Jodohku Ratu Kampus Yang Dingin

Jodohku Ratu Kampus Yang Dingin
9. Ungkapan Hati


__ADS_3

Mereka pun menjalankan rencana mereka, perlahan mereka mendekat kearah Kevin kemudian dengan cekatan langsung memegang kedua kaki dan tangan Kevin lalu menggotongnya keluar cafe melalui pintu belakang.


" Heiii, apa yang kalian lakukan turunin gue!!, kalian mau bawa gue kemana? " Teriak Kevin, yang terus meronta.


" Hasss, mengapa orang ini sangat berat. " Keluh Aldo, sementara Kevin terus meronta dan berteriak.


" Humm, benar sekali dia sangat berat dan juga sangat berisik. " Saut Farhan kemudian menyumpal mulut Kevin dengan sapu tangannya.


" Benar benar benar sanggat berat sekali. " Timpal .


" Sepertinya dia keberatan dosa.. " Ucap Radit yang di tanggapi dengan tawa oleh yang lain.


" Hahahahaha lo bener banget, keberatan dosa tuh dia. " Saut Aldo.


" Sudahlah jangan terlalu banyak mengeluh, kita sudah mau sampai di pintu belakang. " Ucap Rangga.


" Hahhh lo ngak rasain gimana beratanya ni orang jadi lo ngak ribut. " Ucap Ben kesal.


" Dengerin tuh, Ben yang paling kuat aja udah gak kuat, apa lagi kita kita ini. " Ucap Aldo yang di angguki oleh yang lainnya.


" Lo makan apasih sebenarnya sampai badan lo bisa sampai berat kaya gini. " Kata Farhan.


" Kan... Udah di... Bilang dia keber..atan doosaa. " Ucap Aldo terbata-bata karena sudah mulai tidak kuat mengangkat tubuh Kevin.


" Angkat satu orang berlima aja udah ngak kuat kaya gitu, apalagi nanti mau gendong pasangannya.... Lemahh. " Sindir Reskiya yang baru saja datang.


" Iya masa kalian ngak kuat sih, liat gue dong kuat. " Ucap Farhan semangat.


" Hahhhh berisik kalian..., lepasin gue atau gue hajar kalian semua. " Teriak Kevin sambil meronta ronta.


" Tenang gak!!. " Bentak Rangga.


" Sebentar lagi lo bakalan kita turunin kok. " Lanjut Rangga.


" BETUUULLL. " Teriak serentak mereka berlima.


Kini sampailah mereka di pintu belakang, Rangga membuka pintu kemudian yang lain langsung melempar Kevin hingga terjatuh di dekat tumpukan sampah.


" Kita udah lepasin lo jadi lo jangan kesini lagi kalau ngak mau nerima nasib yang sama kedua kalinya.. dan juga jangan pukul kami yaa. " ucap Rangga dengan nada mengejek kemudian langsung menutup pintu dan menguncinya.Seketika tawa mereka semua pecah saat Rangga menutup pintu.


" S***, bisa bisanya gue di permaluin sama orang orang seperti mereka, gue benar benar ngak terima dengan semu penghinaan ini. " Ucap Kevin geram.


" Mana bau banget lagi di sini. " Ucapnya sambil menutup hidungnya.


" Awas saja kalian... " Batin Kevin kemudian langsung pergi dari tempat itu.


Setelah berjalan beberapa langkah Kevin baru sadar kalau dia melewati jalan buntu dengan rasa kedalnya dia berbalik berjalan kearah satunya lagi dan alhasil dia mendapati jalan buntu lagi dengan frustasi Kevin kembali ke depan pintu sambil memaki dan mengutuk Radit dan yang lainnya. tapi sementara itu di dalam cafe Radit dan yang lainnya sedang tertawa puas.

__ADS_1


" Wah hari ini aku cuci mata lagini. " Ucap seorang pelayan wanita Z.


" Bener banget, tapi kenapa mereka bener bener ganteng sih. " Saut pelayan wanita D.


" Walaupun mereka berkeringat tapi malah tambah gwanteng. " Lanjut pelayan A.


" Gantengan aku ,kerenan aku dan masih banyak yang aku. " Ucap pelayan pria H, dengan percaya dirinya.


" Jangan mimpi, muka kaya kain pel gitu di bilang ganteng. " Sindir pelayan wanita D.


" Sudah,, lebih baik kalian kembali bekerja, kalau kalian tidak mau di pecat. " Kata pelayan pria R.


Kerumunan para pelayan itu pun bubar dan melakukan tugas mereka masing masing.


" Gimana? " Tanya Rangga pada Sesil.


Sesil hanya melirik kearah Rangga dan langsung meningalkan mereka begitu saja.


" Wihhh bagus juga ide kamu Rangga. " Kata Rasya.


" Iya dong, gue gituloo. " Saut Rangga dengan bangganya.


" Tangan kamu sakit gak? " Tanya Rasya pada Raka.


" Ngak sakit kok sayang, hanya ngangkat kaki Kevin doang masa ngak kuat sih, jangankan angkat Kevin angkat ngendong kamu sama anak anak kita juga aku kuat kok. " Jawab Raka dengan pedenya sambil memegang tangan Rasya.


" Ayooo, panassss. " Saut Ben, Rangga, dan farhan.


Mereka pun pergi meninggalkan pasangan itu berduaan, mereka pun duduk di sebuah kursi dekat jendela, sedangkan Radit sedari tadi melihat kearah Sesil.


" Yoo, lo liatin siapa tuuu? " Tanya Rangga.


" Awas nanti matanya kelilipan. " Kata Aldo.


" Ah, engak gue gak ngeliatin siapa siapa. " Jawab Radit.


" Yo, Res sini dulu deh. " Kata Rangga.


" Apaan sih manggil manggil gue.? " Tanya Reskiya ketus.


" Sok akrab banget sih mangil nama gue di singkat singkat segala. " Lanjut Reskiya sambil berjalan kearah Rangga dan yang lainnya.


" Yoo jangan gitu dong nanti cantiknya hilang looo. " Kata Rangga.


" Biar aja, bukan urusan lo juga. " Saut Reskiya. " Ada apaan cepat gue sibuk ni banyak kerjaan gue. " Sambungnya ketus.


" Boleh gue bantuin gak Res?" Tanya Farhan.

__ADS_1


" Jadi manggil gue hanya mau nawarin bantuan aja nii. " Ucap Reskiya.


" Yaa engak lah, guetu manggil lo karena gue mau mesen. " Saut Rangga.


" Yaelahhh kalau mau pesan itu sama pelayan bukan sama gue, buang buang waktu berharga gie aja. " Ucap Reskiya kesal.


" Farhan!! lo bilang mau bantuin guekan. " Lanjut Reskiya.


Farhan hanya mengangguk kemudian Reskiya mengeyunkan tangganya kemudian pergi yang di ikuti farhan di belakangnya.


" Semangat Farr. " Teriak Rangga.


" Pepet terussss jangan kasih kendor. " Teriak Aldo.


Sedangkan Ben dan juga Radit hanya mengelengkan kepala mereka melihat tingkah dua teman mereka.


" Gue ke toilet dulu ya. " Ucap Radit.


" Oke, hati hati nanti lo diamabil sama para pelayan. " Ucap Aldo.


" Oke oke. " Saut Radit.


Radit kemudian pergi, tetapi Radit tidak pergi ke toilet melainkan pergi ke gudang tempat Sesil berada saat ini.Kini Radit sudah berada diambang pintu gudang, Radit melihat orang yang di carinya kemusian berjalan orang yang di carinya lalu memanggilnya.


" Sesilll.... " Panggil Radit.


Karena tidak mendapat jawaban dari Sesil, Radit pun mendekat dan menyentuh bahu Sesil, Karena kaget Sesil langsung teriak.


" Aaaaaahhh.. " Teriak Sesil.


" Eh, maaf gue ngagetin kamu. " Ucap Radit.


" Hmm ngak papa. " Saut Sesil kemudian melepaskan earphonnya.


" ngapain lo kesini? " Tanya Sesil.


" Gue mau bilang sesuatu sama lo. " Ucap Radit.


" Bilang apaan? " Tanya Sesil.


" Gue mau bilang kalau gue mau yang gue bilang tadi itu jadi kenyataan. " Ucap Radit serius.


" Maksud lo. " Tanya Sesil tidak mengerti.


" Gue mau kita menjalani hubungan yang nyata bukan hanya aku yang menghayal atau mengharap sama kamu, karena gue suka sama kamu, sejak pertama kali aku ketemu sama Kamu. " Jelas Radit.


" Aku mau kita menikah atau setidaknya aku mau kita pacaran. kamu mau kan nerima pernyataan cinta aku? " Lanjutnya dengan penuh harapan.

__ADS_1


Sesil tidak kaget dengan kata kata seperti itu lagi, tapi dia sudah mulai merasa bersalah karwna selalu menyakiti banyak perasaan dan dia harus mulai belajar dari kesalahnya dulu dan menghilangkan traumanya yang takut akan tersakiti lagi, Sesil kemudian hanya terdiam dan menundukan kepalanya, Radit yang melihat itu mencoba mendekat kearah Sesil agar meminta jawaban atas pengakuannya.


__ADS_2