
"Kamu kenapa masih di sini Zara?" Tanya Ibuk yang baru keluar rumah untuk mengambil sesuatu.
Sontak Zara pun menoleh. "Eh maaf Buk, untuk pergi belanja ada Aisyah dan Ikfi. Karena tadi Syauqi sempat rewel." Jawab Zara yang membuat Ibuk terbelalak.
"Mereka pergi berdua?"
Zara mengangguk.
"Dengan motor?"
Lagi-lagi Zara memberikan jawaban sama.
"Astaghfirullah Zara, kamu itu sudah besar bahkan punya anak. Bagaimana bisa kamu membiarkan dua orang yang tidak mahram berduaan seperti itu. sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam: “Janganlah sekali-kali seorang perempuan bersafar kecuali bersama dengan mahramnya” (HR. al-Bukhari dan Muslim)
Berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam: “Sungguh jika kepala seorang laki-laki ditusuk dengan jarum dari besi lebih baik baginya dari pada dia menyentuh seorang perempuan yang tidak halal baginya” (HR ath-Thabarani dalam “al-Mu’jamul kabiir)."
Zara tertunduk malu meratapi kesalahannya.
Ibuk menghela nafas panjang setelahnya, "Jangan pernah kau ulangi lagi Zara, meski sekarang Aisyah sudah tidak memiliki ikatan dengan lelaki. Bukan berarti kamu seenaknya saja mendekatkan mereka. Jodoh sudah Allah atur dan kamu tidak perlu khawatir. Tugasmu hanya perlu turut mendoakan Aisyah agar dapat menentukan jalan yang tepat di setiap langkahnya. Jika memang mereka berjodoh sejauh apapun pasti akan ada masanya mereka bersama."
"Iya Buk." Jawab Zara.
"Sudah urusan Syauqi biar Ibuk saja yang menjaga. Sebentar lagi Aidan pulang. Kamu dengan dia jemput Aisyah, orang kamu juga bisa kok pergi bareng ini malah dibiarkan pergi hanya berdua." Titah Ibuk tak mau dibantah.
"Baik Buk." Jawab Zara patuh. Kemudian setelahnya, tak lama Aidan pulang dengan Bapak. Hingga membuat ia tersenyum dan mereka langsung bergegas menjemput di mana Aisyah berada.
--
"Nanti malam kita sudah mulai memasuki bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Ada banyak sekali keutamaan di bulan ini. Seperti bulan diturunkannya Al-Qur'an, setiap amal yang kita kerjakan akan dilipatgandakan pahalanya, pintu-pintu Syurga dibuka dan pintu-pintu neraka ditutup serta setan-setan diikat.
Alangkah ruginya bagi orang yang menyia-nyiakan kesempatan ini, yang menghabiskan waktu bulan puasa ini dengan hal-hal yang tidak bermanfaat. Satu hal yang paling penting bagi kita adalah kita menikmati semua ibadah yang kita kerjakan agar Istiqomah. Bersihkan dahulu pikiran-pikiran kita, menjaga diri dari perbuatan dosa terutama yang dilakukan oleh dua anggota badan yaitu mata dan mulut. Selalu ingat bahwa kita selalu diawasi oleh-Nya.
__ADS_1
اَللّٰهُمَّ نَزِّهْ قُلُوبَنَاعَنِ التَّعَلُّقِ بِِمَنْ دُونَكَ، وَاجْعَلْنَا مِنْ قَوْمٍ تُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَكَ
Allāhumma nazzah qulūbanā 'anitta'alluqi bimandzūnaka, wāj'alnā minqaumintuhibbuhum wa yuhibbunaka
"Ya Allah, bersihkan hati kamu dan bergantung kepada selain-Mu, jadikan kami orang-orang yang Engkau cintai dan mencintai-Mu." (Ijazah dari Habib Abdullah bin Syahab, Ta, Hadramaut)
Amalkan do'a ini setiap pagi, siang dan malam. Atau sekiranya kamu ingin melindungi diri kamu dari perbuatan dosa yang tidak dapat kamu kendalikan oleh dirimu sendiri." Ucap Ibuk pada Aisyah dan Zara.
"Baik Buk, terimakasih." Balas Aisyah menunduk, ia segera mengambil alih cucian piring yang telah dibawa oleh Zara.
"Rasanya jadi tidak sabar ya Buk, untuk segera ke nanti malam." Sahut Zara. Membuat Ibuk tersenyum.
"Untuk awalan memang biasanya orang-orang akan antusias, namun tidak tahu jika sudah ditengah atau akhir. Kita tidak ada yang tahu. Inilah susahnya untuk Istiqomah, jadi ingat tetap amalkan do'a itu." Lanjut Ibuk.
"Enggih Buk. Insyaallah nyuwun doanipun mawon." (Iya Buk, Insyaallah minta doanya saja). Jawab Zara.
...***...
Yoga melirik sekilas, "Tidak bisa, aku harus pergi."
Dada Jihan terasa sesak tiba-tiba. "Tapi mengapa Kak? Sudah lama sekali kita pergi bersama. Mumpung hari ini, hari Minggu."
"Sudah kubilang tidak bisa ya tidak bisa!" Bentak Yoga.
Tar!!! Pintu dibanting dengan keras oleh Yoga. Membuat Jihan terlonjak keget. Jihan menghela nafasnya berat dan mulai memijat kening. Ia daratkan tubuhnya di sofa, tak sengaja netranya menangkap ponsel Yoga yang menyala.
Terlihat seperti ada yang menelpon, tidak bersuara mungkin karena Yoga yang mengubahnya dalam mode silent. Sudah lama sekali Jihan tak melihat benda pipih itu karena memang tak melihatnya. Namun sekarang ia begitu penasaran sebab dari namanya nampak spesial dari kejauhan karena nama yang diberi emoticon setelahnya.
Perlahan Jihan gapai ponsel tersebut dan mencoba lihat siapakah orang di sebrang sana yang mendial nomor suaminya. Matanya membulat beserta bibirnya yang membentuk O.
I-ini siapa? S-siapa Ana? Mengapa kau harus menambahkan emoji love seperti ini?. Batin Jihan sesak, tubuhnya meluruh bahkan tangannya tak mampu walau sekedar menggeser icon hijau.
__ADS_1
Cukup lama ponsel tersebut bergetar dan menjadi diam mungkin karena tak mendapat jawaban terlalu lama. Dengan hati-hati Jihan geser layar tersebut. Dalam hati ia berusaha bersiap-siap untuk menerima kenyataan yang mungkin lebih buruk dari ini.
Dapat terbuka tanpa kunci.
Deg. Begitu banyak list nama Ana💞 pada riwayat panggilan. hati Jihan seketika mencelos seolah terlepas dari tempatnya.
Ia menutup mulutnya berupaya tidak mengeluarkan suara, sudah cukup menumpahkan tangisnya ia pun kembali menggeser layar tersebut hingga jemarinya mengetuk aplikasi pengirim pesan.
Sudah ia duga, nama Ana berada pada posisi pertama bahkan Yoga sematkan. Sedangkan ia, kala ia mencari tenyata telah Yoga arsipkan.
Air mata kembali bercucuran membaca setiap pesan yang mereka sampaikan. Bahkan pada Jihan sendiri Yoga tak pernah semanis ini.
Hening kembali menyambut kesedihan yang dirasakan Jihan, tak ada bujukan manis atau sentuhan kasih sayang untuk menguatkan hati dan tubuhnya. Ia benar-benar sendiri, banyaknya orang di sini tidak membuat suasana menjadi ramai dan menyenangkan.
Bahkan Yoga sendiri, tiadalah ia dapatkan kebahagiaan melainkan siksa batin di sini. Bahkan kehidupan ia lebih baik di rumah sebelumnya daripada ini.
Tiba-tiba pikirannya kembali terngiang pada perkataan Aisyah pada waktu itu.
Jangan bangga telah berhasil merebut milik orang lain. Ingat banyak wanita diluaran sana yang memiliki skil mencuri lebih baik darimu. Nikmati barang curianmu ini sepuas kau mau, tapi ingat di atas j***ng masih ada ja**ng!!
"T-tidak! Yogaku setia. Dia tidak akan mengulangi kesalahan yang ia perbuat dengan Aisyah padaku. Dia bisa meninggalkan Aisyah demi aku, dia sangat mencintaiku." Cicit Jihan tersenyum bangga namun justru perih kian melanda jiwanya.
Ceklek.
"Apa yang kau lakukan dengan ponselku Jihan?" Suara dari bariton begitu mengejutkan Jihan hingga ia berbalik menatap pria yang sangat dicintainya itu.
______________________________
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan like, komen dan vote.
Terimakasih
__ADS_1
Follow ig: @nick_mlsft