
**
Hari ini semua orang sibuk mempersiapkan kejutan ulang tahun untuk Ainun, namun orang yang akan di beri kejutan malah sedang cekikikan bersama Eva.
pasalnya setelah makan siang Eva dan Ainun bertemu dr. Akbar dan Revan tengah mengekor di belakang dokter Akbar, karena dokter Akbar berhenti mendadak alhasil Revan tidak sempat menghentikan langkahnya dan menubruk punggung dokter Akbar dan lebih parahnya kertas yang dibawa Revan berterbangan.
Akbar yang melihat itu berniat membantu memunguti namun nahas tangan mereka mengambil kertas yang sama dan bersentuhan.
"an*ir gue masih normal kali bar." ucap Revan sambil mengibaskan tangannya itu.
"so sweet banget, kayak di film-film. haha." ucap Eva sambil tertawa.
Ainun yang melihat pun ikut tertawa, tak lama ada tangan yang melingkar di bahunya.
"ngetawain apa sih de, lucu banget kayaknya." ucap Rangga yang ikut nimbrung.
"haha,, itu kak Rangga masa dr.akbar sama kak Revan romantis-romantisan ngambil kertas terus tangannya bersentuhan, haha kayak di film-film." cerocos Eva sambil tertawa memegang perutnya
"Waras dikit kek Van, masa si Akbar juga di embat." ucap Rangga.
"Sialan lu Ga, gue juga ogah. orang Akbar yang megang tangan gue." sergah Revan, karena memang tangan Akbar lah yang berada di atas tangannya
"Eh, gue cuma mau bantuin Lo aja yang ngarang, orang kertas itu ada di hadapan gue banget elo malah serobot aja, yaudah gue gak sengaja pegang lo." bela Akbar.
Sedangkan Ainun dan Eva masih belum berhenti cekikikan.
"Udahlah gua gak mood yah ngeladenin kalian, gue mau ke ruangan bay." Ucap Revan dengan nada kesalnya
"Gue juga masih ada urusan kali." Ucap Revan. Pada akhirnya Revan dan Akbar pun melanjutkan perjalanan mereka.
Setelah Akbar dan Revan pergi tak lama Eva juga pergi ke ruangannya.
"Yaudah kalo gitu gue juga balik ke ruangan, dah." Ucap Eva.
"Gimana De, kita ambil cuti aja yuk." Ucap Rangga.
"Ih apaan sih, udah yu ke ruangan." Ucap Ainun sambil menggandeng tangan kekar Rangga, dan Rangga pun mengikuti langkah Ainun dengan ogah-ogahan sambil bermanja ria.
***
"De yuk pulang." Ucap Rangga.
"Hayuk, kita pulang." Balas Ainun lalu meregangkan badannya yang duduk di kursi kerjanya.
Merekapun bersama-sama melangkah keluar menuju parkiran.
__ADS_1
Setelah masuk mobil, tak lupa Rangga dengan sigap memasang sabuk pengaman untuk Ainun. mereka pun saling pandang dan seperdetik kemudian Rangga mengacak jilbab milik Ainun.
"ish, dasar." desis Ainun sambil memukul lengan Rangga, Rangga tergelak karena Ainun memasang wajah kesalnya.
Ainun menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi dan melipat kedua tangannya di depan dada, Rangga yang melihat itu menjadi semakin gemas dan mencubit hidung mancung milik Ainun.
"udah ih jalan." perintah Ainun dengan nada merengek. tanpa babibubebo lagi Rangga langsung melajukan mobilnya, ketika di tengah jalan handphone Rangga berdering dan dengan sigap dia menepikan mobilnya lalu menerima telepon itu.
Ainun hanya melihat ke arah Rangga sambil menggerakkan mulutnya meminta jawaban siapa yang menelpon itu.
"dek kayaknya Abang harus ke kantor sebentar ada dokumen yang harus di tandatangani sekalian mau jemput klien ayah dari luar, ini katanya baru sampai bandara." ucap Rangga sambil meletakan handphone miliknya.
"sekarang banget, ini udah jam berapa bang? udah malem banget. lagi pula kan ada mas hafid asisten ayah yang biasanya ngejemput klien." tanya Ainun.
Rangga menggaruk tengkuknya yang tidak gatal lalu kemudian dia mulai berbicara. "hmm,, itu lho dek kan mas hafiz udah punya istri dan anak terus mas hafid lagi quality time sama mereka, jadi ayah nyuruh Abang deh buat ngejemput client."
Karena alasan disuruh ayah Ainun tidak lagi protes "Yaudah kalo mau ke kantor." ucap Ainun sambil memejamkan matanya, dengan posisi masih sama.
"hmm,, de tapi kamu bisa gak pulang sendiri aja naik taksi. soalnya kan rumah sama kantor berlawanan arah, terus belum lagi ke bandara. lumayan jauh de, kamu istirahat aja." ucap Rangga.
"kamu kok tega sih bang, ini tuh udah malem. masa ngebiarin istri sendirian pulang kerumah." ucap Ainun.
"kalo aku anterin kamu dulu jauh lagi, belum juga aku sama capeknya kayak kamu." ucap Rangga sambil mengeratkan genggaman tangannya pada kemudi dan menahan geram.
"kok nangis sih, kamu cengeng banget sih de." kata Rangga dengan nada sedikit menggertak
"terserah." ucap Ainun lalu membuka pintu mobil dan membantingnya, terlihat Rangga juga sama kesalnya dan memukul stir lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
"hiks hiks.. aku juga sama capeknya, apa dia gak ada perasaan apa ninggalin aku di sini sendirian kalo ada orang jahat gimana, emang dasar gak cowok gak ada kasihan-kasihan sama sekali." gerutu Ainun sambil menangis sesenggukan di pinggir jalan.
jalanan yang ia lewati sudah mulai sepi karena waktu yang sudah malam. hanya ada beberapa pedagang di pinggir jalan dan warung yang masih buka.
Ainun berjalan dengan lesu kemudian dia membuka sepatu hak yang dia kenakan karena berjalan lumayan jauh membuat nya sedikit lecet.
"gak ada taksi gak ada ojek, emang bener-bener punya laki gak peka. kalo mau tuh di cariin taksi dulu kek." kesal Ainun makin bertambah ketika ada mobil yang membunyikan klakson nya yang membuat Ainun kaget.
"tin tin...."
Ainun menoleh ke arah mobil tersebut, ternyata itu mobil Dr. Akbar.
"eh kenapa de kok kamu jalan." tanya dr. Akbar yang sudah menurunkan kaca mobilnya.
"ya Allah alhamdulillah,, mas Akbar aku anterin pulang, masa aku di tinggal sama Rangga." kesal Ainun.
"haha, kok bisa? yaudah masuk, aku juga mau kesana disuruh ayah, hayu sekalian aja." ucap dr. Akbar.
__ADS_1
Ainun pun segera masuk mobil Dr Akbar. dan memakai sabuk pengaman.
"oke yu, jalan." ucap Ainun.
dr. Akbar langsung menyalakan mesin dan menjalankan mobilnya.
"emang Rangga kemana?." tanya Akbar.
"di suruh ayah ke bandara, ngejemput klien." ucap Ainun
dr. Akbar mengernyitkan dahinya. "ah masa sih, tadi aku abis telvon dia terus buru-buru di matiin lagi. pas aku lacak handphone nya ada di Hotel ACDC." ucap Akbar.
Ainun langsung melihat ke arah dokter Akbar, "mungkin nganterin klien ayah nginap di sana." ucap Ainun. "yaudah lah aku capek, mau tidur nanti sampe rumah bangunin." lanjut Ainun.
Akbar nampak kebingungan lalu dia meraih ponselnya.
tak lama ponsel Ainun berdiring, menampakkan nama "Abangπ." dilayar ponselnya.
Ainun menatap dengan malas lalu mengangkat telponnya.
seperkian detik kemudian dia menegakkan badannya dan melihat ke arah dokter Akbar.
"Iyah baik saya akan kesana." ucap Ainun.
"......." ucap seseorang disebrang sana.
"iya, terimakasih. terimakasih. wa alaikumsalam.." ucap Ainun kini wajahnya terlihat khawatir.
"Abang, Abang." kata Ainun.
"kenapa rangga.' tanya dr. Akbar.
"pokonya ke hotel ACDC." titah Ainun.
tanpa ragu, Akbar langsung membelokkan mobilnya ke arah hotel.
setelah sampai hotel, Ainun lari dengan tergopoh-gopoh, dr. Akbar menyeimbangkan langkahnya.
"Abangggg....." teriak Ainun ketika membuka pintu aula hotel.
"Abang." suaranya melemah dan dengan refleks dia menutup mulutnya dan air mata yang sedari tadi sudah merembes membanjiri wajah cantiknya.
BERSAMBUNG...
jangan lupa like komen sama vote nya. aku akan rajin up. kalo likenya bisa mencapai 20ππ
__ADS_1