh dengan bunga, Orang tersebut kemudian pergi meninggalkan Radit seorang diri kemudian Rasya datang lalu menuntun Radit kesebuah bangku yang di sana sudah ada Sesil yang tengah berkutik dengan laptopnya.
"Temui dia, tenang saja kita ngak bakalan gangguin lo bedua," ucap Rasya saat melihat tatapan Radit.
Setelah sampai Radit kemudian duduk di samping Sesil sambil menatapnya lembut. "Ngak usah natap gitu, kalau ada yang ngak beres bilang aja!" ucap Sesil masih serius berkutik dengan laptopnya.
"Helai rambutmu ini mengganggu pandanganku, menutupi wajahmu yang sanagat cantik ini," sahut Radit sembari membawa helai rambut Sesil ke arah telingannya dengan lembut, Sesil membeku seketika mendapat perlakuan seperti itu dari Radit.
"Ohhhhh, jiwa jombloku meronta-ronta melihat itu," ucap Reskiya dari kursi yang lumayan jauh dari Sesil dan Radit tapi mereka masih bisa mendengar dan melihat dengan jelas apa yang terjadi di sana karena mereka menyimpan kamera tersembunyi di depan pot bunga dan alat penyadap di kursi.
"Apa yang lo maksud gue ngak ngerti," ucap Sesil sedikit gugup.
"Gue mau lo nikah kontrak sama gue," ucap Sesil dengan santainya.
"Nikah kontrak ini akan berlaku hingga satu tahun, setelah satu tahun lo bukan siapa-siapa gue lagi anggap aja kita ngak kenal," sambung Sesil kemudian menyerahkan satu lembar kertas hvs pada Radit dan dengan senang hati Radit menerimanya.
"Lo baca semua syarat dan perjanjiannya setelah itu lo tanda tanggan di bawah," ucap Sesil kemudian beranjak dari duduknya.
"Tunggu!" ucap Radit sambil memegang tangan Sesil.
Sesil menatap ke arah Radit dengan tatapan sinis dengan cepat Radit menarik Sesil hingga terjatuh kedalam pangkuannya dengan refleks Sesil melepaskan tas yang ia pegang lalu memeluk Radit saat sudah berada di pangkuan Radit.
"Uuuhhhh, sowsweet banget sihhh," ucap Reskiya.
"Radit tau aja cari kesempatan dalam kesempitan," lanjut Reskiya sambil memukul-mukul bahu Rasya pelan.
__ADS_1
"Keras banget mainnya tuh, Radit," sahut Rasya sambil menggelengkan kepalanya.
Kini tatapan mereka bertemu Sesil terdiam sesaat kemudian mendorong tubuh Radit lalu turun dari pangkuan Radit kemudian Radit berdiri lalu dengan cepat Radit menarik kembali Sesil tapi kini Radit memeluk Sesil dengan erat dari belakang.
"Ku mohon jangan pernah berpikir untuk menjauh dariku, aku hanya akan mencintaimu seorang," ucap Radit tepat di telinga Sesil sembari menaruh dagunya di bahu Sesil.
"Sesil, kamu adalah wanita pertama yang sama sekali tidak tertarik denganku, kamu adalah wanita pertama yang membuat hatiku tergerak untuk memiliki seseorang dalam hidup ini. Kamu adalah bidadari tak bersayap yang di kirimkan untukku." Radit berkata dengan tulus dari lubuk hatinya.
"Aku berjanji akan selalu menjagamu seumur hidupku, aku ingin menua bersama mu, aku ingin kita menjadi satu untuk selamanya dan tidak akan terpisah hingga maut menjemput," lanjut Radit kemudian mempererat pelukannya.
"Aduhhhh, jadi baper deh denger kata-katanya," ucap Rasya sambil menarik-narik daun lalu memakannya.
"Hihhh," Dengan cepat Reskiya langsung memukul tanggan Rasya yang hendak memakan daun tersebut.
"Lebai tau," ucap Reskiya.
"Jika dia yang mengatakannya padaku..... ahhh, itu adalah masa lalu. lagi pula dia saat ini pasti sedang bersenang-senang dengan pasangannya, dia hanya masalalu yang harus kamu buang dan sekarang kamu harus fokus, fokus kedepan dan jangan melihat ke arah belakang lagi, oke Reskiya." Reskiya memejamkan matanya lalu tersenyum manis.
Sesil memegang tangan Radit sambil berkata, "Gue berterima kasih karena lo sudah mau mencintai gue dengan sepenuh hati, tapi gue sama sekali ngak punya rasa sama lo." Kemudian Sesil melepaskan pelukan Radit.
Radit sudah mempersiapkan mentalnya tapi entah mengapa dadanya terasa sakit, rasanya seperti tersayat pisau. Radit tersenyum sembari menurunkan tangannya lalu memungut semua barang Sesil yang terjatuh tadi, setelah mengambil barangnya Sesil langsung meninggalkan Radit di sana.
"Jadi ini yang di namakan dengan "Sakit Tak Berdarah" gue bener-bener kacau kali ini," ucap Radit kemudian mengacak-ngacak rambutnya dengan frustasi.
***
Pagi yang indah dan penuh dengan kejutan untuk keluarga Radit dan Sesil, di pagi yang tenang mereka mendapat kabar yang mengejutkan dari Radit dan Sesil.
__ADS_1
"Apaaaa!!!" ucap Arga kaget dan tidak percaya dengan apa yang dia dengar saat ini.
"Kakak, ngak lagi ngeprank kan? ini ngak serius kan?" tanya Arga masih tidak percaya dan tidak terima dengan keputusan Sesil yang ingin menikah dengan Radit.
"Kalau begitu kita akan ...,"
"Ngak akan ada pesta meriah, gue hanya ingin nikah di KUA dan masalah pernikahan ini hanya antar keluarga dan temen-temen gue. Sedangkan yang lain tidak di perbolehkan untuk hadir di sana," ucap Sesil memotong ucapan Bram begitu saja.
"Soal pesta pernikahan itu masalah belakang yang terpenting gue menikah dan ngak akan ada lagi yang bakalan maksa gue buat nikah lagi," lanjut Sesil.
"Yooo, semua! I'm back, so welcome this coolest me!!" ucap seorang pria sambil merentangkan kedua tangannya di hadapan mereka semua.
"Hey, ada apa ini? kenapa semua orang berkumpul di sini?" tanya pria itu bingung.
"Lo baru pulang lebih baik pergi ke kamar dan istirahat saja," ucap Arga melampiaskan kekesalannya.
"Apa-apaan itu? apa itu cara dirimu memperlakukanku? aku sebagai kakak sepupumu ini tidak kamu anggap, dasar kau sepupu durjana," sahutnya kemudian berjalan menuju kamarnya sambil menarik koper besarnya dengan santai melewati mereka semua.
"Yang intinya gue ngak mau ada pesta-pestaan dan ngak ada lagi namanya paksaan yang di tujukan padaku." Sesil menjelaskan maksudnya kemudian pergi meninggalkan mereka semua.
Sementara itu di kamar Radit ...
"JADI LO DI MINTA NIKAH KONTRAK SAMA DIA!!!" teriak Alfin sepontan saat mendengar penjelasan Radit barusan.
"Iya, tapi Abang ngak boleh bilang dengan yang lain tentang masalah ini termasuk Mamah dan Papah," sahut Radit.
"Baiklah," sahut Alfin kemudian menjatuhkan dirinya di atas kasur sembari memejamkan matanya llu tersenyum.
__ADS_1
Radit merasa aneh melihat Alfin bertingkah aneh tidak lama kemudian muncul ide jahil di kepala Radit untuk melakukan sesuatu kepada Alfin, Radit kemudian beranjak dari duduknya menuju kamar mandi lalu mengambil air menggunakan tempat-tempat kecil.
Setelah keluar Radit mengambil spidol berwarna merah dan hitam kemudian kembali ke kasurnya Dan aksi jahil pun terlaksanakan, Radit kemudian mencoret-coret wajah Alfin menggunakan spidol setelah selesai Radit kemudian menyiram wajah Alfin mengunakan air yang ia ambil tadi, seketika Alfin langsung mengusap wajahnya dan memberikan plototan pada Radit.