
Radit menghentikan langkahnya saat Rangga duduk di samping Sesil, Radit mengepalkan tanganya saat melihat Rangga mengelap sudut bibir Sesil yang terkena es krim.
"Radit, lo ngapain di sini?" tanya Aldo yang baru saja selesai bergantian.
"Ngak papa, gue mau cari makan dulu," sahut Radit lalu berlalu pergi meninggalkan Aldo sendiri.
"Malah di tinggalin lagi, kan gue mau kasih celana ini buat dia malah di tinggal pergi," oceh Aldo sambil mengangkat kantung hitam di tangannya.
"Tapi kok mukanya aneh gitu ya? habis liatin apaan sih?" Aldo memegang dagunya lalu memutar badannya.
Seketika mulut Aldo terbuka lebar saat melihat Sesil dan Rangga tengah bermesraan.
"Oh ternyata!!! ..... sebagai temen yang baik, gue harus menghibur nih sepertinya," ucap Aldo lalu mengejar Radit yang sudah cukup jauh.
"Jadi apa rencana lo untuk membalaskan dendam kedua orang tua lo?" tanya Rangga sambil memakan es krimnya.
"Soal itu...., gue ngak akan memusnahkan seluruh keluarga Wijaya sekaligus," sahut Sesil.
"Gue bakalan buat kalian merasakan "hidup segan mati tak mau" gue mau seluruh keluarga Wijaya lenyap dari muka bumi ini," batin Sesil.
__ADS_1
"Maksud lo! .... lo ngak mau ngebunuh mereka? kalau begitu dendam orang tua lo ngak terbalaskan," tanya Rangga bingung dengan jawaban Sesil.
"Gue bakalan tetap ngebunuh mereka, tapi dengan cara gue sendiri," ucap Sesil lalu beranjak dari duduknya meninggalkan Rangga.
"Semoga saja lo bisa nyingkirin sampah-sampah itu buat gue dan selanjutnya gue bisa mengambil alih keluarga Wijaya dan membangun kembali keluarga Syaikhaer," batin Rangga sambil tersenyum penuh kemenangan.
Kini Sesil tengah duduk di tepi kolam renang sambil memainkan air dan melihat yang lain bermain air dengan ceria dari sisi lain kolam renang yang lumayan jauh. Radit yang kebetulan ingin mencari tempat sepi setelah di buntuti terus oleh Aldo hingga Aldo di tarik oleh Farhan menuju air.
Radit berjalan menuju Sesil sambil membuka jaket yang ia kenakan, saat sudah tiba di samping Sesil dengan cepat Radit memakaikan jaketnya ke bahu Sesil karena gaun yang di pakai Sesil sedikit terbuka di bagian atas, karena kaget Sesil kemudian menoleh ke arah Radit dengan wajah kaget.
"Di pake aja, nanti masuk angin, baju kamu sepertinya kehabisan bahan," ucap Radit dan di tanggapi dengan Sesil yang dengan segera membuang mukanya saat melihat Radit.
"Boleh gue duduk?" tanya Radit sambil melirik ke arah samping Sesil.
"Boleh, tempat ini bukan punya gue, jadi semua orang boleh duduk di mana saja tanpa izin terlebih dahulu," jawab Sesil ketus.
"Oke, makasih," ucap Radit lalu duduk di samping Sesil.
"Makasih jaketnya, gue mau pergi, jadi lo bisa dapat tempat yang tenang," ucap Sesil lalu bangun dari duduknya.
__ADS_1
Radit menahan tangan Sesil agar tidak pergi, Sesil menatap tidak suka ke arah Radit yang ternyata menatap dengan datar membuat Sesil sedikit bingung, tidak lama kemudian Radit sedikit bergeser dari duduknya menuju lebih dekat pada bibir kolam.
"Ada apa? gue mau cari makan dulu, jadi lepasin tangan gue," tanya Sesil dengan tatapan tidak suka.
Perlahan tubuh Radit mulai miring hingga sedikit lagi jatuh ke dalam air membuat Sesil menaikan sebelah alisnya tidak mengerti dengan Radit karena hanya menatapnya dengan tatapan datar.
Hingga Radit kini tercebur kedalam kolam dan membuat Sesil tertarik lalu ikut tercebur kedalam air tanpa melepas pegangan tangan Radit, malahan Sesil dengan sepontan memeluk leher Radit.
Radit dengan sengaja mendorong dirinya menuju ke tengah kolam yang lebih dalam saat Sesil memejamkan matanya ketakutan, Radit berusaha membuat Sesil membuka matanya dan ingin agar Sesil tidak takut lagi, bukannya tenang Sesil malahan bertambah takut dan mempererat pelukannya hingga Radit sedikit sulit bernafas.
"Tenang ada gue di sini, kamu ngak bakalan tenggelam," ucap Radit mengelus kepala Sesil dengan lembut.
"Lo pasti sengaja kan mau cari kesempatan buat dekat gue? pakek ke tengah kolam segala lagi, lo pasti tau kan kalau gue ngak bisa berenang," tanya Sesil gemetar.
"Maaf tapi gue ngak tau kalau lo ngak tau berenang," sahut Radit berbohong.
"Bawa gue ke pinggir sekarang juga," pinta Sesil dengan kesal.
"Bagaimana kalau gue ajarin berenang, kasian loh, kamu udah datang, udah di dalam air tapi ngak berenang, ngak lengkap kalau gitu," saran Radit membuat Sesil memutar kedua bola matanya kesal.
__ADS_1