
Sesil memutar kedua bola matanya kesal, tiba-tiba saja Radit memindahkan kedua tangan Sesil menuju pinggangnya yang membuat Sesil menyentuh kulit Radit, perlahan Radit membuka kaos yang dia pakai lalu menyuruh Sesil untuk memakainnya.
"Pakai ini, lalu aku akan mengajarimu berenang dengan baik," ucap Radit sambil menaruh kaos hitamnya di pundak Sesil.
"Ngak mau, buat apa gue makai kaos lo yang sudah basah itu," sahut Sesil ketus.
"Kalau begitu gue yang pakein," ucap Radit lalu mengambil kaosnya bersiap memakaikan Sesil.
Radit memakaikan kaosnya pada Sesil seperti seorang ayah yang memakaikan baju pada anaknya, sedangkan Sesil hanya terdiam melihat Radit yang memakaikan baju padanya.
"Angkat tangan kamu," ucap Radit sambil bersiap memgangkat tangan Sesil pelan.
"Apaan sih, gue ngak mau." Dengan kasar Sesil menepis tangan Radit lalu hendak membuka kaos yang di berikan oleh Radit.
Radit menaikkan pandangannya menuju wajah Sesil karena lekukan tubuh bagian atas Sesil sudah hampir terekpos karena kain yang trasnparan ketika terkena air, dengan cepat Radit lalu menahan tangan Sesil yang hendak membuka bajunya lalu dengan paksa memakaikan kaos tersebut.
__ADS_1
Radit memutar tubuh Sesil lalu memegang pinggang sekaligus tangan kiri Sesil agar Sesil tidak tenggelam lalu dengan satu tangan memakasa Sesil memakai lengan kaos tersebut, begitu pula dengan tangan kirinya hingga setelah perjuangan yang cukup lama akhirnya Radit berhasil memakaikan kaos tersebut.
"Kaos ini jangan di buka, karena tubuh kamu hanya aku yang boleh liat," bisik Radit tepat di telingan Sesil yang langsung membuat Sesil terdiam dan melebarkan matanya.
"Apa maksud lo? gue ngak ngerti," tanya Sesil bingung sekaligus kesal dengan ucapan Radit.
"Kamu periksa aja sendiri," sahut Radit lalu Sesil mengangkat kaos tersebut hingga bagian dadanya dan dengan cepat langsung menurunkannya kembali dengan mulut yang terbuka dan mata yang melebar.
"Masih mau di buka?" tanya Radit menaruh dagunya di atas kepala Sesil, tapi Sesil hanya terdiam.
Karena takut akan tengelam Sesil mendorong dirinya lalu langsung memeluk tubuh Radit yang kini hanya memakai celana dan tubuh bagian atasnya yang terekpos dengan bebas.
"Tenang selama ada aku, kamu ngak akan kenapa-napa," ucap Radit menenagkan.
"Oke, sudah siap?" tanya Radit lalu di tanggapi dengan anggukan kepala oleh Sesil, Radit tersenyum lalu mendorong tubuh Sesil perlahan mejauh darinya dan memegang kedua tangan Sesil seperti semula.
__ADS_1
"Kmu sekarang menggoyangkan kedua kaki kamu dengan arah yang berlawanan, tetap tenang dan jangan takut," ucap Radit lalu di ikuti dengan senang hati oleh Sesil.
Perlahan Sesil mulai bisa walau masih takut untuk melepaskan tangan Radit, setelah bisa bertahan dan tidak tenggelam Radit kemudian menyelam lalu mengangkat tubuh Sesil kemudian meluruskan kakinya dan memegang bagian perut dan lutut Sesil.
Dengan sabar Radit mengintrusikan setiap step-step awal untuk bisa berenang hingga perlahan Sesil mulai berani untuk melepaskan satu tangannya, saat berhasil melepas satu tangan, Sesil kemudian mencoba untuk melepas kedua tangannya pada genggaman Radit, percobaan pertama gagal, Sesil tidak bisa menyeimbangkan tangannya.
Percobaan ke dua Sesil masih saja belum bisa, hingga percobaan ke tiga, berhasil tapi belum terlalu lancar, Sesil dengan senang menikmati seperti terbang di atas air, karena Radit yang saat ini memegang bagian pinggang dan lututnya, dengan kecepatan Sedang Radit memutar-mutar Sesil seperti menaiki wahana di atas air.
Setelah cukup lama bersenang-senang akhirnya Radit dan Sesil memutuskan untuk naik ke darat karena sudah kedinginan, Sesil berjalan dengan susah karena gaunnya yang cukup tebal menjadi berat saat terkena air, melihat itu Radit langsung mempunyai inisiatif untuk membantu Sesil, dengan langkah besarnya Radit menyusul Sesil lalu langsung menggendongnya.
Spontan Sesil langsung memeluk leher Radit. "Aku bantu ya, biar cepat sampainya," ucap Radit dengan senyumannya.
"Ngak usah, turunin gue sekarang, gue ngak mau ada orang yang liat lalu berpikiran yang aneh-aneh," ucap Sesil.
"Memangnya kenapa kalau mereka melihatnya, mereka punya mata jadi mereka berhak untuk melihat," sahut Radit tetap berjalan dengan santainya.
__ADS_1
Mereka berdua tetap berdebat hingga tiba di tempat mengganti pakaian, Radit meninggalkan Sesil di sana setelah memberikan handuk kimono pada Sesil lalu memerintahkan Rati untuk membelikan pakaian wanita yang hangat.