Kedua Matamu

Kedua Matamu
bab 6 rahasia


__ADS_3

dikamar inun terbangun melihat jam di HP nya telah pukul 14:00 waktu setempat, "hmm,, bibi kompres aku yaa. mana belum solat, aku solat dulu aja bi, nanti aku turun buat makan." ucap ingin sambil berlalu ke kamar mandi. "non udah baikkan, yaudah bibi permisi ke dapur." bi Ningsih berjalan menuruni tangga, baru akan kedapur bibi di panggil oleh Imel. "bii,, tolong ambilkan minum." ucap Imel dari ruang tamu.


imel membuka pembicaraan nya dengan Rangga dan repan. "oh,iya gimana kok bisa mobil inun sama kalian."tanya Imel penasaran. "tadi ban mobil inun kempes, terus aku suruh repan buat telvon montir, abis itu aku yang anter inun pulang, terus aku balik lagi ke kampus dan kita sholat sama makan siang dulu kak, makanya baru sampe sini." tegas Rangga . "hmm,, gitu. alhamdulilah kamu anter dia, soalnya kata bibi dia demam. ini kakak cepet-cepet pulang bawain obat, makasih yah Rangga." ucap kak Imel penuh arti. Rangga melihat kak Imel dan tersenyum "bagaimanapun dia adalah calon istriku, jadi sudah tugasku menjaganya, tapi kak Imel pura-pura tidak tahu saja dulu. biar nanti aku yang akan jelaskan." kekeh Rangga dengan senyum tak henti, repan yang sedari tadi menatap Rangga dan kak Imel bergantian begitu heran dan bertanya-tanya, iya sontak kaget mendengar pernyataan Rangga.


"yaudah kakak ke kamar inun dulu mau kasih obat," ucap Imel dan diangguki oleh kedua lelaki itu, baru saja Imel berdiri inun sudah berada di tangga. "eh, nun kamu udah bangun?". tanya Imel dengan ekspresi kaget, "Iyah kak udah dari tadi aku mau makan siang soalnya, kenapa kak? kok kayak orang kaget gitu?" selidik inun sambil berjalan mendekat, dan dilihatnya dua lelaki yang ikut berdiri ketika melihat Ainun. "nun, mobil kamu udah gue balikin." ucap repan dengan spontan. "iya makasih yah kak." sambil tersenyum manis pada repan, repanpun tak kalah manisnya menyunggingkan senyum. Dan ranggapun menyenggol lengan repan dengan sikunya membuat repan meringis kesakitan. namun tak ada ekspresi senyum yang tadi ia perlihatkan didepan kak Imel. "dih biasa aja kali tuh muka, gak usah di datar-datar in gitu. nyapa kek atau senyum kek." batin inun.

__ADS_1


"Nun, katanya mau makan malah bengong." ucap kak Imel sambil menepuk bahu inun yang sontak membuyarkan lamunannya.


"kalo gitu kita permisi kak, cepet sembuh inun. dahhh*****" ucap repan sambil tersenyum dan melambaikan tangan nya dan mengekori Rangga yg sudah jalan lebih dulu.


*Di mobil

__ADS_1


"lu apa-apaan sih, gak usah bersikap so cute di depan inun." kekeh Rangga sambil tetap menatap jalanan. "gue cuma pamitan kali, lagian Lo bisa-bisanya berubah sikap 90° di depan Ainun. padahal di depan Kaka nya Lo hangat banget(sambil mengepalkan kedua tangannya didepan dada dengan nada yang dibuat-buat)."sungut repan sambil terkikik geli.


"panjang ceritanya, Lo gak bakal ngerti. pada intinya dia itu calon istri gue!!" ucap Rangga dingin. repan menatap wajah Rangga dengan tatapan menyelidiki apakah Rangga sedang berbohong. "lu kebanyak makan micin kali, atau lu udah se*res bisa-bisanya ngayal jadi calon suaminya inun. haha" repan terkikik geli


"pala Lo tuh kebanyakan micin". sambil ngejedotin kepala repan kedepan sampai membuat repan hampir saja benar-benar terjengkang dan membuat repan tertawa terbahak-bahak "syukuriin". gumam Rangga puas.

__ADS_1


__ADS_2