Jodohku Ratu Kampus Yang Dingin

Jodohku Ratu Kampus Yang Dingin
14. Musuh Bebuyutan.


__ADS_3

Akhirnya setelah berfikir panjang, Sesil memutuskan untuk membunyikan bel rumah Radit.


Setelah Sesil menekan bel yang ke tiga kalinya akhirnya ada yang membuka pintu, dan ternyata yang membuka pintu adalah seorang pria tampan yang ternyta adalah Alfin. Sesil kemudian memberanikan diri untuk bertanya kepada Alfin.


" Maaf, apakah di sini tempat tinggal Raditya Dirga? " Tanya Sesil.


" Iya, ada perlu apa ya? gue kakak nya? " Tanya balik Alfin.


" Ternyata dia kakak nya, pantesan mirip. " Batin Sesil.


" Gue teman kampusnya, Gue bisa ketemu sama Radit, gue ada keperluan sama Radit. " Jawab Sesil mengungkapkan maksud kedatangannya.


" Cantik juga ni cewe', apa jangan-jangan ni cewe' lagi yang di taksir sama dia, Bagus juga seleranya tu anak. " Batin Alfin.


" Radit sedang keluar, sebaiknya lo tunggu di dalam aja, dia palingan gak lama lagi balik. " Ucap Alfin.


Sesil pun menuruti apa kata Alfin, satu jam sudah sesil menunggu tetapi Radit belum juga pulang, kemudian sesil meminta bantuan Alfin untuk menelfon Radit.


" Ummm kak, gue boleh minta tolong sesuatu gak? " Tanya Sesil.


" Tentu saja boleh. " Jawab Alfin.


" Bisa telfon Radit ngak? Gue soalnya ngak punya nomor hendfonya, supaya dia bisa pulang terlebih dahulu. " Ucap Sesil.


" Oke, gue akan telfon dia, tunggu sebentar ya. " Saut Alfin yang kemudian pergi meninggalkan Sesil yang kini berada di ruang tamu.


Tidak berapa lama kemudian Alfin kembali dan langsung duduk di sofa.


" Maaf tapi dia tidak membawa hendphonnya. " Ucap Alfin.


Sesil pun hanya tersenyum kecut kemudian dia pamit undur diri karena hari sudah sore dan langit sudah mendung yang sepertinya sebentar lagi akan turun hujan.


" Kalau gitu gue pulang dulu, kalau dia sudah pulang tolong bilang ke dia kalau gue cari dia dan jika besok dia ada waktu suruh datang ke alamat ini. " Ucap Sesil kemudian memberikan sebuah potongan kertas yang berisikan alamat rumah pamanya.


" Oke nanti gue kasih tau. " Saut Alfin. " Mari saya antar hingga depan pintu. " Lanjut Alfin.Saat sudah sampai di depan pintu Alfin mengajukan suatu pertanyaan yang sangat terlambat pada Sesil.


" Nama lo siapa? Supaya gue enak manggilnya. " Tanya Alfin.


" Nama gue Sesil. " Jawab Sesil.


" Sesil Martadinata. " Sambung Sesil yang membuat Alfin sedikit terkaget.


" Alfin.. . Gema Rya Alfin." Ucap Alfin mperkenalkan dirinya.


Sesil kemudian tersenyum dan pergi menuju Rumah pamannya, saat ia hampir sampai di rumah pamanya ia berpapasan dengan Radit yang mengendarai mogenya melewatinya begitu saja.


Setibanya di rumah Radit langsung masuk kedalam kamarnya dan menyegarkan dirinya, tidak lama kemudian Radit keluar kamarnya dan pergi menuju dapur untuk mengambil beberapa makanan dan minuman dari kulkas.

__ADS_1


" Lagi ngapain lo? " Tanya Alfin yang kebetulan lewat dan melihat Radit duduk di depan kulkas.


" Gue heran terakhir kali ni kulkas di isi kapan, udah abis aja. " Jawab Radit yang kemudian berdiri lalu berjalan ke arah Alfin.


" Uumm lima hari yang lalu, kan semua pembantu lagi pada mudik semua terus mamah sama papah lagi ke luar negeri urus bisnis, tingal kita dua deh di rumah. " Saut Alfin.


" Huhhh gue kelaparan lagi deh.. " Keluh Radit lesu.


Radit kemudian berjalan kembali dengan lesu menuju kamarnya, tapi langkahnya tiba-tiba terhenti ketika mendengar apa yang di katakan sang Kakak tercintanya itu.


" Gue punya kabar baik ni buat lo. " Ucap Alfin.


" Kabar apaan? " Tanya Radit lesu tanpa melihat ke arah Alfin.


" Tadi ada cewe' yang datang cariin lo, katanya ada yang mau di bicarakan sama lo, namanya kalau tidak salah siapa yaa... oh iya namanya Sesil. " Jawab Alfin yang langsung membuat Radit tersenyum lalu menjadi bersemangat.


" Beneran dia nyariin gue? " Tanya Radit bersemangat yang kini sudah memegang kedua pundak Alfin.


" Iya bener, gak usah kaya anak kecil juga kali. " Jawab Alfin. " Emang dia cewe' yang lo maksud waktu itu? " Sambung Alfin yang kemudian bertanya.


" Iya itu dia. " Jawab Radit antusias dan loncat-loncattan seperti anak kecil.


" Idih lo udah kaya anak kecil dapat mainan aja lompat-lompat gitu , tapi Bagus juga selera lo ya. " Ucap Alfin.


" Bodo amat. " Ucap Radit.


" Punya emang knpa? " Tanya balik Radit.


" Besok lo di suruh datang ke alamat ini. " Jawab Alfin yang kemudian memberikan kertas yang di berikan Sesil tadi.


" Ini kan alamat rumah temanya papah yang katanya keponakannya mau di jodohin sama lo. " Ucap Radit saat melihat alamat tersebut.


" Masasih. " Tanya Alfin kemudian melihat lagi alamat yang di berikan oleh Sesil.


" Iya ini itu alamat rumah om Bram, rumahnya gak jauh dari sini. " Saut Radit.


" Jangan-jangan yang mau di jodohkan sama gue itu si Sesil itu lagi. " Ucap Alfin menebak.


" gak.. gak boleh kalau itu sampai terjadi udah gue bakalan lakuin cara apapun buat dapatin dia. " Ucap Radit.


" Wihhhh Cinta yang tulus.. " Ucap Alfin.


" Lo gak minta nomornya? " Tanya Radit.


" Buat apa? " Tanya Balik Alfin.


" Buat nelfon lah. " Jawab Radit.

__ADS_1


" Pokoknya besok lo harus cari tau kebenarannya oke. " Kata Alfin.


" Arrrggghh, kepala gue pusing. " Teriak frustasi Radit sambil mengacak-acak rambutnya. Kemudian mereka pun pergi ke kamar masing-masing.


_


_


💙


Pagi pun akhirnya tiba, kini Radit sudah siap untuk pergi ke rumah paman Sesil.


" Udah mau berangkat ya lo, masih pagi gini emang lo gak ke kampus apa? " Tanya Alfin.


" gak, hari ini hanya kelas siang aja jadi gue mau datang pagi. " Jawab Radit.


" Oke semoga dia bukan yang akan di jodohkan denganku. " ucap Alfin yang sukses membuat Radit kesal.


" Makanya cari pasangan biar gak di jodohin, katanya pria paling tampan sejagat raya tapi nyatanya masih jomblo aja. " Ledek Radit yang langsung pergi meninggalkan Alfin.


" Yah sendiri lagi gue, rumah sepi, hati sepi,,, memang nasip orang tampan.. " Ucap Alfin yang kemudian masuk ke kamarnya untuk bersiap berangkat kerja.


Radit kini sudah berada di depan pintu rumah keluarga Martadinata, Ia masih ragu untuk menekan bel hingga pintu besar tersebut terbuka dan menampakkan seorang pria muda dan tampan yang hendak keluar rumah.


Pria tersebut menatap tajam kearah Radit begitu pula dengan Radit yang menatap kesal ke arah pria tersebut.


" Sedang apa lo di sini? " Tanya Radit penuh selidik.


" Hah, harusnya gue yang tanya sama lo, kenapa lo datang ke sini. " Jawab pria tersebut yang ternyata adalah Arga.


" Gue ada urusan lah, sedangkan lo ngapain di rumahnya Om bram. " Tanya Radit.


" Hah.. ternyata urusan itu, dengerya mau gue kemana pun itu bukan urusan lo, ingat gue gak akan kalah dari lo, minggir gue mau lewat. " Ucap Arga sombong yang kemudian menabrak salah satu bahu Radit.


" Gak usah nabrak juga kali, cari masalah lo, dasar bocah. " Ucap Radit membersihkan bahunya yang tersenggol dengan bahu Arga.


Sedangkan Arga hanya tersenyum meremehkan kemudian menaiki mogen kesayangannya, tidak lama setelah Arga pergi, Sesil berjalan keluar dengan wajah kesal menuju mobilnya dan langkahnya terhenti ketika mendengar suara Radit.


" Lo kenapa? lagi ada masalah? " Tanya Radit.


" Eh sejak kapan lo di situ. " Ucap Sesil berbalik ke arah Radit.


" belum lama kok, katanya lo cari gue ya kemarin sampai datang kerumah gue? " Tanya Radit.


" Iya kemarin gue cari lo di kampus tapi lo gak ada terus gue cari alamat rumah lo. " Jawab Sesil.


" Gitu ya, ngomong-ngomong lo ada perlu apaan sampai datang ke rumah gue? " Tanya Radit lagi.

__ADS_1


" Oh, tunggu bentar ya gue mau ambil sesuatu. " Kata Sesil yang masuk kembali kedalam rumah.


__ADS_2