
pagi ini nampak seorang gadis yang masih terlihat begitu polos, baik hati dan cantik tentunya. memiliki mata yang berwarna coklat dan bulu mata amat lentik, bulat dan berbinar. dia bernama Ainun Anggraini.
"huh, lumayan capek juga berdiri di bus. alhamdulilah sampe kampus gue gak telat." inun langsung berlari keruang kelasnya sambil melihat ke sekeliling sudah ada beberapa mahasiswa yang telah datang, Ainun adalah mahasiswa jurusan kedokteran semester 5, dia memanglah anak orang berada namun ia memilih untuk tinggal di kosan dan berangkat ke kampus menggunakan kendaraan umum. sudah lima semester ini ia pulang pergi menggunakan bis. "ah sial banget, gue lupa kalo pulpen gue ilang." Ainun yang sedang berjalan menuju ruang kelas nya pun langsung berputar arah menuju koprasi, sudah satu semester ini inun sering kehilangan pulpennya entah ada yang mengambil atau mungkin ia melupakan nya atau bahkan Mungkin meninggalkan nya karena lupa.
dikelas ketika dosen menjelaskan inun tengah sibuk memberi nama pada bolpoin nya, agar jika hilang atau ada yang mengambil inun bisa tahu jika itu miliknya.
__ADS_1
"nun, lu lagi apa sih?". tanya Eva yang duduk disamping inun. "lagi namain pulpen, pulpen gue ilang Mulu." jawab inun sambil sedikit berbisik. tiba-tiba ada yang berdehem seketika itu inun dan Eva pun melihat kearah suara, ternyata pak edo dosen killer yang sedang menjelaskan namun mereka berdua malah mengobrol. "kalian masih mau ikut pelajaran saya atau keluar dari kelas." Eva dan inun pun hanya diam, "kalau begitu saya beri kalian kesempatan jika diulangi kembali kalian silahkan keluar," kata pak edo dengan nada kesal. inun dan Eva sangat lega mendengar perkataan pak edo. bel istirahat berbunyi, para mahasiswa sudah keluar tinggallah Eva dan inun. "lu sih bulannya perhatiin malah mainin pulpen, jadikan gue malah ngobrolin lu." sungut Eva. "lagian siapa suruh malah tanya-tanya, huh." "yaudah yok ke kantin" kata Eva sambil menarik tangan inun. seperti biasa inun selalu membawa buku kecil dan bolpoin nya, dia sangat senang menulis puisi yah meski hanya iseng saja. dia juga sering menang lomba menulis esai.
kringg
suara pesan masuk ke ponsel inun.
__ADS_1
Ainun:**"Iyah mi, insyaallah langsung pulang."
Ainun memasukan ponselnya kedalam saku rok begitu melihat makanan yang ia pesan telah sampai. Eva dan inunpun mulai menyantap makanannya masing-masing dan mengobrol, sesekali keduanya tertawa. setelah itu mereka langsung kembali ke kelas, Ainun mengambil bukunya dengan tergesa-gesa karena Eva langsung menariknya, tak sadar bolpoin nya pun terjatuh.
dikelas, "aduh pulpen gue kemana lagi sih larinya, perasaan tadi dikantin masih ada?".
__ADS_1
kekeh Ainun sambil terus mencarinya. "kayaknya jatoh deh nun dikantin, coba deh nanti liat di tempat kita duduk tadi." jawab Eva sambil menarik kursinya mendekati nun. "yasudahlah nanti pulang kampus gue liat."
*kelas selesai, dosen dan disusul para mahasiswa pun keluar berhamburan, tidak dengan inun, ia masih duduk merapihkan bukunya. "nun gue balik duluan deh, soalnya mami gue bilang dia mau ke apartemen gue." kata Eva sambil menepuk pundak inun. "yaudah hati-hati, gue juga setelah dari kantin langsung pulang kok," sesampainya dikantin inun langsung bergegas ketempat yang tadi ia duduki bersama Eva, "nah itu dia pulpen gue, syukur deh gak ilang. capek gue namain pulpen terus." batinnya dengan kesal.