Jodohku Ratu Kampus Yang Dingin

Jodohku Ratu Kampus Yang Dingin
35, Permulaan Kembalinya Sifat Sesil.


__ADS_3

Saat Sesil membuka pintu kamar mereka Sesil sangat terkaget dengan apa yang di liatnya tapi berbeda dengan Radit yang sebuah senyuman bahagia yang terukir di wajahnya, nampak raut wajah jijik di wajah Sesil.


Sambil merjalan masuk kedalam kamar Sesil melihat keseliling yang isinya hampir semua adalah barang milik pengantin baru yang akan melaksanakan malam pertama, dengan cepat Sesil menarik Radit yang masih berdiri di depan pintu lalu menutupnya dengan kasar.


Sesil berjalan dengan cepat menuju kopernya lalu mengeluarkan sebuah pelastik hitam besar dari dalam kopernya lalu dengan kesalnya Sesil memasukkan semua barang-barang itu kedalam plastik hingga bersih.


"Kamu masih ketinggalan satu tempat sayang!" ucap Radit sembari duduk di kasur yang penuh dengan taburan bunga mawar.


"Kalau begitu menyingkir, gue mau bersihkan semua kelopak mawar ini," sahut Sesil sembari berjalan ke arah kasur.


"Kenapa Bi' Laras repot-repot buat semua ini sih, padahal ngak perlu banget, huhhh rasanya sangat menjengkelkan." Sesil terus saja mengoceh dengan terus memasukkan kelopak mawar kedalam Pelastik yang sudah mau penuh, sedangkan Radit hanya tersenyum melihat Sesil mengoceh lalu masuk kedalam kamar mandi.


Di bawah sower yang menyalah Radit memejamkan matanya dengan mendengah menikmati terpaan air mengenai wajahnya mengalir turun melewati lekukan wajah terus kebawah melewati perutnya yang ideal sembari memikirkan Sesil seorang.


"Ternyata benar kata Josua kalau Sesil itu orangnya sebenarnya sangat cerewet," batin Radit dengan di sertai kekehan kecil.


Setelah beberapa menit kemudian Radit keluar dari kamar mandi dan mendapati Sesil yang hendak keluar degan membawa kantung plastik berukuran besar, dengan cepat Radit bergegas menghampiri Sesil dan mencegat niatan Sesil tapi bukannya Sesil fokus dengan ucapan Radit malahan sudah tersipu malu karena perbedaan tinggi membuat wajah Sesil tepat di dada bidang Radit yang begitu mengoda Radit yang melihat itu dengan segera menutup kedua mata Sesil dengan satu tangannya.


"Jangan di tatap seperti itu!, jika kamu belum siap menyerahkan diri mu kepadaku!, karena aku hanya pria biasa yang kapan saja bisa menerkammu," ucap Radit lembut kemudian menuntun Sesil hingga depan kamar mandi dengan masih menutup matannya.


"Mandilah, kamu bau belum mandi selama dua hari, dan cepatlah aku akan mengoleskan salep untuk luka di lehermu." Dengan segera Radit berbalik lalu melemparkan handuk kimono dan dengan cekatan Sesil menangkapnya lalu masuk kedalam kamar mandi.


Setelah selesai mandi Sesil dengan cepat langsung menuju lemari pakaian, setelah selesai ganti baju Sesil menuju taman belakang lalu duduk di tepi kolam sembari memandangi sayuran yang tumbuh subur tidak jauh dari sana, Josua yang kebetulan lewat kemudian langsung menghampiri Sesil dan duduk di sampingnya dengan melipat kakinya karena enggan kakinya basah.

__ADS_1


"Vila ini pasti mempunyai banyak kenangan buat lo ya?" tanya Josua yang mendapat tatapan sayu dari Sesil.


"Hemm, seperti itu." Sesil kini menatap air melihat pantulan dirinya di air.


"Pasti sangat berat buat lo! kembali pada sebuah kenagan yang begitu indah pada masanya dan begitu di ingat akan menjadi belatih yang akan siap untuk menyayat hati," ucap Josua sambil menatap awan putih di langit yang mendung.


"Ngak usah sok bijak lo," ucap Sesil seketika meruntuhkan semangat Josua.


"Jahat banget ucapan lo," ucap Josua melihat ke arah Sesil.


"Biarin, supa lo ngak terlalu sok ganteng dan percaya diri lagi," sahut Sesil melihat ke arah Josua sekilas dengan sebuah senyuman.


Seketika hati Josua seakan tersentuh tetesan air hangat, begitu hangat hingga Josua tidak berkedip sama sekali, seketika Josua langsung memeluk Sesil sembari berkata, "Gue ingin lo kembali seperti dulu lagi menjadi wanita yang ramah dan hangat bukan menjadi seperti ini, yang selalu dingin dengan semua orang," Josua menyeka air matanya yang hendak turun.


"Ngak, mana ada gue nagis," sangkal Josua kemudian melepaskan pelukannya.


"Tuh, ada air matanya." Sesil menunjuk ke arah pipi Josua dan al-hasil Josua mengelap seluruh wajahnya menggunakan kaosnya hingga sedikit menampakkan perutnya yang belum terbentuk sempurna.


"Tuhkan bener lo nangis, dasar cengeng," ejek Sesil kemudian dengan kesalnya tidak sengaja Josua mendorong Sesil hinga tercebur kedalam kolam.


"Sesil lo udah belajar berenang kan?" tanya Josua memastikan tapi kini Sesil sudah menunjukkan tanda-tanda akan tenggelam.


"Aduhhh mana gue ngak bisa berenang lagi," Josua mendar-mandir dilema mau masuk kekolam menyelamatkan Sesil tapi dia sendiri tidak bisa berenang tapi jika dia tidak masuk kekolam Sesil akan tenggelam.

__ADS_1


Saat Josua memutuskan untuk terjun bersamaan dengan Radit yang langsung menyebur kedalam kolam dengan pakaian jas kantornya, bukannya berenang ke arah Sesil malahan Josua ikutan tenggelam dan untung saja ada seorang gadis yang kebetulan lewat dan melihat Josua yang sudah glagapan di dalam air, tanpa basa basi gadis itu membuang tasnya lalu langsung terjun setelah Radit menaikkan Sesil ke tepi kolam.


Gadis itu kemudian langsung memeluk tubuh Josua dan membawanya ke tepi kolam, setelah sampai di pinggir kolam gadis itu langsung bergegas masuk kedalam vila dan dua puluh menit kemudian gadis itu kembali ke kolam dengan pakaian sekolah yang kering lalu merampas tasnya dengan kasar dari lantai kemudian berlari sekuat tenaga menuju garasi belakang dan betapa terkejutnya Josua saat melihat gadis itu keluar dari garasi dengan mengendarai mogen berwarna hitam dengan garis dan juga zig zag merah di samping dan depan motor.


Radit melewati Josua begitu saja sambil menggendong Sesil ala bride stayle menuju kamar mereka, Bi' Laras merasa cemas dan juga senang melihat pemandangan itu.


"Akhirnya Non Sesil mendapatkan pasangan yang benar-benar mengerti dirinya dan sayang padanya," ucap Bi' Laras.


Sementara itu seorang gadis remaja SMA tengah berjalan dengan terburu-buru menuju kelasnya yang kini sudah di pastikan sudah ada guru di dalamnya karena sudah menunjukkan pukul 8:38, dengan tegang gadis itu kemudian menekan knok pintu berharap tidak ada guru yang mengajar dan harapannya terkabul, tubuh gadis itu langsung lega seketika serasa semua beban di tubuhnya hilang seketika.


"Yaelah, lagi-lagi lo apsen di jam pertama," ucap seorang gadis remaja U.


"Bener banget, lo terlambat kenapa sih biasanya lo nyampe di sekolah jam 8:36 deh," sahut gadis J dengan nada mengejek kemudian di sertai dengan tawa puas yang di ikuti satu kelas.


"Udah selesai ngebacotnya?" tanya gadis itu mengintimindasi seisi kelas.


Semua isi kelas menjadi tenang seketika tidak ada yang berani tertawa lagi, gadis itu berjalan menuju tempat duduknya dengan penuh percaya diri.


"Heh, kalian mau mencoba membuli seorang Bunga Anastasya, ngak usah bermimpi kalian," batin gadis itu yang ternyata bernama Bunga.


#Kira apa yang akan di lakukan Radit ya pada Sesil di kamar? πŸ€”πŸ€”


***Jangan lupa like πŸ˜‰ komen πŸ˜ƒ dan favoritnya πŸ₯°...

__ADS_1


karena semua itu sangat berarti bagi aku untuk semangat πŸ’ͺnulis ✍️***


__ADS_2