
Setelah memberitahu Rati dengan segera Radit menuju parkiran mengambil tambler miliknya yang selalu dia bawa kemana pun itu, Radit berjalan dengan tergesa-gesa menuju ruang ganti di mana ia meninggalkan Sesil.
Saat sampai Radit langsung menghampiri Sesil yang kini tengah mengeringkan rambutnya, Radit kemudian menyerahkan tutup tambler yang berisi teh hangat, Sesil menatap sejenak teh tersebut lalu melihat ke arah Radit, tanpa sadar Sesil tersenyum tipis lalu mengambil teh tersebut dengan senang hati.
"Boleh aku bantu keringkan rambutnya?" tanya Radit sambil memegang handuk kecil.
"Boleh," sahut Sesil membuat senyum di wajah Radit mengembang.
Dengan perlahan Radit mengeringkan rambut Sesil dengan handuk, sedangkan Sesil menikmati tehnya dengan tenang, tiba-tiba Sesil mengatakan sesuatu yang membuat Radit kegirangan hingga tanpa sadar mencium kening Sesil sekilas.
"Radit.... tentang permintaan lo waktu itu gue setuju." Tiba-tiba Sesil mengangkat topik yang membuat Radit menghentikan sejenak kegiatannya.
"Maksudnya.... kamu izinin aku buat dapetin hati kamu lagi?" tanya Radit semangat.
"Iya," sahut Sesil tenang.
"Jadi kamu udah maafin aku?" tanya Radit kembali dengan antusias.
"Kalau maafin sih udah, hanya gue masih kesal sama lo," sahut Sesil.
Setelah mendengar jawaban Sesil dengan refkeks Radit langsung mencium sekilah kening Sesil dari belakang membuat Sesil sedikit membeku, saat Radit mencium sekilas kening Sesil kebetulan Rangga, Aldo dan Josua lewat dan melihat hal itu, Josua dan Aldo sangat bahagia melihat Radit dan Sesil sudah mulai baikan tapi tidak dengan Rangga yang menatap dengan penuh dendam.
Sedangkan yang lainnya kini tengah bersenang-senang di air, setelah melihat Radit dan Sesil cukup lama Aldo dan Farhan menarik Rangga kembali ke rombongan agar Rangga tidak menganggu pasangan yang sedang berbunga-bunga.
__ADS_1
Secara tiba-tiba Reskiya di gendong oleh Alfin menuju menara loncat, Reskiya memberontak karena dia takut akan ketinggian, semakin tinggi Alfin membawanya semakin erat pula pelukan Reskiya pada Alfin.
"Plis turunin guee," pinta Reskiya tidak berani melihat ke bawah.
"Dikit lagi udah mau sampai di atas, tenang aja gue ngak bakalan ngebunuh lo," sahut Alfin.
"Gue takut ketinggian..." ucap Reskiya sudah gemetar.
"Alfin, kalau terjadi sesuatu pada Reski awas lo," ucap Farhan dari belakang mereka.
"Kak Alfin ini udah tinggi banget, sebaiknya di bagian yang paling rendah aja," ucap Rasya yang mulai khawatir.
"Nanggung udah mau sampai di bagian tengah," sahut Alfin sedikit berteriak.
Setelah sampai di tempat tujuan Alfin kaget karena tidak ada kue atau pun kejutan apa pun di sana, Alfin kemudian menurunkan Reskiya perlahan lalu menjelaskan pada Reskiya alasan mengapa dia di bawa ke situ sebelum Reskiya melancarkan pertannyaan brutalnya.
Selang beberapa menit kemudian yang lainnya sudah tiba di tempat mereka, karena tempat yang sempit membuat Reskiya tergeser hingga hampir bagian ujung papan loncat, karena merasa terlalu padat akhirnya sebagian dari mereka turun.
Kini menyisakan Aldo, Josua, Farhan, Rati dan Rangga di tambah dengan Reskiya dan Alfin, Alfin merasa bingung dan bertanya-tanya siapa yang mengirimkan pesan kepadanya belum lama tadi.
"Di antara kalian semua tidak ada yang memiliki atau mengenal nomor ini?" tanya Alfin.
"Ngak, gue ngak kenal sama nomor itu," sahut Aldo saat melihat nomor tersebut.
__ADS_1
"Gue juga," timpal Farhan bersandar pada tembok.
"Jangan tanya gue, buat apa gue ngirim lo pesan," ucap Rangga ketus.
"Ternyata ngak ada yang seru di sini, lebih baik gue pergi saja," lanjut Rangga lalu hendak turun tangga tapi di tahan oleh Aldo.
"Mau kemana lo? lo mencurigakan," tanya Aldo sambil menahan satu lengan Rangga.
"Gue mau turun, gue kedinginan," jawab Rangga kesal.
"Lepasin," ucap Rangga lalu menepis dengan kasar tangan Aldo.
"Heh lo jangan pergi dulu, lo kan pengirim pesan misterius itu?" tanya Aldo kembali) menahan lengan Rangga.
"Apaan sih gue ngak ngerti apa yang lo bicarain," bentak Rangga sudah mulai bertambah kesal.
"Ngak usah ngelak lo, mana ada maling mau ngaku," ucap Farhan sambil berjalan ke arah Aldo dan Rangga.
"Kalau kalian ngak percaya ikut gue ke bawah buat liat ponsel gue," ucap Rangga kesal.
"Buat apa gue liat ponsel lo, palingan lo sudah menghapus semua buktinya," ucap Farhan ketus.
"Bacot lo," ucap Rangga ketus lalu menuruni tangga.
__ADS_1
Tiba-tiba saja Reskiya berteriak dengan spontan Farhan,Rati,Josua, Aldo dan Alfin langsung berbalik melihat ke arah Reskiya dan ternyata Reskiya sudah terjatuh dengan cepat Alfin langsung berlari lalu melompat.