Kedua Matamu

Kedua Matamu
bab 29 makna


__ADS_3

Setelah puas berbelanja Ainun dan Eva pergi ke restoran untuk mencari mengisi perut mereka yang sudah berdemo minta diisi.


"Kita pesen aja dulu, sambil nunggu bang Rangga." tutur Ainun sambil mengirimkan pesan.


***


Rangga dan Revan sudah sampai diparkiran, Rangga yang mendengar sebuah notif langsung membukanya.


"mereka udah selesai belanja sekarang lagi di restauran X." tutur Rangga


"Kayaknya gue gak jadi masuk deh." ucap Revan ragu.


"tadi Lo semangat banget pengen ketemu Eva, sekarang malah ciut. mana Revan si playboy itu." timpal Rangga mengingat masalalu.


"Itukan dulu pas gue jadi anak SMA labil." kekeh repan dengan tatapan membunuhnya


"haha iya gue tahu, makanya kalo emang mau serius ya Lo kejar, Pepet sampe dapet." saran Rangga sambil menepuk pundak Revan dan berjalan terlebih dahulu.


Revan bergelut dengan fikirannya yang mulai berkecamuk karena kata-kata Rangga


"ah sialan, kenapa gue bingung gini. lagian Eva tuh selalu ngehindarin gue, jadi kayak gak ada peluang buat gue deketin dia." batin Revan lalu mengekori Rangga


**


Rangga dan Revan memasuki restoran yang diberi tahukan oleh Ainun. mereka melihat ke sekeliling dan terlihat Ainun dan Eva, mereka sedang berbincang dengan seorang wanita yang tidak Rangga dan Revan kenal.


"Hai bang, sini." Ainun yang sadar akan kehadiran Rangga dan Revan. Eva dan wanita itupun menoleh .


"maaf yah nunggu lama. kalian udah pesen?." ucap Rangga dan menduduki kursi disebelah Ainun dan repan disebelah Rangga yang bersebelahan dengan wanita itu.

__ADS_1


"gak kok, ini tadi baru pesen. Yaudah kak Rangga sama kak Revan pesen dulu." ucap Eva sambil tersenyum dan memanggil pelayan.


"Oh Iyah kenalin, ini Sarah sahabat kami waktu SMA. Sarah ini bang Rangga dan ini kak Revan." ucap Ainun sambil menunjuk Rangga dan repan. mata Sarah sangat kagum melihat Rangga yang tampan itu. Rangga yang menyadari bahwa ditatap seperti itu langsung mengulurkan tangannya.


"Rangga Lesmana calon suami Ainun." tegas Rangga dan dibalas oleh Sarah.


"oh ini calon suami kamu yang tadi kamu ceritain." ucap Eva dan memandang Ainun sambil senyum.


"Revan." ucap Revan malas sambil mengulurkan tangannya


"Sarah kak." jawab Sarah dan membalas jabatan tangan Revan.


tak lama pesanan mereka datang dan akhirnya semua hanya fokus pada makanannya.


**


setelah makan mereka langsung menuju parkiran tanpa banyak yang diobrolkan.


"gak usah gak papa nun, aku naik taksi aja." jawab Sarah terbata-bata


"udah hayuk gak papa kitakan sahabatan. gak usah ngerasa gak enakan gitu." sambar Eva sambil menggandeng tangan Sarah.


"O..oke deh," jawab sarah


"Kalian dimobil Ainun, dan Ainun pulang sama gue pake mobil gue. gak papa kan?." tanya Rangga


"ya boleh lah, gak mungkin juga gue mau jadi nyamuk." ucap Eva dan disambar gelak tawa semua.


"Iyah bener tuh dari pada gue kayak pajangan dianggurin." lanjut Revan

__ADS_1


mereka masuk ke mobil , Eva duduk dikursi penumpang sendirian karena dia menyuruh Sarah duduk dikursi depan dan Revan yang menyetir.


***


Rangga sesekali melirik Ainun yang tengah tertidur karena semenjak masuk mobil Ainun sudah memejamkan matanya.


"kebiasaan tidur seenaknya, mau dikasur dikarpet, di kursi taman di mobil di mana aja yang penting matanya merem." batin Rangga.


Ainun mengerjapkan matanya dan meregangkan otot-otot tangannya.


"Apa kita belum sampai?" tanya Ainun


"sebentar lagi, udah kenyang tidurnya?." tanya Rangga sambil mengelus pipi Ainun.


"Udah bang, tadi ngerasa kantuk banget. nemenin Eva keliling-keliling." kekeh Ainun


"de, kamu kayaknya sayang banget sama Eva?". kata Rangga penasaran, pasalnya selama kuliah Rangga selalu memperhatikan mereka.


"Ya karena dia juga punya makna dalam hidup aku." ucap Ainun sambil melihat ke arah Rangga


"makna kayak apa?." lanjut Rangga


"dari SD sampe kuliah dia tuh sahabat yang the best banget pokonya yang selalu belain aku kalo aku ada yg jahatin, pokonya dia udah kayak saudari buat aku." Jawab Ainun matanya berbinar dan senyum mengembang di bibirnya.


"bukannya Eva orang Bogor?." tanya Rangga semakin penasaran


"Eva sama keluarganya dulu tinggal disini . cuma pas masuk kuliah mamanya pulang ke Bogor karena neneknya mulai sakit-sakitan." jawab Ainun


"oh gitu.. terus-terus kalo Abang apa maknanya buat kamu?." tanya Rangga

__ADS_1


Ainun hanya tersenyum lalu memejamkan matanya kembali, membuat Rangga kecewa dan penasaran.


__ADS_2